Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Kemarahan Ny Rita


__ADS_3

dengan wajah tak percaya dengan apa dirinya lihat.


"Apa yang terjadi?" Ucap Ny Rita melihat Arin di hadapannya.


dengan keadaan hamil besar, Ny Rita segera mengahampiri Arin dan kini memegang wajah gadis itu.


"Arin? Katakan kepada ibu.. apa yang terjadi?" Tanya Rita dengan tatapan menyelidik.


Ardan yang mendengar perkataan Ny Rita yang menyebutnya ibu seketika wajahnya berubah sedikit panik.


Arin kini beralih menatap Ardan yang diam disana, seraya menghampirinya.


"Nak? Apa kamu hamil?" Tanya Tn Kennan yang ternyata Ayah dari Arin.


Arin tak lansung menjawab perkataan ayah nya melainkan menatap sekilas Ardan yang kini berada di sampingnya, Tn Kennan dan Ny Rita seketika melihat kearah mereka berdua.


"eng.. Ayah, ibu... sebenarnya Arin...eng.. hamil" sahut Arin sedikit takut.


melihat kedua orangtuanya marah.


"apa?..siapa yang berani beraninya melakukan itu sama kamu?" Tanya Ny Rita terlihat sangat marah.


Ardan yang kini menatap Ny Rita dengan wajah yang dilihatnya sangat marah kini memberanikan dirinya untuk bersuara.


"maafkan saya tante" sahut Ardan seketika membuat Tn Kennan dan Ny Rita kini melihat kearahnya.


"apa yang kamu katakan?" Tanya Ny Rita.


"Ibu.. Mas Ardan ini suami Arin" sambung Arin seketika.


Tn Kennan dan istrinya kini menatap kaget Arin dengan apa yang mereka dengar.


"S suami?" Sahut mereka bersamaan dengan wajah masih tak percaya.


"baiklah ikut kami sekarang kerumah kalian dan jelaskan apa yang terjadi" ujar Ny Rita.


terlihat sangat marah seraya berjalan menuju luar Resort.


Ardan yang masih terlihat panik kini mencoba tenang.


"mas.. ayo" ujar Arin seraya menarik tangan Ardan menuju luar Resort.


kini mereka ber 4 telah berada di kediaman Azhendra, Di sisi lain Tn Hendrik dan Ny Aziah yang melihat sebuah mobil mewah.


yang begitu asing masuk kedalam kediaman mereka kini mereka turun kebawah memastikan siapa yang datang.


cklek..


suara pintu terbuka.


Ardan dan Arin kini mereka berdua bergegas masuk kedalam rumah dan diikuti Ny Rita dan juga Tn Kennan di sana.


Ardan yang masih terlihat sedikit panik kini dirinya benar benar harus berhadapan dengan situasi seperti ini.

__ADS_1


tak lama dari lantai atas terlihat Tn Hendrik dan istrinya kini beranjak mendekati Ardan dan Arin yang masih berdiri disana.


"siapa ya?" Tanya Ny Aziah menatap kearah Ny Rita yang kini berada di dalam rumahnya.


Ny Rita segera menatap kearah Ny Aziah.


"saya Rita, ibu dari Arin" jawab Ny Rita kepada Aziah.


Aziah kini menatap kearah mereka berdua yang masih diam mematung.


"oh.. lebih baik kita duduk dulu sekarang Ny" sahut Ny Aziah.


Ny Rita dan Tn Kennan kini duduk di sofa seraya menatap kearah putrinya, Arin yang menyadari tatapan itu segera menghampiri mereka.


Tn Hendrik dan Aziah kini juga ikut duduk disana dan di susul Ardan, terjadi keheningan yang cukup lama disana, seketika Ny Aziah membuka suara.


"apa yang membuat anda datang kemari Ny, Tn?" Tanya Aziah kepada mereka berdua.


"jelaskan kepada saya, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kalian bisa menikah?" Tanya Ny Rita kepada Ardan.


"eng.. Ibu mertua sebenarnya....!" Ardan seketika mengantungkan kalimatnya.


seraya berpikir apakah dirinya akan menceritakan kejadian itu kepada mereka semua.


