
"Yasudah kita ke drive thru saja kalau begitu!" Ucap Ardan yang kini melajukan mobilnya menuju kesebuah Drive thru.
DRIVE THRU
Ardan yang kini sudah berada di sana, dan dirinya menatap kearah Arin yang masih diam dari tadi.
"mau makan apa?" tanya Ardan.
"terserah!" jawab Arin.
Ardan seketika mengerutkan alisnya menatap bingung perkataan istrinya itu.
"Gak ada loh yang, makanan terserah, kamu mau makan apa?" tanya Ardan lagi.
"terserah mas Ardan aja!" jawab Arin lagi dengan wajah jengkel.
"Huh... sayang, Mas gak tau kamu mau makan apa?" ucap Ardan bingung.
"terserah pokoknya makan!"ucap Arin lagi.
"baiklah...!" sahut Ardan yang kini memesan makanan.
"Mmh pesanannya diambil di bagian depan ya Tuan terimakasih!" ucap seorang pelayan dari sebuah sumber suara.
Ardan segera melajukan mobilnya menuju tempat dimana pesanannya di berikan.
Selang beberapa menit tak lama seorang pelayan kini memberikan beberapa boks yang berisikan makanan, dan beberapa minuman soda dan begitu juga satu cup ice krim kepada Ardan.
Ardan kini menyodorkan satu cup ice krim itu di hadapan Arin yang masih diam disana.
Srek...
Arin yang melihat sebuah cup Ice Krim chocolate Vanilla, tanpa basa basi dirinya mengambil cup tersebut dan segera memakannya.
"apa masih marah lagi?" Ucap Ardan yang masih pokus menyetir mobilnya meninggalkan Drive thru tersebut.
Arin seketika mengalihkan pandangannya menatap kearah Ardan, dengan senyuman diwajah gadis itu.
Ardan yang kini menatap kearah Arin yang masih menatap dirinya, tampak diwajah pria itu terukir senyuman yang begitu jelas di wajahnya.
Namun di sisi lain yang ternyata Romi dan Agus yang masih berada di depan restoran itu kini hanya berdiam bingung dengan situasi yang sedari tadi mereka lihat.
"Huh... apa Tuan dan Nyonya lupa kalau kita di tinggalkan begitu saja oleh mereka!" Tukas Romi yang kini menatap jauh kedepan.
"mmh.. masih mending kau bawa mobil milik Tuan Ardan bersamamu, bukannya kau tidak lihat, Tuan bawa mobil yang ku kendarai barusan, bagaimana aku bisa pulang sekarang!" ujar Agus yang kini ikut berbicara.
Romi seketika menatap sekilas kearah Agus yang kini berdiri di sampingnya.
"lalu bagaimana dengan Nona Sofia?" tanya Romi lagi.
"mungkin Nona Sofia akan pulang bersama dengan Tuan Fian." jawab Agus.
"Huh...!" gumam Romi dan Agus secara bersamaan.
__ADS_1
Di dalam restoran, Fian dan Sofia yang masih menikmati makan siang mereka berdua, tampak dari kedua orang itu terlihat cukup dekat saat ini.
"kak Fian, mau balik keperusahaan atau Kak Fian mau langsung pulang kerumah?" tanya Sofia kepada Fian.
"Saya akan langsung pulang, kamu pulangnya sama saya aja!" ujar Fian kepada Sofia.
Sofia mengangguka kepalanya pertanda jawaban darinya.
Selang beberapa lama, Fian dan Sofia kini beranjak pergi menuju luar restoran itu dan bergegas menuju mobil mereka.
Namun saat mereka hendak menuju mobil seketika Fian menatap keberadaan Romi dan Agus yang duduk di sebuah bangku taman.
"loh.. mereka belum pulang?" ucap Fian yang kini menatap kearah Romi dan Agus.
"Bukannya itu mobil Ardan." Timpal Fian lagi.
Yang kini beranjak menghampiri keberadaan Romi dan Agus yang masih berada di sana.
"Kalian belum pulang?" tanya Fian seketika.
"eng.. ini juga kami mau pulang Tuan Fian." jawab Romi kepada Fian.
