Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Pria Misterius


__ADS_3

Arin yang mendengar perkataan mereka hanya terdiam bingung sembari berpikir akan sosok pemilik L.C Group yang sebenarnya.


"Sar..siapa pemilik L.C Group selain Tn Liam?" Tanya Arin penasaran, Sari yang mendengar perkataan Arin seketika mengalihkan pandangannya.


"itu dia, kami tidak tahu, siapa Direktur terbesar dari L.C Group, bahkan sampai saat ini tidak pernah muncul di perusahaan ini" ucap Sari menjelaskan.


Arin menganggukan kepalanya seakan akan mengerti perkataan Sari barusan, namun secara bersamaan tampak dari arah pintu restoran tersebut seorang pria kini beranjak masuk kedalam restoran itu dan di ikuti oleh beberapa pria lainnya yang berjalan di belakang pria itu.


"eh.. bukankah itu CEO dari J.C Group Tn muda pertama, Tn Fian Azhendra" ucap salah satu dari anggota IT yang kini beralih menatap kedatangan Fian di sana.


Fian seketika mengalihkan pandangannya dan sembari menatap kearah rombongan mereka yang berada di ruangan lain.


Fian merupakan tuan muda pertama di keluarga Azhendra sekaligus CEO Group terbesar di J.C Group, memiliki cabang di Inggris dan Swedia, Fian yang baru saja berusia 26 tahun, kini sudah bisa mengolah bisnisnya sendiri dalam waktu kurang lebih 3 tahun.


"Wah, bukankah tuan Fian terlihat tampan, lihat postur tubuhnya dia bahkan memiliki wajah blasteran, aku bahkan tidak tau seperti apa sosok dari tuan muda kedua keluarga Azhendra!" Ucap salah satu staf wanita kepada yang lainnya disana.


"hemm ku dengar, putra kedua keluarga Azhendra bahkan memiliki lebih dari J.C Group saat ini" ucap wanita yang lainnya lagi.


selang beberapa menit kemudian, seorang pelayan di restoran tersebut kini telah tiba di meja mereka sembari membawa sebuah troli yang berisikan menu makanan yang mereka pesan dan kini meletakannya di atas meja yang dimana Arin dan yang lainnya berada, sontak mereka segera menyantap makan malam mereka dan ditemani segelas anggur sebagai penambah suasana.


Arin yang sedari tadi berpikir mengenai sosok pria, putra kedua dari keluarga Azhendra, yang begitu terkenal di kalangan wanita sepertinya.


"Ahh sudahlah untuk apa juga aku memikirkan nya" Batin Arin sembari menggeleng pelan kepalanya, dan kini melanjutkan makan malamnya.


***


Malam semakin larut, Arin yang baru saja selesai menikmati suasana makan malam itu dan kini beranjak pulang menuju luar restoran tersebut dan diikuti Sari begitu juga yang lainnya.


"Huh.. Arin kenapa kau malah mabuk seperti ini hh?, kau lihat dirimu jalan saja sudah sempoyongan seperti itu" ucap Sari yang kini membopong tubuh Arin.


"Aku.. tidak mabuk Sari, aku hanya meminum sedikit anggur saja" ucapnya dengan suara khas mabuk, Sari menggelengkan kepalanya menatap Arin yang berbicara tak karuan.


tak lama kemudian, di sebuah jalan kecil yang begitu sepi Sari begitu juga Arin yang sudah berjalan jauh dari restoran tersebut, seketika Sari merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya, tiba tiba tubuhnya bergedik ngeri, sembari memikirkan sesuatu.


Deg...


"hallo Nona?" Seketika ada suara pria yang mamnggil Sari dan Arin, Sari seketika terperanjat dan seraya memegang erat tubuh Arin.

__ADS_1


"eng.. siapa kalian ?" Tanya Sari yang sudah mulai ketakutan,


"ck.. kau tidak perlu takut Nona, oh tunggu, teman mu itu sangat cantik sekali Nona, bisakah kita bermain bersamanya sebentar saja?" Ucap pria itu seraya berjalan menghampiri Sari.


"Arin... sadarlah.. kita dalam bahaya saat ini!!" Ucap Sari yang kini memundurkan tubuhnya.


Seketika pria itu mengabil Arin dari sembari memegang wajah gadis itu yang kini sudah terlihat tidak sadarkan diri, Sari mencoba meraih kembali Arin, namun dengan cepat pria itu menglihkan tubuhnya untuk menghindari cengkraman gadis itu kepadanya.


"apa yang kalian lakukan, jangan bawa dia" ucap Sari yang sudah mulai merasa ketakutan yang teramat di hatinya.


Arin yang merasa ada kericuhan di sana segera membuka matanya, menatap samar kejadian tersebut yang kini berada tepat di hadapannya.


Arin yang setengah sadar seketika membulatkan matanya mendapati dirinya berada di dekapan seorang pria asing saat ini.


"lepaskan aku.. ck" ucap Arin yang kini memberontak.


