
"selamat ulang tahun kakak ipar, ini hadiah dari ku" ucap Liam.
seraya memberikan sebua kotak kepada Arin.
begitu juga Fian yang kini mengucapkan selamat kepada adik iparnya itu, dan begitu juga ayah mertuanya.
***
kini mereka segera berlalu menikmati pesta kecil itu di Villa, Arin yang masih berada di sana hanya menatap kebahagian itu dari jauh, Ardan yang masih setia berada di sana kini membuyarkan lamunan gadis itu.
Cup...
lagi lagi Ardan mencium pipih Arin secara tiba tiba, "mas" ucap Arin kepada Ardan.
"selamat ulangtahun sayang" ucap Ardan yang kini memberikan sebuah hadiah.
Arin menatap kota kecil merah itu dan kini beralih menatap Ardan.
Ardan seketika membuka kota itu, tampak sebuah cinci berlian yang begitu indah.
"mas Ardan ini maksudnya apa?" Tanya Arin bingung.
"hem.. kamu tau kita menikah tanpa ada persiapan untuk itu, saya bahkan tidak mengenal kamu sebelumnya, saya juga tidak tau, kenapa saya memilih kamu menjadi wanita di hati saya, karena itu Arin, saya ingin melamar kamu malam ini" ujar Ardan panjang lebar.
Arin seketika tertegun mendengar perkataan Ardan kepadanya, "tapi kita sudah menikah mas" jawab Arin.
"iya, tapi tidak lengkap jika belum lamarannya hari ini" sahut Ardan dengan tertawa kecil.
Ardan kini memasangkan cincin itu di jari manis Arin, Arin menatap kagum cincin itu di jarinya.
"cantik!" ujar Ardan yang masih menatap jari itu.
"yeah... aku punya dua cincin, Mas Ardan cuma satu" sahut Arin seraya memperlihatkan jarinya.
Ardan tersenyum melihat tingkah Arin yang begitu menggemaskan baginya, malam itu malam yang sungguh sempurnah bagi mereka berdua.
***
pukul 22.00 kini mereka telah kembali dari Villa menuju Rumah, Arin yang sudah terlihat lelah ingin segera tidur.
"kamu tidurlah.. nanti mas akan bangunin kamu, saat kita sudah sampai" ucap Ardan kepada Arin.
yang kini menyandarkan kepala Arin di pundaknya.
seraya menepuk pelan tubuh Arin, tak lama Arin tertidur di sana.
selang beberapa jam kini mereka telah tiba, Arin yang masih tertidur di pelukan Ardan, kini mencoba membangunkan Arin dari tidurnya.
"sayang? Bangunlah kita sudah sampai" panggil Ardan menepuk pelan wajah Arin.
Arin menggeliatkan tubuhnya dan mengerjapkan matanya menatap kearah Ardan yang masih berada di sampingnya.
"kita sudah sampai mas?" Tanya Arin kepada Ardan yang kini mengubah posisinya duduk tegap,
__ADS_1
"hemm iya" jawab Ardan tersenyum.
Arin beranjak keluar dari dalam mobil dan diikuti Ardan di belakangnya.
mereka berdua bergegas masuk kedalam rumah dan menuju kamar mereka.
di dalam kamar Arin yang sudah terlihat lelah ingin merebahkan tubuhnya di kasur.
namun dengan cepat Ardan menahan tubuh Arin dan memintanya untuk membersihkan tubuh itu terlebih dahulu.
"Mas.. Arin ngantuk" ucap Arin yang sudah terlihat ngantuk.
"tapi.. sayang kamu harus mandi, mas siapin air hangat dulu" ujar Ardan seraya berjalan menuju kamar mandi.
tak lama Ardan kini kembali menuju kamar dan segera menghampiri Arin yang masih duduk disana dengan wajah yang masih mengantuk, Arin beranjak menuju kamar mandi.
dan merendam tubuhnya di bathtub tanpa sadar Arin kini tertidur di dalam sana,
selang beberapa menit Ardan yang baru saja keluar habis mandi, kini melihat Arin yang tertidur di dalam bathtub
"Arin?" Gumam Ardan melihat Arin yang tertidur di sana.
Ardan segera menghampiri Arin dan mencoba membangunkannya, namun tak kunjung bangun.
Ardan beranjak menggendong tubuh Arin yang bahkan diusia kandungannya sudah masuk 8 bulan.
