
Setelah kepergian Bella begitu juga Arka yang telah meninggalkan ruangan tersebut, tak lama Tn Ge, yang dimana pria itu kini tengah mendapat sebuah panggilan dari seseorang yang kini menghubungi nya.
Namun saat pria itu tengah menatap kesebuah layar ponsel miliknya, dan terlihat sebuah nama seseorang kini tertera di layar ponsel tersebut, seketika pria itu kini mengangkat panggilan itu sembari berbicara kepada seseorang yang tengah menghubunginya saat ini.
♫︎♫︎♫︎
trut... trut...
" Halo? " ucap Tn Ge yang telah terhubung dalam sebuah telpon.
" mmh.. Baiklah! " ucap Tn Ge yang kini mengakhiri panggilan tersebut.
dan kini dirinya segera berlalu pergi meninggalkan ruangan itu bersama anak buahnya, yang kini berjalan di belakang pria itu.
" tuan mau kemana? " tanya anak buah Tn Ge, kepada dirinya.
" ikut saja! " ucapnya dan beranjak menuju sebuah parkiran di perusahaan tersebut.
Selang beberapa menit, menuju parkiran, Sesampainya dirinya di sana, tepat berada di depan sebuah mobil berwarna hitam, Tn Ge yang kini menatap kearah dimana mobil tersebut terpakir dan tampak terlihat dari dalam mobil itu seseorang tengah berada di dalam sana.
Bamm...
Suara pintu mobil di tutup begitu saja dari seseorang.
tampak terlihat, seorang gadis baru saja keluar dari balik mobil tersebut, dan kini berlalu menghampiri sosok pria yang tengah berada tepat di hadapannya.
Tn Ge yang melihat keberadaan gadis itu hanya diam sembari tersenyum dengan penuh arti.
" Tn Ge.... ! " ucap gadis itu dengan diiringi deruan tepuk tangan kecil dari gadis itu.
" oh... Maksudku, Giyel Syter.. tak ku sangkah kau kemari dan berencana bekerja sama dengan perusahaan ini! " ucap gadis itu kepada Tn Ge yang ternyata Giyel.
Giyel sontak tertawa kecil dan kini menatap intens sosok wanita tersebut yang begitu dekat dengannya.
__ADS_1
" hh.. Kau tenang saja, aku tidak akan bersusah paya meminta pria itu untuk memberikan mu kepadaku! " ujar Giyel dengan wajah tersenyum smrik.
Sontak Gadis itu kini menatap lekat kedua mata pria itu, dengan tatapan yang sulit dimengerti.
" apa yang kau maksud? " tanya Gadis itu.
" mm? bukan kah kau ingin kembali dengan kekasihmu itu Tasyah, maka dari itu aku melepaskan mu sekarang, kurasa ada yang lebih menarik untuk ku perjuangkan saat ini. " tukas Giyel kepada gadis tersebut yang tak lain Tasyah.
yang ternyata gadis itu menghampiri keberadaan Giyel di saja, sesaat dirinya mengetahui pria itu saat ini tengah berada di negara tersebut.
" siapa yang kau maksud? " tanya Tasyah penasaran akan siapa yang Giyel katakan.
" gadis yang cantik, ku rasa Arka juga menyukai gadis itu, Dan kau juga tau siapa gadis yang ku bicarakan saat ini. " ucap Giyel lagi.
Tasyah sontak menatap tajam kearah Giyel, dengan wajah tak percaya dengan apa yang dirinya dengar.
" apa yang kau katakan itu Bella?, gadis yang mencoba merebut Arka dari ku. " sahut Tasyah yang kini berpikir.
" ya, namanya Bella! " sahut Giyel.
sontak Tasya kini berteriak sedikit keras di sana, sembari menatap nanas kesebuah mobil miliknya dan kini beranjak pergi meninggalkan parkiran tersebut.
