Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Kejadian tak terduga


__ADS_3

Namun tampak dari arah pintu lain terlihat beberapa tamu penting kini berjalan masuk kedalam ruangan itu.


Arin yang melihat kedatangan tamu penting yang juga ikut disana, kini dirinya bersuara.


"bahkan di acara ini tamu penting juga ikut hadir!" Ucap Arin.


"Ya.. karena ayah ku punya rekan yang cukup besar di dunia pembisnisan, karena itu ayah ku juga mengundang kliennya untuk ikut acara ulang tahun ku!" Sahut Tiara kepada Arin.


"wah sunggu, ternyata ayah mu sangat hebat, tidak mudah untuk memiliki rekan yang begitu mahir dalam dunia pembisnisan yang memiliki potensi sebesar itu!" ucap Randi kepada Tiara.


Tiara yang mendengar begitu banyak pujian kini dirinya menatap remeh Arin.


"Ya Arin? apa kau tidak ingin mengajak suami mu ikut kemari? akan ku kenalkan kepada ayah ku, siapa tau ayah ku bisa membantunya untuk bekerja di perusahaan ayah ku!" ucap Tiara menyombongkan dirinya.


"eng.. tidak perlu, suami ku mungkin tidak akan tertarik!"sahut Arin.


Brak.. suara meja di pukul keras.


"Sombong sekali kau?" Ucap Tiara meninggikan nada biacara.


Sontak semua para tamu kini menatap kearah suara tersebut yang dimana terlihat rombongan Arin yang duduk di sana.


Namun di lain sisi terlihat seorang pria yang ternyata juga ikut menatap kearah suara tersebut.


"Mamah?" Ucap seorang anak kecil yang melihat keberadaan gadis itu.


"Eng..!" gumam Pria itu yang ternyata Ardan yang merupakan salah satu tamu penting tersebut.


Arka yang sedari tadi di pimpin sang Papah sontak menatap Ardan dan kini berjalan menghampiri keberadaan Arin yang terlihat gadis itu masih di penuhi tatapan banyak orang.


"Tn Ardan, putra anda?" ucap Tn Sam kepada Ardan.


Ardan spontan mengikuti Arka yang berjalan menuju sebuah meja bulat, dan diikuti Tn Sam.


"Sombong sekali kau? ku rasa Suami mu bukan apa apa, melainkan pria miskin yang sama seperti mu!" ucap Tiara kepada Arin.


"Apa apaan kau ini, apa yang kau katakan?, kau tidak tau siapa suamiku jangan asal menuduh saja!" sahut Arin tak suka.


"Ra.. berhenti!" Sahut Jesika kepada Tiara.


"ck.. untuk apa berhenti, kau lihat gadis ini dia begitu sombong aku hanya ingin membantu suaminya tapi dia sok belagu seperti itu!" ucap Tiara.


"eng..!" belum sempat Arin melanjutkan perkataanya seketika suara seseorang kini terdengar disana.


"untuk apa diriku kau bantu?" sahut seseorang yang kini berdiri tepat disana.

__ADS_1


Spontan semua mata menatap kearah orang tersebut yang tiba tiba bersuara.


Tiara seketika terkejut mendapati Ardan yang kini tiba tiba ikut berbicara kepada nya.


"Apa yang ingin kau bantu?" sahut Ardan lagi yang kini menatap kearah Tiara.


Arin yang melihat kehadiran Ardan di sana seketika dirinya beranjak dari bangkunya, menatap tak percaya apa yang dirinya lihat.


"Mamah?" panggil Arka kepada Arin, yang kini membuyarkan semua tatapan orang.


"Arka?" panggil Arin yang kini melihat kearah anak kecil itu.


Sontak semuanya menatap tak percaya apa yang mereka lihat.


"Mamah?" gumam Tiara menatap kearah Arin dan anak kecil itu secara bergantian.


tap.. tap..


Arka seketika anak kecil itu beranjak menghampiri keberadaan sang Mamah di sana, Ardan yang menyadari kehadiran Arin kini dirinya menatap kearah gadis itu dan kini beralih menatap kearah Tiara.


"Siapa kau?" tanya Ardan kepada Tiara.


