
***
beberapa hari telah berlalu, hari ini merupakan hari dimana pengangkatan Direktur dari L.C Group yang baru.
Arin dan teman temannya tengah sibuk bersiap siap untuk nanti malam, di Gorden Kartival, Arin dan para regu tim IT segera berangkat menuju Gorden Kartival untuk mempersiapkan acara.
Pukul 15.00
Arin dan Sari mereka berdua kini tengah sibuk melakukan dekorasi di ruang tersebut.
"Huh... melelahkan!!" Ucap Sari yang kini duduk di salah satu bangku, saat mereka tengah sibuk bersiap siap, tiba tiba ada seseorang yang menghampiri mereka berdua.
"apa kau sedang sibuk?" Tanya orang itu kepada mereka yang masih berdiam disana, Arin dan Sari seketika mengalihkan pandangannya kepada orang itu.
Deg...
"Tn Liam Azhendra?" Ucap Sari tak percaya melihat kehadiran Liam disana.
"hemm.. oh Arin, aku ingin berbicara empat mata kepadamu, bisakah kau ikut aku sebentar?" Ucap Liam seraya bertanya.
Arin menganggukan kepalanya dan kini beranjak mengikuti Liam dari belakang.
***
Di sebuah tangga darurat kini terlihat Arin dan Liam tengah berada di sana.
"ada apa Tn memanggil saya?" Tanya Arin kepada Liam.
"hemm jangan terlalu Formal seperti itu, panggil saja aku Liam, kedatangan ku mengajak mu kemari aku hanya ingin bertanya, apa kau sibuk nanti malam?" Tanya Liam kepada Arin.
Arin sedikit memikirkan sesuatu.
"hemm tidak Liam, aku tidak sibuk nanti malam!" Ucap Arin kepada Liam, Liam tersenyum dan seraya berkata.
"maukah kau jadi wanitaku malam ini?, aku ingin kau hadir di acar penting ini." tukas Liam seraya menunggu jawaban dari Arin kepadanya.
"Eng... tapi kenapa harus aku Liam, bukannya seorang Direktur punya Sekretaris pribadinya sendiri" ucap Arin yang kini menatap wajah Liam.
"hemm iya, tapi aku ingin kau yang ikut denganku, bisakan kau menerimanya Arin" Sahut Liam seraya membujuk Arin.
Arin menganggukan kepalanya dengan tersenyum di wajahnya.
"baiklah nanti malam aku jemput dirimu" ucap Liam sedikit senang dengan jawaban dari Arin.
Kini mereka berdua telah kembali keruangan, Liam beranjak ketempat lain untuk memeriksa semua perlengkapan untuk nanti malam.
pukul 19.00
__ADS_1
Arin kini beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap siap.
namun dari luar terdengar suara bell berdering, Sari yang masih berada di kamarnya segera beranjak menuju ruang tamu untuk memastikan siapa yang datang.
"malam Nona, ini ada paket atas nama Arin!!" Ucap pengantar paket kepada Sari, Sari menerima sebuah kotak itu.
"emm terimakasih" ucap Sari kepada pengantar paket itu, Sari segera kembali menuju kamar dimana disana sudah ada Arin yang baru saja selesai mandi.
"oh.. kau sudah selesai ternyata, ini ada paket untuk mu?" Ucap Sari kepada Arin seraya meletakan paket di atas kasur, Arin segera membuka paket itu.
"Apa ini?" ucap Arin terlihat bingung.
"sebuah gaun?" Ucap mereka bersamaan, Arin seketika melihat selembar kartu disana dan membacanya.
Sari yang penasaran juga ikut membaca isi dari pesan tersebut.
"jadi ini dari Tn Liam untuk mu?, wah.. sungguh ini indah, jadi apa kalian benar benar akan jadi pasangan malam ini wahh?" ucap Sari terlihat tak percaya.
Arin menatap gaun itu dengan tatapan kosong, dan segera beranjak kekamar ganti untuk memakai gaun itu.
Beberapa menit Arin kini telah selesai bersiap siap, dan seraya keluar dari dalam sana
" wah.. lihat dirimu, kau begitu cantik" ucap Sari seraya memutar tubuh Arin kesana kemari.
"sudah sudah.. aku pusing" Sahut Arin yang sudah merasa pusing, tak lama suara bell berbunyi, Arin dan Sari segera beranjak keluarbdari kamar menuju ruang tamu.