Di dalam kamar Ardan kini menempatkan Arin di atas kasur, "ah... hh" suara nafas tak teratur.
Di dalam kamar Ardan kini menempatkan Arin di atas kasur.
Ardan yang kini menatap tubuh Arin yang hanya menggunakan handuk kini dirinya segera berlalu menyiapkan pakaian tidur untuk mereka berdua.
Saat dirinya sudah selesai, Ardan meminta Arin untuk segera memakai pakaiannya.
dengan keadaan masih ngantuk berat, Arin pun kini segera memakai baju tidurnya saat dirinya sudah selesai.
Arin kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur dan tertidur kembali begitu juga dengan Ardan yang kini berbaring disana seraya memejam kan matanya untuk tidur.
***
namun disisi lain Fian yang ternyata belum sampai dirumah kini dirinya mendapat panggilan dari seseorang.
Fian yang menerima panggilan itu segera menuju tempat yang di perintahkan, Fian melajukan mobilnya di atas rata rata.
Sebuah Barr Fian kini berhenti di sana ntah siapa yang memintanya untuk datang ke bar tersebut.
Fian keluar dari mobilnya dan segera masuk kedalam Bar tersebut.
trak.. trak....
suara langkah kaki, Fian kini telah berada dindalam sana, seraya matanya kesan kemari mencari seseorang.
"Fian?" Panggil seseorang kepada dirinya.
__ADS_1
Fian mengalihkan pandangannya menatap suara itu, Fian segera menghampiri keberadaan orang itu.
"apa yang terjadi?" Tanya Fian kepada temannya itu.
"kau lihat!" Ujarnya seraya menunjuk kearah seseorang yang tengah tertidur di meja bar.
Fian menatap seorang gadis yang tengah tertidur dengan rambut yang menutupi wajahnya, Fian menyelipkan sisian rambut gadis itu di telinganya
Deg...
Fian seketika membulatkan matanya menatap gadis itu.
"Sofia?" gumam Fian melihat Sofia yang tertidur disana.
"kenapa dia bisa begini?" Tanya Fian kepada sahabatnya itu Ivan.
"hh.. dia mabuk, aku berusaha menelpon temannya.
namun mereka tidak ada yang menjawab panggilan dari ku, karena itu aku berusaha menelponmu, memintamu untuk membawanya pulang.
"yang lainnya kemana?" Tanya Fian kepada Ivan.
Ivan menunjuk kearah meja lainnya di sana tampak beberapa orang yang tengah asik minum.
"ck... baiklah kau boleh pergi sekarang." Ucap Fian kepada Ivan.
Ivan bergegas pergi menuju teman temannya, Fian kini menatap Sofia yang masih tidur dalam keadaan mabuk.
Fian segera menggendong tubuh Sofia dan membawanya menuju mobil.
"hai.. lepas kan aku Tn.. kau tau siapa aku, aku Sofia, lepaskan aku" ucap Sofia dalam keadaan mabuk.
Fian yang mendengar ocehan Sofia tak menghiraukannya, melainkan terus membawanya menuju mobil.
saat dirinya sudah berada dimobil, kini Fian melajukan mobilnya menuju jalan tol, di dalam mobil sofia terus terus mengoceh yang tidak tidak..
Fian mendengus membuang nafasnya dengan berat, mendapati dirinya harus seperti ini.
Di sebuah Hotel kini Fian membawa Sofia ke dalam sana, saat dirinya sudah selesai mengambil card Fian beranjak menuju kamar yang telah di tentukan.
dalam kamar hotel, Fian menempatkan Sofia di atas tempat tidur.
"ahh... apa yang gadis ini lakukan" gerutu Fian menatap Sofia yang masih tertidur.
namun seketika Sofia bangun dan kini dalam posisi duduk di kasur, Fian seketika terkejut menatap Sofia yang tiba tiba seperti itu, Fian yang masih duduk di kasur hanya terdiam.
"ei...apa kau..."
Cup...
satu ciuman kini mendarat di bibir Fian, Fian spontan mendorong tubuh Sofia dan kini tertidur kembali disana.
Fian yang masih keadaan shock segera berjalan keluar dari dalam kamar tersebut.
__ADS_1
"argh.. apa yang gadis itu lakukan?" Gerutunya yang kini menelusuri koridor.