Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Dalang Dari Semua Rencana Kejahatan


__ADS_3

"Nadia? Apa yang kau lakukan?" Tanya Arin yang kini menahan tangan Nadia.


"ck... kedatangan ku kemari hanya ingin mebuatmu menderita atas apa yang kau lakukan" ucap Nadia.


"Roy...?" panggil Arin kepada Roy, Roy hanya diam dan kini berlalu menuju lantai atas.


dan diikuti Nadia dengan tangan masih memegang kuat Arin, saat mereka telah berada di lantai Atas.


terlihat seorang pria yang kini tengah berdiri menghadap sebuah jendela.


"Aku sudah membawanya kemari? berikan uang itu kepadaku" ucap Roy kepada pria itu.


"ck... kau tenang saja, aku akan meberikannya kepadamu" jawab pria itu seraya membalikan tubuhnya.


pria itu seketika menatap kearah Arin dan seraya tersenyum kearahnya.


"aahh penantian ku akhirnya, membuat Ardan menderita kini terpenuhi juga?" ucap pria itu kepada Arin.


Arin yang kini melihat wajah pria itu seketika wajahnya terlihat bingung dengan apa dirinya lihat.


"siapa kau?" ucap Arin menatap kearah orang itu.


"ck.." pria itu berjalan mengahampiri Arin dan kini menatap kearahnya.


"kau tau... saat kehadiranmu berada disisi Ardan membuat semua rencana ku gagal sia sia" ucap pria itu.


ternyata Tn Difya yang kini menatap Arin dengan senyum penuh Arti.


"apa yang kau lakukan? Tuan? apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Arin kepada Tuan Difya.


"ck..kau tau, aku bersusah paya untuk membuat nya menderita,tapi kau... kau datang dalam kehidupannya" ujar Tn Difya kepada Arin.


"hh... aku tidak menyangka Ardan akan bertemu dengan wanita seperti mu, aku bahkan telah menjebaknya dengan cara menggunakan wanita lain sebagai umpannya, namun apa yang kulihat... mereka semua selalu gagal" ucap Tn Difya yang kini beralih menatap jauh kearah jendela.


"Roy?" Panggil Arin tak percaya melihat apa yang di hadapannya, peria yang dulu pernah dicintainya.


kini malah mejadi bagian dari semua ini, Arin kini beralih menatap Nadia.


"kenapa? Kenapa kau menatap ku seperti itu, apa yang kau pikirkan?" Ucap Nadia yang kini membalas tatapan itu.


"apa ini yang dinamakan cinta? Kau bahkan juga berada disini untuk menghancurkan Ardan?" Ucap Arin kepada Nadia.


"ck.. kau pikir apa yang aku mau hah? Kau lihat pria itu, pria yang memiliki begitu banyak properti" ucap Nadia kepada Arin.


"namun saat kehadiran mu, usaha ku gagal untuk membuatnya bertunangan dengan ku" timpal Nadia lagi.


Arin seketika menggelengkan kepalanya tak percaya dengan semua yang dirinya dengar.

__ADS_1


"baiklah... kurasa misi ku kali ini akan berjalan sempurnah, menghancurkan hidup Ardan, dengan cara menyakiti orang yang paling dia cintai!" Ucap Tn Difya yang kini menatap kearah Arin seraya menghampirinya.


Arin melihat pria itu yang berjalan kearahnya sontak mengundurkan tubuhnya.


***


namun di sisi lain, Ardan yang sudah pulang dari kantor dan kini sudah berada di rumahnya menatap kosong seluruh penjuru kamar itu.


"Arin?" panggil Ardan yang kini menatap seluruh ruangan itu, Ardan beranjak menuju kamar mandi, namun tidak ada gadis itu disana.


"dimana dia?" Ucap Ardan seraya berpikir, Ardan beranjak menuju luar seraya meneriaki nama Arin.


namun dari lantai bawah Aziah yang baru saja tiba dari belakang mendengar teriakan dari Ardan seketika menghampirinya.


"Ardan? Kenapa kamu teriak teriak? Tukas Aziah yang kini melihat kearah Ardan yang berdiri di barisan anak tangga.


"Mah..Mamah liat Arin?" Tanya Ardan kepada Mamahnya.