"akh.. breng***" pekik pria itu, yang kini melepaskan Arin dari dekapannya.


Arin segera berlalu pergi dengan cepat meninggalkan pria tersebut dan membawa sari bersamanya, meski dirinya saat ini masih dalam keadaan sedikit mabuk.


pria itu seketika menyuruh anak buahnya untuk mengejar kedua gadis itu, Arin yang mencoba berlari dengan sekuat tenaga, namun tiba tiba kakinya tersandung sesuatu dan membuatnya terjatuh.


Arin seketika mengalihkan pandangannya melmatap kembali kearah belakang, yang dimana pria itu sudah berjalan kearahnya.


"Sari.. pergilah, aku tidak bisa berjalan lagi, kaki ku sakit" ucap Arin yang masih terduduk di sana.


"tidak bisa, kau harus ikut bersama ku Arin" ucap Sari yang kini membantu Arin untuk berjalan.


Namun saat keduanya itu hendak kembali berjalan, tiba tiba sebuah tangan kini mendarat di tubuh Arin dan seketika menggendong tubuh kecilnya itu, Arin yang merasakan seseorang mencoba meraihnya seketika dirinya menatap kembali sosok pria tersebut yang kini berada tepat di hadapanya.


"lepaskan aku brengs**... lepaskan " ucap Arin memberontak.


"ck.. Nona, apa salahnya jika kau menemaniku malam ini" ucap pria itu, Arin yang sudah kehilangan kesabarannya seketika mengigit pundak pria itu dengan keras, dan membuat pria itu melepaskan dirinya lagi, namun sesaat dirinya hendak pergi, namun sebuah tangan kini menahan tanganya Arin yang melihat pria itu tak kunjung melepaskannya namun secara bersamaan tampak dari arah belakang pria itu terlihat sosok asing kini berjalan ke arah mereka dan seketika.


BRUK...


"AKH..."pekik pria itu yang kini terjatuh ketanah.

__ADS_1


" breng***, siapa kau, berani berani nya kau menendangku seperti itu!!" ucap pria itu sangat marah.


"oh.. benarkah?" Sahut suara itu yang kini terlihat seseorang yang berjalan menghampiri pria itu yang terduduk di tanah.


Deg...


Seketika pria itu tersentak kaget dan tak berani berbicara, melihat seseorang yang berada di hadapannya saat ini


"K kau?" Ucap pria itu kepada sosok yang kini berada di hadapan mereka.


" kenapa? " ucap sosok tersebut yang kini bersuara.


sontak pria tersebut seketika berlari tergesa gesa, dan di ikuti oleh beberapa anak buahnya, yang kini meninggalkan mereka semua disana.


"terimakasih Tuan" ucap Arin kepada orang itu yang kini berada cukup jauh dari pandangannya, yang dimana terlihat sosok tersebut yang kini menatap Arin dari ujung kepala hingga kaki dan sembari tersenyum penuh arti.


"pantas saja pria itu mengicarnya" Batin pria itu yang masih menatap Arin.


dan kini mengalihkan pandangannya sembari berlalu pergi meninggalkan kedua gadis itu yang masih diam mematung di sana.


"Sudahlah kita pulang sekarang, nanti takutnya pria itu datang lagi" ucap Sari kepada Arin.


" hemm Baiklah" Arin dan Sari segera belalu pergi menuju Apartement mereka.


***


Namun di lain sisi di kediaman keluarga Azhendra, suasana tampak terlihat sangat meriah, di malam itu keluarga Adnan begitu juga Azhendra tampak kedua keluarga itu kini tengah menikmati makan malam bersama.


"Ian, bagaimana bisnis mu di Swedia, apa berjalan lancar?" Tanya Aziah kepada Fian putra sulung mereka.


Fian tak langsung menjawab perkataan dari sang Mamah melainkan meletakan segelas minumannya di atas meja.


"hemm seperti biasa, banyak proyek yang harus di kerjakan sebelum jangka waktu Mah" jawab Fian dengan ekpresi biasa biasa saja di depan keluarganya begitu juga keluarga Adnan.


"Fian om tidak menyangka kamu bisa mencapai titik ini seperti sekarang!!" Ucap Tn Difya, Fian tersenyum, dan kini pandanganya tertuju melihat kedatangan seseorang yang baru saja masuk kedalam rumah itu.


"ya.. begitu juga dengan Ardan, benar begitu Ardan?" Ucap Fian kepada orang yang baru saja tiba di sana, Ardan yang mendengar namanya di panggil begitu saja seketika pria itu mengalihkan pandanganya menatap dimana Fian begitu juga yang lainnya tengah berada di ruang makan.

__ADS_1


Nadia yang mendengar nama Ardan segera menglihkan pandangannya menatap keberadaan pria tersebut, pria yang paling dirinya tunggu, Nadia seketika beranjak darintempat duduknya dan kini berlaly menghampiri sosok Ardan yang tengah berdiri di deretan anak tangga.


...~~~~...


__ADS_2