"eng.. saya Tiara Tuan, putri dari Tn Sam!" ucap Tiara memperkenalkan dirinya kepada Ardan dengan wajah tersenyum ramah.


Ardan spontan menatap kearahTn Sam yang berdiri tak jauh di sampingnya.


"bukan hal itu yang ku inginkan, apa yang barusan putri anda katakan? Saya bertanya apa yang ingin kamu bantu?" uacap Ardan sembari bertanya kepada Tiara.


"t tidak Tuan saya hanya berbicara pada gadis di samping saya saja! saya ingin membantu suaminya saja!" sahut Tiara sedikit gugup.


"oh.. membantu suaminya? bantuan apa yang kamu tawarkan untuk saya?" sahut Ardan dengan mata menatap tajam Tiara.


"T Tuan.. !" gumam Tiara bingung dengan perkataan Ardan.


"Saya suaminya bukankah kamu ingin membantu saya!" timpal Ardan lagi.


Tiara dan lainnya seketika terdiam mendengar penuturan dari Ardan.


"Papah?" panggil Arka kepada Ardan.


Ardan yang mendengar namanya di panggil sontak dirinya menatap anak kecil itu yang kini berada di gendongan Arin.


"Papah.. Arka mau pulang!" ucap Arka kepada Ardan.


"Mamah ayo pulang hiks... hiks..!" Pinta Arka lagi kepada Arin dengan suara khas anak kecil.

__ADS_1


"Yasudah kita pulang sayang, jangan nangis...nanti kita pulang, tunggu Papah selesai kerja ya, baru kita pulang!" ucap Arin kepada Arka sembari menenangkan anak kecil itu.


"Hiks.. hiks..!" Arka terus menangis sembari memanggil Ardan meminta sang Papah untuk pulang dari sana.


"Tn Ardan.. anda...!" belum sempat Tn Sam melanjutkan perkataanya seketika Ardan berbicara.


"tidak perlu Tn Sam, terimakasih atas undangannya saya mau pulang, putra saya mungkin sudah jenuh berada di keramaian seperti ini!" sahut Ardan kepada Tn Sam.


Tn Sam terdiam dan kini menganggukan kepalanya tampak di wajah pria itu ada rasa sedikit tak enak dan bersalah.


Ardan beranjak menghampiri Arin dan kini menggendong Arka.


"kami permisi dulu Tn Sam!" ucap Ardan.


"Tiara terimakasih undangannya, maaf jika aku tidak bisa menikmati acara mu saat ini!" ucap Arin dengan senyuman.


"Fin, gak papa ya ku tinggal duluan, bye!" ucap Arin kepada Fina.


"mmh yasudah.. lebih baik kau pulang Arin, bye!" sahut Fina kepada Arin.


Arin begitu juga Ardan kini mereka bertiga beranjak pergi dari sana, dengan penuh tatapan mata yang kini mengiringi kepergian mereka dari ruangan tersebut.


Namun lain sisi Tiara yang masih berdiam di sana, dengan mata tak percaya menatap jauh kepergiaan Arin dan Ardan.


"Tiara?" panggil Tn Sam.


"i iya Ayah!" sahut Tiara.


"Ikut dengan ku sekarang!" pinta Tn Sam kepada Tiara.


Tiara yang mendengar permintaan sang Ayah kini dirinya beranjak mengikuti pria itu menuju salah satu ruangan.


Sesampainya di sana, Tiara yang kini sudah tiba seketika dirinya di kejutkan dengan suara meja yang di pukul begitu keras.


prak...


"A Ayah?" panggil Tiara kepada Tn Sam.


"memalukan? apa yang kau lakukan, kau mengatakan tak seharusnya kau katakan, kau tau gadis yang baru saja pergi, dia istri dari CEO besar dan kau... kau malah memperlakukannya seperti itu!" ucap Tn Sam penuh dengan amarah.


"A Ayah.. maaf kan Ara ayah!" ucap Tiara kepada Tn Sam.


"ck.. percuma kau sekolah tinggi tinggi, jika otak mu rendah seperti ini!" timpal Tn Sam yang kini berlalu pergi meninggal kan Tiara sendirian di ruangan itu.


...☘️☘️☘️...

__ADS_1


...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...


__ADS_2