Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Ada apa dengan Fian


__ADS_3

"Mas, mas Ardan mau kemana?" tanya Arin penasaran dan kini beranjak dari tempat tidurnya


"ada sesuatu yang harus mas urus sebentar!" ucap Ardan kepada Arin


Arin seketika mengerutkan alisnya menatap tak percaya dengan apa peria itu katakan kepadanya


"mas Ardan tidak bohongkan?" ujar Arin dengan tatapan menyelidik


"eng.. mas Ardan serius!" ujar Arin lagi


Ardan menganggukan kepalanya dan kini menghampiri Arin seraya memegang lembut wajah itu.


"mas pergi dulu!" ucap Ardan seraya mencium kening Arin, dan bergegas menuju luar kamarnya.


Arin hanya menatap diam kepergian Ardan,


selang beberapa lama saat kepergian Ardan meninggalkan rumah, kini Arin beralih mengambil mantelnya dan seraya berlalu menuju luar.


namun saat dirinya hendak melangkah kan kakinya menuruni anak tangga seketika Arin di kejutkan dengan suara Agus yang kini memanggil dirinya.


"Nyonya?" panggil Agus kepada Arin yang hendak turun menuju lantai bawah.


Arin spontan membalikan tubuhnya menghadap Agus yang kini berjalan menghampiri dirinya.


"ada apa?" tanya Arin bingung


"eng.. Nyonya mau kemana?" ucap Agus berbalik bertanya


"kamu tau mas Ardan pergi kemana?" tanya Arin kepada Agus


Agus seketika terdiam mendengar perkataan majikannya itu.


"eng.. tidak Nyonya!" jawab Agus sedikit gugup


"jangan bohong, Agus!" ujar Arin lagi yang kini menatap mata peria itu


"eng.. Nyonya!" gumam Agus


"Gus, antar saya menemui mas Ardan sekarang!" Ucap Arin kepada Agus


"tapi Nyonya tuan meminta Nyonya untuk tidak menyusul tuan katanya!" ucap Agus


"apa?" sahut Arin tak percaya dengan apa yang dirinya dengar


"Baiklah..!" ucap Arin yang kini menatap tajam kearah Agus dan seraya berlalu menuju kamarnya.


Di dalam kamar Arin kini hanya berdiam diri di sana, seraya berpikir apa yang sebenarnya terjadi.


Arin berlalu menuju tempat tidurnya dan seraya merebahkan tubuhnya di sana, saat Arin hendak memejamkan matanya, seketika dari arah luar terdengar suara kericuhan.


Arin mendengar suara tersebut seketika dirinya mengurungkan niatnya untuk pergi tidur, melainkan kini dirinya beranjak turun dari tempat tidurnya.


seraya menuju luar memastikan ada apa yang terjadi.


sesaat dirinya sudah tiba di barisan anak tangga, Arin seketika di kejutkan dengan kehadiran Ardan dan begitu juga kedua keluarga Mahesa dan Siklye yang juga ikut berada di sana.


Arin menatap bingung apa yang sebenarnya terjadi.


Namun di lain hal, Ardan yang menyadari keberadaan Arin di barisan anak tangga, seketika dirinya menghampiri gadis itu.

__ADS_1


"kamu kenapa belum tidur?" tanya Ardan yang kini sudah berada di sana.


"mas, ada apa?" tanya Arin bingung


"hemm, nanti mas kasih tau!" jawab Ardan


"tidak.. sekarang saja!" sahut Arin kepada Ardan


"mmh.. baiklah!" sahut Ardan seraya memberitahukan kepada Arin kejadian tersebut.


Arin yang mendengar perkataan dari Ardan seketika mengerutkan alisnya menatap bingung kearah bawah sana.


"lalu? bagaimana dengan gadis itu?" tanya Arin kepada Ardan


"mas juga gak tau, Sofia sekarang berada dimana!" Ujar Ardan yang kini menatap kearah bawah yang dimana ada Fian yang masih dalam keadaan mabuk.


"mas Ardan tau dimana Sofia tinggal?" tanya Arin lagi kepada Ardan


Ardan seketika mengalihkan pandangannya menatap bingung kearah istrinya itu.


"Mmh.. tidak!" jawab Ardan singkat.


"eng.. hanya Yuan yang tau diaman Sofia tinggal!" timpal Ardan lagi


"baiklah!" jawab Arin singkat.


