Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Kembali pulang


__ADS_3

Januari 24/20**


Bandara Internasional Tiongkok


"bagi penumpang pesawat X731R Swiss - Tiongkok di mohon kan bagi para penumpang untuk menuju pintu jalur B"


trak... trak.. suara langkah kaki yang kini beranjak menuju luar sebuah pintu jalur B.


Tampak seorang gadis yang kini terlihat tengah hamil 3 bulan dan bersama anak kecil yang berusia 1 tahun lebih, gadis itu ialah Arin yang kini sudah pulang dari Swiss.


Arin yang kini tengah berada di sebuah bangku penunggu tampak dari arah jauh terlihat seorang pria yang kini berjalan menghampiri gadis itu dan seorang anak kecil.


"Sayang?" panggil pria itu yang ternyata Ardan.


Arin spontan menatap keberadaan pria itu yang kini berdiri tepat di hadapannya, Arin menatap senyum sosok Ardan yang baru saja selesai mengambil koper mereka.


"apa kamu lelah?" tanya Ardan dengan tangan yang mengusap lembut wajah gadis itu sembari berjongkok di hadapan gadis itu.


"Hmm tidak Mas, Arin tidak lelah lagi kok.." jawab Arin yang kini beranjak bangun dari bangku tempatnya duduk.


Dan diikuti Ardan yang kini juga beranjak dari sana.


Namun secara bersamaan terdengar suara deringan handphone, Arin yang menyadari suara tersebut kini dirinya bergegas meraih handphone nya dan terlihat sebuah pesan dari sahabatnya yaitu Fina.


"Arin? aku merindukan mu! Sudah berapa lama kita tidak bertemu? aku harap kau masih mengingat sahabat mu yang cantik ini!" Tulis Fina dalam sebuah pesan kepada Arin.


"ya.. aku masih mengingat mu, kenapa? ada sesuatu?" tanya Arin kepada Fina.


"mmh ya, apa kau bisa keluar nanti siang, aku ingin mengajak mu bertemu apa kau bisa?" ucap Fina sembari bertanya.


"Apa Tuan Ardan mengizinkan mu untuk pergi?" timpal Fina lagi.


Arin tidak langsung membalas pesan tersebut melainkan menatap Ardan yang kini masih berdiri di sampingnya, Ardan yang menyadari tatapan tersebut seketika pria itu bersuara.


"apa?" tanya Ardan yang kini menatap kearah Arin yang dimana gadis itu masih menatap dirinya.


"Arin boleh keluar gak hari ini?" tanya Arin kepada Ardan.


"Kamu tidak lelah baru pulang dari Swiss, sekarang mau pergi! kamu perginya sama siapa?" tanya Ardan menerka.


"tidak Mas, Arin tidak lelah, Arin perginya sama Fina Mas!" jawab Arin.


"mmh.. baiklah tapi pulangnya jangan malam malam, ingat kamu lagi hamil." ujar Ardan kepada Arin.


Arin tersenyum sembari menganggukan kepalanya dan segera dirinya membalas pesan itu kembali, dan kini mereka bertiga beranjak keluar dari bandara itu menuju kembali kekediaman mereka.


Di luar bandara, Tampak dari kejauhan Romi yang kini sudah berada di sana, Ardan dan Arin beranjak menemui Romi yang sudah menunggunya di sana.


"Selamat siang Tuan, Nyonya!" ucap Romi kepada Ardan.

__ADS_1


"mmh.." sahut Ardan


"Romi bagaimana dengan kak Fian dan Sofia? Aku ingin tau jenis kelamin dari anak kak Fian?" tanya Arin kepo.


"Nona Sofia melahirkan anak laki laki Nyonya." Jawab Romi kepada Arin.


"wah.. benarkah, Arka punya sepupuh laki laki!" ucap Arin yang kini tersenyum kepada anak kecil yang tengah di pimpinnya.


"Hmm...lebih baik kita masuk sekarang!" ucap Ardan kepada Arin.


mereka bertiga kini beranjak masuk kedalam mobil itu, Romi yang sudah siaga di bangku pengemudi kini dirinya bergegas melajukan mobil itu menuju kembali ke Shanghai.


Di sepanjang perjalanan Arin yang sering kali merasa lelah kini terlihat gadis itu tengah tertidur di bangkunya, Ardan yang menyadari Arin sudah tertidur pulas, kini dirinya bergegas menyelimuti tubuh gadis itu dengan sebuah Coad milik dirinya.


Selang beberapa lama, di sebuah rumah milik keluarga Azhendra, tampak sebuah mobil mewah kini memasuki perkarangan rumah itu.