Namun di lain sisi, di sebuah ruang kerja milik Arka, yang dimana tampak terlihat, Arka yang kini tengah berada di ruangan kerjanya bersama dengan seorang gadis yang tak lain Bella yang kini tengah berdiri sembari menatap kearah pria tersebut yang duduk di balik meja di hadapannya.
plak..
Arka seketika memberikan sebuah map berwarna coklat muda di meja di hadapan gadis itu, Bella yang begitu terlihat bingung akan map tersebut kini dirinya segera mengambilnya sembari membaca sesuatu yang tertera di sebuah lembaran kertas putih yang terdapat di balik map tersebut.
" eng, apa ini kontrak kerja tuan Giyel pak Arka? " tanya Bella sembari menatap sekilas Arka yang kini masih menatap dirinya.
" mmh " sahut Arka.
" lalu apa yang harus saya lakukan? " tanya Bella.
__ADS_1
" buat beberapa schedule, setelah itu kamu berikan kepada tuan Ge, agar dia bisa memahami jadwal shoot nya " ucap Arka kepada Bela.
Bela yang mengerti maksud perkataan Arka, kini gadis itu menganggukan kepalanya dan menutup kembali map tersebut sembari berpamitan kepada pria itu untuk kembali bekerja.
" baiklah, kalau begitu saya akan mengerjakan ini terlebih dahulu " ucap Bela yang kini menuju meja kerjanya yang berada di sisi ruang lain di perusahaan tersebut, dengan diiringi tatapan dari pria itu.
setiba Bela di ruangannya, Bela kini bergegas mengerjakan sebuah Schedule sembari membuat beberapa Timeline untuk jadwal mending sekaligus jadwal pertemuan yang akan di adakan beberapa bulan sekali.
" gini nih, nasib jadi sekretaris, apa apa semuanya harus di handle sendiri, kalo tidak.... aargh " ucap Bela seketika terhenti saat seseorang kini beranjak masuk keruangan nya secara tiba tiba.
Bela sontak kaget dan sedikit berteriak, menatap kearah orang tersebut yang kini juga ikut menatapnya.
" kenapa teriak muluk dari tadi? apa saya terlihat seperti hantu? atau monster? " ucap orang tersebut tak lain Arka yang kini berada di sana.
" eng.. heheh gak ada pak, cuma kaget aja kok " ucap Bela dengan tersenyum kikuk.
" begini, malam ini kita ada meeting sekaligus pertemuan di hotel Winter Glasy, ingat saya jemput jam tujuh mengerti " ucap Arka kepada Bela.
" eng.. bagaimana kalau saya aja yang jemput pak Arka, gimana pak ar.... " belum sempat Bela melanjutkan perkataanya seketika Arka menyela perkataan itu begitu saja.
" jangan membantah perkataan saya, lakukan apa yang saya katakan " tukas Arka yang kini berbalik meninggalkan ruangan Bela begitu saja.
Namun saat pria itu hendak menutup kembali pintu ruangan itu, Bela yang masih menatap karah Arka yang kini hendak pergi, seketika gadis itu di kejutkan dengan suara Arka yang berbicara sembari menatap kembali Bela yang tengah menatap kaget pria itu.
" saya dengar apa yang kamu katakan barusan " ucap Arka kepada Bela.
Bela seketika terdiam paku, dan kini mengingat kembali akan perkataanya barusan sesaat pria itu yang mencoba masuk kedalam ruangannya.
Bela seketika tersenyum kikuk, sembari meletakan kepalanya di atas meja kerjanya menahan rasa malu yang begitu terlihat jelas di wajahnya yang memerah.
" *bisa bisanya aku berbicara seperti itu barusan, kenapa pak Arka pakai acara denger semuanya huhuhu " gumam Bela.
" ahh memalukan sekali hidupku " timpak Bela yang kini menengkup wajahnya di atas meja kerjanya*.
__ADS_1
...***...