
Bruk..
Alya seketika memeluk tubuh kakak tercintanya itu yang selama ini dirinya rindukan.
"kak aku merindukan mu!" ucap Alya kepada Arka.
"aku juga!" jawab Arka.
"oh.. siapa gadis itu kak?" tanya Alya kepada Arka.
"eng..!" gumam Arka.
Sontak semuanya kini menatap Bela yang berdiri agak jauh dari sana.
"Halo?" ucap Bela sopan.
"dia cantik kak, awas nanti kak Tasya cemburu loh!" bisik Alya kepada Arka.
"kau ini!" sahut Arka.
Tasya seketika menatap Bela dari ujung kepala hingga kaki.
"tunggu bukannya gaun itu yang di berikan Arka untuk ku." ucap Tasya tiba tiba.
Sontak semuanya kini menatap Bela dengan wajah terlihat bimgung, Bela yang menyadari gadis itu juga berada di sana kini dirinya tidak mau menambah masalah dan mencoreng nama buruk Arka.
Bela hanya diam mendengar perkataan Tasya yang merendahkannya.
"apa yang kau katakan?" tanya Arka tiba tiba.
"eng..!"
"baju itu aku belikan untuknya." Timpal Arka.
Sontak Alya begitu juga Fero kini saling pandang satu sama lain.
"hei.. apa kakak mu punya kekasih baru selain Nona Tasya?" tanya Fero kepada Alya berbisik.
"aku juga tidak tau, tapi jujur saja gadis yang datang bersama kakak itu cantik." ujar Alya berbisik.
"bagaimana jika Tante dan Om tau soal kak Arka punya gadis lain." timpal Fero.
Alya seketika menggedikan bahunya pertanda dirinya tidak mengerti apa apa.
Fero dan Alya kini hanya menatap bingung ketiganya itu yang saling beradu tatapan satu sama lain.
"eng.. pak Arka saya mau permisi ke toilet sebentar pak!" ucap Bela yang kini memecah keheningan.
Arka menganggukan kepalanya dan kini memanatap dingin Tasya dan beranjak pergi meninggalkan gadis itu, namun dengan cepat Tasya menghentikan langkah Arka.
"Arka? kenapa kau begitu kepada ku!" tanya Tasya.
__ADS_1
"huh.. sudah mulai Dramanya !" gumam Alya yang kini berlalu pergi sembari menarik kakak sepupuhnya itu Fero.
"hei.. biar kita lihat seperti apa adegan nya kenapa kau bur...!" belum sempat Fero melanjutkan perkataanya seketika Alya menatap tajam Fero.
"Gak anak gak Papahnya sama sama menakutkan!" Batin Fero menatap takut Alya.
"Baiklah baiklah... bawa saja aku pergi!" ucap Fero pasrah.
Di lain Sisi Arka yang kini masih berada di sana sembari menatap bingung Tasya.
"kenapa?" tanya Arka.
"Katakan kepadaku kenapa kau seoerti ini kepadaku Arka?" tanya Tasya.
"Tidak ada, aku bersikap seperti biasanya."
"bagaimana bisa aku ini kekasih mu dan kita masih berhubungan..."
"Tasyah.. biar ku perjelas, kau menghilang selama 3 bulan dan tidak mengambari ku sama sekali, dan sekarang kau kembali dan berkata soal hubungan! kau pikir hati ku ini apa? batu tidak punya perasaan?" ucap Arka.
"tidak begitu aku.. sibuk Arka."
"Aku tau kau sibuk.. aku juga begitu tapi apa pernah sekali saja kau membalas pesan ku? tidak.. kau tidak pernah sama sekali Tasya, dan sekarang ku anggap hubungan kita berakhir hari itu!" jelas Arka panjang lebar.
"tidak.. aku tidak mau, aku tidak mau putus!" Ucap Tasya sedikit meninggikan nada bicaranya.
Spontan semua tamu kini menatap kearah mereka berdua, Arka yang menyadari banyak tatapan mata kepadanya seketika pria itu terlihat emosi, Arka menarik paksa Tasya membawa gadis itu menuju luar hotel.