Ardan dan Arin yang kini sudah tiba di sana, tampak Arin yang masih tertidur pulas di bangkunya, tak bergeming sedikit pun untuk bangun dari tidurnya.


Ardan yang kini melihat Arin yang masih tertidur, dengan iseng Ardan mencolek hidung Arin dan sekali kali mencubit lembut hidung gadis itu.


Arin yang merasakan sesuatu yang menyentuh hidungnya kini gadis itu membuka kedua matanya menatap samar Ardan yang kini tengah tertawa gemas melihat gadis itu.


Plak..


Arin seketika memukul pelan tangan Ardan dan sembari menatap jengkel pria itu.


"mmh.. Arin masih ngantuk Mas!" ucap Arin yang kini mengubah posisinya menghadap kedepan dengan mata yang kembali terpejam.


"Sayang.. ?" panggil Ardan meminta gadis itu untuk bangun.


"Gendong!" Pinta Arin kepada Ardan.


"Gendong? kamu berat loh yang!" Sahut Ardan.


"gak mau turun kalau begitu!" ujar Arin yang kini membenamkan kepalanya menggunakan jacket Coad.


"yaudah yaudah..!" sahut Ardan mengiyakan.


Ardan beranjak keluar dari mobil dan kini meminta Romi untuk membawa Arka masuk kedalam rumah.


Ardan yang kini sudah berada di pintu yang dimana Arin berada, seketika pria itu menggendong tubuh gadis itu dan membawanya masuk kedalam rumah.


Namun saat keduanya itu sudah berada tepat di loby rumah, namun dari arah lantai atas terdengar suara seseorang yang kini memanggil mereka berdua.


"Nak? Kalian sudah pulang?" panggil Mamah kepada mereka berdua.


Ardan spontan menatap kearah Mamahnya yang kini beranjak menghampiri keduanya itu.


"Arin kenapa? apa dia sakit? atau..." tanya Mamah kepada Ardan.

__ADS_1


"tidak Mah.. Arin... cuma tidur!" jawab Ardan kepada Mamahnya.


Aziah seketika membuka coad itu yang menutupi wajah Arin, yang dimana terlihat Arin yang sudah tertidur kembali.


"huh.. apa selama kalian di Swiss, Arin seperti ini?" tanya Aziah kepada Ardan.


Ardan tak langsung menjawab perkataan Mamahnya melainkan kini dirinya menidurkan Arin di sebuah sofa di sana.


"Mamah tau.. bahkan di sana Arin juga malas untuk mandi!" ujar Ardan.


Aziah seketika menatap tak percaya dengan apa yang putranya itu katakan.


Bruk..


Ardan seketika menjatuhkan tubuhnya di sofa sembari bersandar di sana.


"mau Mamah buatkan kopi atau teh ?" tanya Aziah kepada Ardan.


"teh aja Mah!" sahut Ardan.


Aziah segera memanggil bibik untuk membuatkan teh untuk Ardan.


"buat kan teh ya bik, sekalian siapkan makan malam juga!" Pinta Aziah kepada bibik.


"baik Nya!" sahut bibik yang kini berlalu menuju dapur.


Namun dari arah lantai atas terlihat Fian yang kini baru saja keluar dari kamarnya, Fian yang baru menyadari kehadiran Ardan sontak dirinya beranjak menghampiri pria itu.


Brukk..


Ardan yang mendapat pukulan kecil di bahunya spontan pria itu menatap kearah orang tersebut.


"kak Fian?" Panggil Ardan.


"Sudah pulang? gimana liburannya nambah lagi gara gara, harus bertemu klien dan investor dari Swiss hahah." ucap Fian mengejek.


"enak kamu Fian pulang duluan, lah aku harus nunggu 2 minggu lagi buat pulang!" ucap Ardan kepada Fian.


"hahah... gak papa kan nambah liburan buat honeymoon berduaan di Swiss!" ucap Fian mengejek.


"suka sekali kau mengejek ku ya kak!" ucap Ardan dengan tersenyum paksa.


"tapi.. lancar bukan, soal perkembangan bisnis mu, apa lagi ku dengar investor dari Swiss juga memiliki peluang besar dan bekerja sama dengan perusahaan terbesar di Kington!"


"Ayah mertuaku maksud mu!" Timpal Ardan.


...☘️☘️☘️...


...𝐩𝐚𝐫𝐭 𝐛𝐨𝐧𝐮𝐬 𝐭𝐢𝐦𝐞...

__ADS_1


__ADS_2