
Namun alih alih, seketika rombongan itu kini beranjak menghampiri keberadaan Arin dan Fina yang dimana keduanya itu yang kini tengah menikmati makan siang mereka.
Namun tanpa mereka berdua sadari seketika salah satu di antara gadis tersebut kini memukul keras meja tempat mereka berdua berada.
Arin dan Fina seketika kaget mendapati meja mereka yang di pukul begitu saja.
Arin spontan mengalihkan pandangannya kearah orang yang kini berdiri tapat di hadapan mereka berdua.
" hello, gadis gadis cupu, kalian tau, kalian itu duduk di mejanya kita " ucap salah satu dari mereka.
Arin dan Fina seketika mereka berdua saling pandang satu sama lain.
" maaf, bukannya ini khusus semua siswa bukan, lalu kenapa kau tidak mencari tempat lain saja, kami sudah menempatinya terlebih dahulu " ucap Arin kepada mereka.
" ho.. apa kalian mencoba menentang kami, hemm..? gadis seperti kalian itu tidak pantas duduk disini "ucap salah satu mahasisiwi itu, yang kini mencoba mendorong tubuh Arin dengan sangat keras, dan seketika membuat Arin jatuh kelantai.
" ups.. sorry!! " timpal gadis itu dengan aksen suara di buat buat.
Arin mendengus kesal begitu juga Fina, namun Arin tidak berencana untuk melawan mereka saat ini melainkan dirinya memilih pergi dan menghindari masalah, namun saat mereka hendak pergi, tiba tiba tas milik Arin di rampas begitu saja.
Arin yang merasakan tasnya di rampas oleh salah satu gadis gadis itu, dengan mata kini menatap apa yang akan dilakukan oleh mereka terhadap dirinya.
sontak Arin tertegun menatap seluruh isi tas miliknya di hamburkan begitu saja oleh gadis gadis itu, namun salah satu di antaranya kini mengambil ponsel Arin, dan seketika menjatuhkannya begitu saja, menyebabkan ponsel tersebut mati total akibat benturan yang begitu keras.
" apa yang kau lakukan? " Tanya Arin yang sudah mulai terlihat marah.
" ck.. tas mu sangat murah, bahkan ponsel mu ini murahan hahah" ucap salah satu dari mereka.
" kau benar Jes, bahkan kau lihat mereka berdua begitu menjijikan " timpal salah satu teman nya Jesika.
Arin yang sudah terlihat marah, dan tak terima dirinya di perlakukan seperti itu seketika dirinya kini mengambil alih ponsel milik Jesika dan membantingnya begitu saja kelantai.
seketika semua mata terbelalak kaget melihat kearah Arin yang begitu berani melakukan tindakan seperti itu kepada Jesika.
yang merupakan salah satu anak dari pengusaha itu. Jesika terlihat tampak marah dan melayangkan tamparan kewajah Arin dan menimbulkan bekas tamparan diwajahnya.
Fina yang melihat kejadian itu segera melerainya dan sembari membawa Arin untuk pergi dari sana.
Saat mereka berdua telah sampai di sebuah taman Fina segera memberika ari minum untuk menenangkan Arin.
" terimakasih Fin " ucap Arin yang kini mengambil air mineral tersebut yang di berikan Fina kepadanya.
__ADS_1
Fina menganggukan kepalanya, dan mencoba menengkan Arin.
" hh.. dasar gadis tidak tau diri, dia merusak ponsel ku begitu saja " gerutu Arin.
" sudahlah Rin, nanti selesai kuliah kita pulang kerumahku, kau boleh menginap disana, jika kau mau? " Sahut Fina kepada Arin,
" hemm baiklah " jawab Arin singkat.
pukul 16.00 soreh
mereka berdua telah pulang dari kampus dan kini menuju ke Apartement milik Fina, saat mereka berdua telah tiba.
Arin segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur milik Fina, sembari menatap langit langit kamar tersebut.
" Rin, kamu mau makan? " Tanya Fina kepada Arin yang masih berada di atas kasur.
" hmm, tapi apa kau bisa memasak? " Tanya Arin balik.
" hehe.. nggak, kan kamu bisa masak. " ucap Fina sembari terkekeh,
" hmm yaudah, kalau begitu mau makan apa?, ada bahannya kan didapur? " Tanya Arin seraya mengubah posisi tubuhnya yang kini menjadi duduk di kasur.