Cklek...
dia adalah Liam, Liam seketika tertegun melihat apa yang kini berada di hadapannya.
Liam tidak bergeming sedikitpun dan masih menatap kagum Arin yang kini berada di hadapannya.
"eng...Liam?" Panggil Arin membuyarkan lamunan Liam.
"eng..oh kau sudah selesai, baiklah kita pergi sekarang" ucap Liam seraya menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.
Arin menganggukan kepalanya dan kini mereka beroamitan dengan Sari.
Di depan Apartement terlihat sebuah mobil mewah terparkir disana, Liam membawa Arin menggunakan mobilnya dan segera menuju Gorden Kartival.
dimana acara tersebut di adakan, kini mereka berdua telah tiba disana, anak buah Liam segera membukakan pintu mobil untuk Tn nya dan juga Arin.
Arin merasa tidak enak saat berada disana, dengan status yang begitu berbeda di pikirannya, bersama dengan Liam saat ini.
Liam memperhatikan Arin yang terdiam kini mengulurkan tangannya seraya ingin mengandeng tangan Arin di lengannya.
"apa yang kau pikirkan, kau terlihat cantik malam ini, mari.. kita masuk sekarang"ucap Liam kepada Arin dengan senyuman.
__ADS_1
Arin tersenyum seraya melingkarkan tangannya kelengan Liam kini mereka masuk kedalam Gorden Kartival.
terlihat disana banyak sepasang mata melihat kearah datanganya mereka berdua, Arin sedikit risih dirinya menjadi pusat perhatian bagi banyak tamu yang berada disana.
"Ck.. bagaimana bisa gadis itu menjadi pasangan Tn Liam malam ini?" Ucap Jesika yang ternyata juga hadir disana melihat Arin yang datang bersama Liam disisinya.
"hei.. siapa gadis itu, apa dia kekasihnya Tn Liam? Tapi Tn Liam tidak pernah mempublis kan hubungannya!" Ucap para wanita yang tengah asik membicarakan mereka berdua.
Liam hanya diam dan menikmati suasana malam itu, Arin yang menyadari para tamu membicarakannya sedikit tak enak dan Risih saat berada disana.
"ck, kenapa mereka melihat ku seperti itu!" Ucap Arin pelan. Tak lama kini acara malam itu telah dimulai Tn Hendrik melangkah maju menuju podium untuk membuka acara sebagai CEO dari D.C Group.
Setelah Tn Hendrik selesai berpidato kini giliran Liam menuju podium
"baiklah aku akan segera kesana, kau tunggulah aku sebentar." Ucap Liam kepada Arin, Arin menganggukan kepalanya, Liam segera berjalan menuju Podium dan memulai pembicaraan.
Beberapa menit kemudian Arin kini beranjak pergi menuju kekamar kecil untuk merapikan pakaiannya.
***
Cklek ....
Deg...
Arin terkejut atas kehadiran Jesika yang kini berada di luar kamar kecil itu, Arin ingin beranjak meninggalkan Jesika namun di cegah begitu saja oleh Jesika.
"ck.. berani sekali gadis seperti mu, bisa bisanya menjadi wanita Tn Liam malam ini." Ucap Jesika kepada Arin.
"lalu.. apa kau tidak suka hem?" sahut Arin melepaskan gengaman itu.
"ck.. berani berani nya kau..." belum sempat Jesika melayangkan tamparan kewajah Arin seketika seseorang menegur mereka berdua
" hei.. kenapa kalian berdua berada disana?" Panggil seorang satpam kepada mereka berdua.
Jesika seketika menghentikan tindakannya dan kini menatap tajam Arin seraya berlalu pergi dari sana.
Arin hanya diam dan kini kembali menuju ruangan dimana acara tersebut sedang berlangsung.
"Arin.. kau dari mana saja? Aku mencarimu?" tanya Liam yang ternyata telah berada disana sembari menunggu Arin.
"Maaf Liam, tadi aku ke kamar kecil sebentar" jawab Arin.
"Baiklah kalau begitu, hemm mari ku perkenalkan dengan kedua orangtua ku" ucap Liam kepada Arin, Arin seketika terbelalak kaget mendengar perkataan Liam.
"Apa?" ucap Arin kaget.
"hemm kenapa?, jika mereka bertanya kau sekretarisku" jawab Liam kepada Arin.
__ADS_1
"oh... baiklah!" Liam segera menarik tangan Arin lembut dan mengajak nya menemui kedua orangtuanya.