"Ohh.. baiklah, saya pergi dulu kalau begitu!" tukas Fian seraya berlalu pergi bersama Sofia menuju kemobilnya.
***
Di kediaman
Trak.. trak..
"Kalian sudah pulang? loh.. bukannya Sofia sama Arin?" tanya Mamah yang ternyata berada di loby rumah bersama dengan Arka, yang kini tampak anak kecil itu sudah bisa berjalan sendiri.
"eng... !" gumam Arin.
"Sofia sama Fian Mah, mereka bentar lagi datang kok!" jawab Ardan.
"ohh baiklah!" jawab Aziah kepada Ardan.
trak..trak..
suara langkah kaki, Arka yang kini berjalan menghampiri keberadaan Arin dan Ardan yang ternyata keduanya itu menatap senyum tingkah lucu Arka yang sudah bisa berjalan sendirian.
saat anak kecil itu sudah berada tepat di hadapan Ardan, dan seraya mengacungkan kedua tangannya memintah sang Papah untuk menggendong dirinya.
srek..
Ardan dengan cepat mengambil Arka dan menggendong tubuh anak kecil itu yang kini menginjak usia 1 tahun.
Sontak Arin dan Aziah menatap senyum Arka yang selalu meminta Ardan untuk menggendongnya.
"Oh ya, Arin.. bagaimana soal gaun Sofia? apa kalian sudah menemukannya?" tanya Mamah kepada Arin.
"mmh sudah Mah, Sofia juga menyukai gaunnya!" jawab Arin.
__ADS_1
"lalu, bagaimana dengan persiapan besok, di hotel Fearfiled, apa mereka semua sudah mempersiapkannya?" tanya Mamah lagi.
"Sudah kok Mah, Arin juga sudah cek tadi... semuanya udah beres!" sahut Arin lagi.
"mmh..syukurlah, lebih baik kalian istirahat saja sekarang, Arka? apa mau sama Nenek sayang?" ucap Mamah, dan kini bertanya dengan suara anak kecil kepada Arka.
"mau Papah." jawab Arka dengan aksen suara anak kecil.
Deg...
Sontak semuanya kini terdiam mendengar Arka yang tiba tiba berbicara meski tak terlalu jelas dalam berkata.
"dia ngomong apa?" tanya Ardan tak percaya dengan apa yang dirinya dengar.
"Papah!" timpal Arka dengan suara anak kecil.
"Cuma Papah aja nih, coba bilang Mamah?" ucap Arin kepada Arka.
"Papah!" sahut Arka lagi dengan suara anak kecil.
"huh.. tidur sama Papah mu aja kalau begitu!" Tukas Arin yang kini berlalu menuju lantai atas.
Ardan dan Aziah seketika tertawa kecil melihat Arin yang dibuat jengkel oleh Arka.
"Ardan kekamar dulu ya Mah." ucap Ardan kepada Mamahnya, yang kini berlalu pergi menyusul Arin kekamarnya.
trak...
trak...
Suara langkah kaki memasuki sebuah kamar.
Ardan yang sudah berada di dalam kamarnya, dan kini menatap kesana kemari mencari sosok Arin di sana.
Srek..
Ardan menempatkan Arka di atas tempat tidur, tampak terlihat anak kecil itu telah tertidur pulas di atas kasur, Ardan kini beranjak menuju ke sebuah ruangan ganti yang terletak di dalam kamar itu untuk mengganti pakaiannya.
Namun secara bersamaan Arin yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, seraya menatap kearah anak kecil yang tertidur di atas tempat tidur.
Arin bergegas menghampiri keberadaan Arka yang masih tidur, dan kini menyelimuti tubuh anak kecil itu.
"Mas Ardan kemana?" tanya Arin pada dirinya sendiri.
Arin segera beranjak menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan menggunakan baju tidur.
Namun saat dirinya membuka pintu ruang itu, Arin seketika di kejutkan dengan keberadaan Ardan di sana.
Deg...
"Mas Ardan?" panggil Arin, menatap keberadaan Ardan disana.
__ADS_1