"kamu mau ngapain?" tanya Ardan penasaran dengan perkataan Arin


"eng nggak kenapa kenapa kok mas, eng.. mas Ardan urus dulu kak Fian, mas Ardan lihat kak Fian mabuk berat kayak gitu!" ujar Arin yang kini menatap kearah Fian dan beberapa kawan dari Ardan dan Fian yang masih berada di sana.


"hemm baiklah!" sahut Ardan yang kini mencium lembut kening Arin dan meminta gadis itu untuk kembali kekamarnya.


***


Di dalam kamar.


Arin yang kini sudah tiba di dalam sana, bergegas menuju tempat tidurnya seraya merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya untuk lekas tidur.


waktu terus berlalu, tampak dari upuk timur matahari sudah separuhnya menampakan dirinya, menembus sebuah tirai dengan cahayanya.


Arin yang masih berada di balik selimutnya tampak gadis itu kini sudah bangun dari tidurnya.


"hoamm" suara kantuk


Arin membalikan tubuhnya mengahadap kearah lain namun saat dirinya membuka matanya seketik..


Deg...


"mas Ardan?" panggil Arin melihat Ardan yang kini menatap dirinya dengan senyuman.


"morning!" ucap Ardan seraya mengecup bibir mungil Arin.


"ihh Arin belum gosok gigi loh, kebiasan loh mas Ardan!" sahut Arin seraya menutup mulutnya.


Ardan seketika tertawa kecil dan kini memeluk tubuh Arin dan kembali larut dalam selimut.


"mas Ardan mau ngapain?" tanya Arin penasaran


"mau tidur lagi, jangan bangun dulu ya disini saja sama mas dulu!" ujar Ardan yang masih memeluk Arin.

__ADS_1


Arin hanya tersenyum dan mengurungkan niatnya untuk bangun dari tempat tidurnya, dan kembali larut dalam selimut.


pukul 09.00


tampak dari luar kamar mandi, terlihat Arin yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya kini berlalu menuju luar kamar itu.


di lantai bawah, Arin yang kini telah berada di sana kini dirinya bergegas menuju arah dapur yang dimana di sana sudah ada Ardan yang tengah duduk seraya menikmati secangkir teh.


"mas Ardan gak ngantor?" tanya Arin yang kini sudah tiba di dapur


"Mmh, sebentar lagi mas pergi kekantor!" jawab Ardan yang kini meletakan ponselnya di atas meja.


"kamu mau kemana? rapi begini!" tanya Ardan kepada Arin yang kini menggunakan baju dress.


"Tidak kemana kok mas, Arin cuma mau keluar sebentar!" jawab Arin kepada Ardan


"kemana?" tanya Ardan yang kini menatap bingung Arin


"eng.. ketemu Fina mas!" jawab Arin kepada Ardan


"oh.. Arka kamu bawa juga?" tanya Ardan lagi


"mmh Arin bawa Yeni juga buat jaga Arka nanti" sahut Arin


Ardan menganggukan kepalanya seraya menatap jam tangannya dan kini beranjak bangun dari tempat duduknya.


"mas Ardan mau berangkat sekarang?" tanya Arin


"iya, mas mau ngantor sekarang!" jawab Ardan


Arin seketika beranjak dari tempat duduknya dan kini berlalu pergi mengikuti Ardan menuju luar rumah.


***


cuph...


"Ish.. mas Ardan kebiasan loh, udah tau ada Agus!" ujar Arin kepada Ardan


"biarin!" ucap Ardan seraya tersenyum kearah Arin.


"mas pergi dulu!" timpal Ardan yang kini berlalu menuju mobilnya.


"mmh.. hati hati ya mas!" sahut Arin seraya tersenyum kearah Ardan.


Saat Ardan benar benar pergi, Arin beranjak menuju dalam rumah, seraya memanggil Yeni untuk ikut bersamanya.


Namun sebelum dirinya beranjak menuju mobil, Arin seketika teringat sesuatu.


"Yen, kamu lihat Romi gak?" tanya Arin kepada Yeni


"kak Romi, tadi kak Romi berada di pos Nyonya!" jawab Yeni kepada Arin


"oh.. baiklah!"


Arin segera memanggil Romi untuk segera menemuinya.


"ROMI?" teriak Arin memanggil Romi


tak lama dari arah Pos terlihat Romi yang kini terburu buru menghampiri Arin yang sudah menunggunya sedari tadi.

__ADS_1



__ADS_2