"bukannya tadi Arin kedapur setelah membuatkan mamah Teh" jawab Aziah kepada Ardan.


"ck..Rom...lacak ponsel Arin sekarang" tukas Ardan kepada Romi, "Baik tuan!" jawab Romi.


seraya mengeluarkan handphone nya dan kini melakukan pelacakan pada handphone milik Arin.


tak cukup waktu lama kini Romi telah menemukan keberadaan Arin melalu sistem pada ponselnya.


"apa? Kenapa dia berada disana?" ujar Ardan.


"Ardan apa yang terjadi?" Tanya Aziah yang tak mengerti dengan perkataan mereka berdua.


"Mah.. mamah ikut Ardan sekarang" ucap Ardan kepada sang Mamah.


seraya membawa mamahnya menuju mobil, Kini Ardan,Aziah dan begitu juga Romi bergegas menuju ke Villa dimana Arin saat ini berada.


***


namun di sisi lain Arin yang kini berada di sebuah ruangan, dengan keadaan yang terlihat sangat parah terdapat luka pukulan dari seseorang kini tampak tak berdaya.


"ck... lihat lah Ardan.. gadis mu ini, sudah terlihat sangat menderita hah" ucap Tn Difya yang kini memegang kuat dagu Arin.


Arin hanya menatap nanar kearah peria itu dengan mulut yang masih bersimpah darah.


Roy yang melihat kejadian itu seketika mengalihkan pandangannya.


"ck.. mau sampai kapan kalian menyuruhku disini, aku sudah melakukan apapun yang kalian minta, jadi cepat berikan uang itu kepadaku!" Ujar Roy sedikit meninggikan nada bicaranya.


"Ahhs... kau berikan uang itu kepadanya" ucap Tn Difya kepada Nadia.

__ADS_1


Roy yang sudah menerima uang tersebut bergegas pergi dari sana menggunakan pintu jalan lain untuk coba keluar dari Villa itu.


Namun tanpa sadar airmata Roy terjatuh membasahi kedua pipihnya.


PLAK..


satu tamparan mendarat tepat di wajah Arin dengan sangat kuat, Arin yang sudah sedikit kehilangan kesadarannya namun berusaha tetap untuk terus berjaga.


"Mas Ardan?" Gumam Arin dengan suara tak berdaya, seraya menatap jauh kearah pintu ruangan itu.


Srek..


kini Nadia mengambil alih Arin, dan mengangkat tubuh itu yang kini di lihatnya sudah tak berdaya.


" Ck.. lebih baik kau mati saja!" Ucap Nadia yang kini memegang tubuh Arin dan membawanya menuju arah balkon.


namun saat bersamaan terdengar suara langkah kaki menuju ruangan itu.


BRAK..


suara pintu yang di buka secara paksa.


Tn Difya, dan begitu juga Nadia, kini mereka mengalihkan pandangan mereka menatap kearah datangnya seseorang.


Deg..


Nadia yang tadi berada di balkon seketika terkejut melihat kearah datangnya orang itu.


namun dengan perasaan takut di hatinya Nadia seketika mendorong tubuh Arin dan kini terjatuh dari ketinggian dan


BYUR....


"Ardan? t tante?" Tukas Nadia melihat kehadiran Ardan disana dan begitu juga Aziah.


Aziah seketika tersentak kaget melihat kejadian itu dan begitu juga Ardan yang seketika membulatkan kedua matanya melihat apa yang terjadi.


"Nadia apa yang kamu lakukan?" Ucap Aziah seraya manatap kearah Nadia.


Nadia tersontak kaget saat dirinya mendengar suara dercikan Air


"t tante.. a aku.. tidak aku tidak " ucap Nadia yang sudah sangat ketakutan, Aziah menatap Nadia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Nadia seketika kini dirinya menghadap kearah dimana dirinya mendorong tubuh Arin yang kini jatuh di sana.


"Arin?" Ucap Ardan yang melihat tubuh itu terjatuh kebawah, Ardan seketika naik pitam dengan apa yang dilihat nya.


"ROMI...??" teriak Ardan kepada Romi, yang memintanya untuk segera menyelamatkan Arin yang terjatuh di sana.

__ADS_1



__ADS_2