" ada kok... ayo kita kedapur " ajak Fina yang kini berjalan terlebih dahulu menuju dapur, dan di ikuti Arin di belakangnya.
di ikatnya rambut setinggi mungkin agar tidak mengganggu saat dirinya tengah memasak.
Arin memotong bahan bahan dan setelah itu menumisnya, tercium bau yang sangat menggiurkan.
Saat dirinya telah selesai Arin segera meletakan makanan yang sudah dirinya masak di atas meja makan, dan menyantapnya bersama Fina, mereka makan malam berdua sembari mengobrol.
pukul 20.00.
Arin kini beranjak untuk membersihkan tubuhnya, dan mengganti pakaiannya menggunakan pakaian milik Fina, saat mereka telah selesai membersihkan tubuh mereka.
Arin kini beranjak menuju balkon kamat Fina, sembari duduk di sana, dan menghabiskan waktu mereka dengan bercerita satu sama lain.
namun saat mereka tengah asik tertawa, tiba tiba dari arah pintu ruang tamu terdengar sebuah suara seseorang yang kini mengetuk pintu apartement tersebut, Arin dan Fina seketika terdiam sejenak dan memastikan apa suara itu masih ada atau tidak.
Arin berinisiatif untuk melangkah menuju ruang depan melihat siapa yang datang.
cklek...
__ADS_1
Arin membuka pintu tersebut dan memastikan apa kah ada seseorang yang datang malam malam begini.
" hh mungkin salah mengetuk pintu saja " gumam Arin yang kini berencana menutup kembaki pintu Apartement itu, namun seketika.
Deg...
sesuatu yang kini mencoba menghadang pintu itu, Arin mendongak kan wajahnya melihat apa yang terjadi, sebuah sepatu milik seseorang kini berada tepat di balik pintu tersebut, Arin menatap bingung sepetu tersebut.
Namun tak lama seketika pintu tersebut didorong begitu saja dari luar dan tampak seorang pria tampan yang berada di ambang pintut itu dengan wajah dingin tanpa senyum sedikit pun yang terhias di bibirnya, pria tersebut tak lain Ardan yang kini baru saja tiba di sana.
" ternyata kau disini " ucap Ardan dingin dengan wajah terlihat sedikit kesal, Arin membulatkan kedua bola matanya melihat apa yang ada di hadapannya.
saat dirinya hendak berbalik untuk kabur, namun dengan cepat Ardan menarik Arin dan menghentikan langkah gadis itu.
" T tuan lepaskan aku " Pinta Arin yang kini menghadap kearah Ardan.
" hh.. kenapa? Apa kau mencoba kabur lagi hh, jangan pernah kau berpikir untuk kabur dariku " ucap Ardan yang kini menatap lekat Arin.
namun saat bersamaan, Fina datang dari dalam kamar menuju luar untuk mencari keberadaan Arin yang tak kunjung kembali, saat Fina sudah tiba disana.
Fina seketika terdiam melihat apa yang terjadi, seorang pria yang tengah berada di apartement miliknya, Fina bergegas menuju arah Arin dan sembari bertanya.
" Arin.. siapa laki laki ini, apa dia mencoba menyakitimu hh? " Tanya Fina yang ingin memukul Ardan.
namun dengan cepat, Arin berkata kepada Fina tentang siapa laki laki yang kini berada di hadapannya.
" Oh.. maafkan saya Tuan " ucap Fina sedikit menundukan kepalanya karena rasa bersalah.
" Aku tidak mau ikut bersamamu biarkan aku disini " ucap Arin merengek.
" tidak bisa, kau harus ikut bersamaku " jawab Ardan bersikuku, Arin mendengus kesal dan menghentakan kakinya.
" baiklah aku akan pergi bersamamu, tapi biarkan aku mengambil barang barangku terlebih dahulu, kau tenang saja aku tidak akan kabur darimu " ucap Arin meyakinkan pria itu.
Ardan tak menyahuti perkataan Arin dan segera menyuruh gadis itu untuk mengambil barang barang miliknya.
" Fin.. aku pulang duluan ya, thanks atas tawarannya " ucap Arin kepada Fina.
Fina menganggukan kepalanya dan kini beralih menatap kearah Ardan dengan tatapan penasaran.
" Rin, kamu udah putus sama Roy? " Tanya Fina pelan namun bisa di dengar, Ardan yang mendengar perkataan dari Fina.
__ADS_1
kini mengalihkan pandangannya kearah gadis gadis itu, sembari mendengar jawaban dari Arin.
...***...