"Arka?" panggil Tasya.
"berhentilah seperti anak kecil.. jangan pernah lagi datang keperusahaan ku!" ucap Arka sembari berlalu menuju kembali kedalam hotel.
"apa karena gadis itu kau mengakhiri hubungan ini?" teriak Tasya.
Sontak Arka menghentikan langkahnya menatap kembali Tasya.
"itu bukan urusan mu!" sahut Arka dan kini kembali masuk kedalam hotel meninggalkan Tasya sendirian di sana.
Tasya berteriak histeris, membanting keras tas miliknya di sana.
"ck.. aku akan membuat mu kembali kepada ku Arka bagaimanapun aku ingin kau menjadi miliku!" ucap Tasya yang kini berlalu pergi meninggalkan hotel tersebut.
Di loby Arka yang terlihat sedikit emosi dan kini saat dirinya hendak berjalan menuju kembali keruangan tiba tiba dirinya tanpa sengaja menabrak seseorang.
"akh..!" pakik seseorang.
"kau?" ucap Arka melihat orang itu.
"oh maaf pak Arka saya tidak lihat kalau pak Arka lewat!" ucap orang igu yang ternyata Bela.
"mmh tidak masalah, lebih baik kita segera masuk sebentar lagi acaranya akan dimulai!" ujar Arka kepada Bela.
__ADS_1
Bela menganggukan kepalanya dan kini berlalu masuk mengikuti Arka menuju kembali keruangan itu.
...***...
Kini mereka berdua telah tiba di ruangan yang dimana terdapat begitu banyak sekali para pembisnis besar yang hadir pada malam itu baik dari lokal maupun luar negeri.
Arka dan Bela kini duduk di salah satu meja yang dimana cukup mewah yaitu VVIP, Bela seketika menatap bingung hanya terdapat nama Arka di sana.
"loh kok cuma pak Arka aja disini?" tanya Bela bingung.
"Nona karena ini khusus tamu penting!" ucap seorang pelayan hotel kepada Bela.
"tamu penting? pak Arka sepenting itu?" timpal Bela.
"kenapa kamu diam saja? duduk aja!" sambung Arka tiba tiba dari arah belakang.
Sontak Bela terkejut mendengar Arka yang berbicara tiba tiba di belakangnya.
"Oh pak Arka." sahut Bela yang kini menatap keberadaan Arka.
"i iya pak!" timpal Bela yang kini duduk di salah satu bangku di sana.
selang beberapa lama acara malam itu kini dimulai, sebelum pembukaan tampak di atas podium terlihat seorang pria paruh baya yang kini memulai pidatonya.
"selamat malam semuanya dan selamat malam untuk Tn Arka Mahendra!" ucap pria paruh baya itu kepada mereka semua termasuk Arka.
Arka mendengar ucapan itu seketika pria itu tersenyum dan sedikit menundukan kepalanya.
tak lama pria paruh baya itu melanjutkan pidatonya, selang beberapa lama pukul 20.00 pidato tersebut selesai.
tampak para tamu kini menikmati makan malam itu sembari di temani alunan biola dan piano menemani makan malam mereka.
namun saat Arka tengah asik menikmati wine seketika dirinya di kejutkan dengan Alya yang tiba tiba menghentakan secangkir Wine di atas meja mereka.
prak..
suara gelas yang di hentakan sedikit keras di atas meja mereka berdua.
Sontak Arka terkejut dan menghamburkan wine yang di minumnya kini ke wajah Bela, namun dengan cepat Bela menutup kedua matanya.
Arka yang menyadari hal itu kini dengan cepat dirinya mengambil tisu dan membersihkannya.
"jangan buka mulut mu." pinta Arka kepada Bela.
Bela menganggukan kepalanya pertanda jawaban darinya.
Alya menatap tak percaya kakak nya itu yang tidak seperti biasanya memperlakukan seorang gadis selembut itu termasuk kepada Tasya mantan kekasihnya.
...☘️☘️☘️...
...𝚝𝚘 𝚋𝚎 𝚌𝚘𝚗𝚝𝚒𝚗𝚞𝚎...
__ADS_1