"ibu.. ayah.. Arin bisa jelaskan, tapi.. ayah ibu janji, untuk tidak marah saat Arin menceritakan sebenarnya kepada kalian" sambung Arin kepada mereka berdua.


"sebenarnya..." ujar Arin yang kini menceritakan kejadian beberapa bulan lalu yang menimpanya.


ada rasa kecewa di wajah kedua orangtua itu, mendengar apa yang kini mereka dengar dari putri semata wayang mereka.


Ardan tertegun mendengar perkataan dari ibu mertuanya itu, Ny Rita seketika menatap Ardan yang kini duduk di hadapannya.


"aku tidak menyangka apa yang aku dengar, kalian memperlakukan putriku seperti itu" timpal Ny Rita dengan penuh amarah.


"maafkan saya ibu mertua" sahut Ardan seketika.


"maaf... maaf tidak bisa membuat semuanya menjadi lebih baik baik saja" ujar Ny Rita kepada Ardan.


srek..


Ny Rita seketika beranjak dari tempat duduknya dan kini menarik tangan Arin.


"kita pulang.. sekarang, ibu tidak mau kau seperti ini" sahut Ny Rita kepada Arin, sontak mereka semua menatap kearah wanita itu.


"ibu!" ujar Arin.


Ardan yang mendengar ibu mertuanya akan membawa Arin untuk pergi darinya seketika dirinya bersuara dan memohon untuk Arin tetap berada disana.


"tidak ada seorang ibu yang ingin melihat anaknya menderita, kau... kau membuat putri ku menderita" ujar Ny Rita lagi.


" Rita...?" ucap Tn Kennan mencoba menenangkan istrinya itu.


"ibu mertua... saya mohon, saya janji akan jaga Arin dan juga anak yang dikandungannya" ucap Ardan memohon.

__ADS_1


"ibu.. Arin tidak mau pulang, Arin mau sama mas Ardan disini" ucap Arin dengan tangisan.


"baiklah.. kau pilih ibumu atau suamimu?" Sahut Ny Rita seketika.


Deg..


Arin yang mendapati dirinya seperti ini hanya diam membisu,


"I Ibu...hiks.." sahut Arin tak percaya dengan apa yang dirinya dengar.


"katakan... siapa?" Ujar Ny Rita sedikit meninggikan nada bicaranya.


"baiklah..ikut sekarang" timpal Ny Rita menarik Arin menuju luar rumah itu.


Ardan yang melihat Arin seperti itu seketika mengahampiri mereka berdua.


"Arin.." panggil Ardan.


" mas Ardan hiks... hiks...ibu Arin mohon bu, Arin tidak mau pulang" ujar Arin menarik paksa tanganya.


Ny Rita seketika menatap putrinya itu.


"apa kamu mencintai suamimu?" Tanya Ny Rita kepada Arin.


Arin menganggukan kepalanya pertanda jawaban darinya, tampak dari luar kini semua telah berkumpul.


Fian dan Liam yang ternyata baru tiba dari perusahaan mereka.


kini melihat kejadian itu dirumah mereka, menatap heran apa yang terjadi.


Ardan kini mengahampiri Arin yang masih diam di sana, Arin yang kini tak berdiam tanpa suara.


seketika merasakan sesuatu di perutnya.


"akh..ahh" pekik Arin yang kini merasakan sakit yang teramat di perutnya.


Ardan yang mendengar Arin seperti itu seketika wajahnya terlihat panik.


"A Arin.. kamu kenapa?" Tanya Ardan panik.


Ny Rita begitu juga yang lainnya seketika mereka kini menatap Arin yang terdiam menahan sakit.


"nak? Apa yang terjadi?" Tanya Aziah dari arah belakang.


Arin seketika menangis menahan sakit di perutnya, Ardan yang mendapati Arin seperti itu, seketika dirinya terlihat sangat panik.


Ardan mendongak kan kepalanya menatap kearah bawah, terlihat cairan merah segar mengalir di sana.


"D darah!!" gumam Ardan tak percaya dengan apa yang dirinya lihat.


seketika semua mata kini tertuju kepada Arin, dengan darah yang masih mengalir.


Ardan spontan menggendong tubuh Arin dan membawanya menuju rumah sakit.

__ADS_1



__ADS_2