Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Lahirnya Pewaris


__ADS_3

dan diikuti semuanya, dalam keadan panik Ardan berusaha untuk tenang.


dan seraya menelpon Romi untuk membawa semua perkengkapan yang tadi mereka beli, untuk di bawa kerumah sakit.


Di mobil lain Ny Rita yang sedikit merasa bersalah kepada putrinya kini menangis didalam mobilnya Tn Kennan.


berusaha menenangkan istrinya yang kini masih menangis disana.


"sudah sudah.. tenanglah.. jangan menangis lagi" ucap Tn Kennan menenangkan situasi.


tak lama di sebuah Rumah sakit Ardan dan yang lainnya kini sudah tiba disana.


segera menggendong tubuh Arin dan membawanya masuk menemui dokter, seraya menempatkan Arin di salah satu tempat tidur pasien.


dan meminta suster lainnya untuk segera menangani persalinan Arin saat ini.


dengan sigap suster itu kini membawa Arin menuju keruang persalinan, dan diikuti yang lainnya.


***


didepan ruang persalinan, kini tampak Ardan dan yang lainnya sedangan menunggu disana.


Ny Rita yang dari tadi menangis kini dirinya menatap kearah ruangan dimana Arin yang masih berada disana, seraya berdoa.


begitu juga Aziah yang tampak terlihat panik mencoba menenangkan dirinya.


"Kak.. apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Liam kepada Ardan yang masih diam di sana.


"huh... aku tidak bisa menceritakannya" jawab Ardan yang masih terlihat sedikit panik,


Buk...


satu sentuhan kini mendarat di bahu Ardan, Ardan seketika mengalihkan pandangannya menatap kearah orang itu.


"tanangkanlah dirimu" ucap Fian yang kini merangkul pundak Ardan.


Ardan kini beralih menatap jauh arah ruang itu seketika suara tangisan bayi terdengar dari dalam sana.


spontan semua mata kini tertuju kearah ruangan itu, dengan wajah senyuman yang terukir diwajah mereka.


Ardan yang mendengar suara tangisan itu seketika tertegun.


Bruk... satu pelukan kini mendarat di tubuhnya.


"kakak.. selamat kau sudah menjadi seorang ayah" ucap Liam kepada Ardan.


dengan wajah yang masih tertegun, Ardan kini beralih menatap kearah Liam yang memeluknya, dan kini dirinya beralih menatap yang lainnya.


trak trak..


dari dalam ruangan kini terlihat seorang dokter keluar dari dalam sana, seraya memanggil Ardan untuk masuk kedalam ruangan.


Ardan menganggukan kepalanya dan kini beranjak masuk keruangan itu.


tampak dari dalam sana, seorang wanita yang kini tengah duduk serya menggendong seorang bayi laki laki yang imut dan tampan.


Ardan menatap kearah mereka berdua, Arin yang menyadari kehadiran Ardan kini wajahnya tersenyum kearah peria itu.


Ardan segera menghampiri Arin yang masih duduk di atas kasur.

__ADS_1


"mas?" Panggil Arin dengan senyuman diwajahnya.


Ardan seketika mencium lembut pucuk kening Arin di usap lembutnya rambut itu.


Ardan kini beralih menatap bayi kecil yang berada di gendongan Arin.


"dia mirip mas Ardan bukan? Oh ya mas.. mau kita kasih nama apa anak kita?Ujar Arin kepada Ardan.


"hemm, bagaimana jika, Arka Mahendra, apa kamu menyukai nama itu?" Tanya Ardan seraya mencium wajah bayi itu.


"hemm Arin suka mas" jawab Arin dengan wajah tersenyum.


tak lama dari luar ruangan kini terlihat seluruh keluarga itu masuk dan diikuti Romi yang juga membawa apa yang Ardan minta.


Ny Rita kini menatap putrinya itu dengan airmata yang mengalir di kedua pipihnya.


"ibu? kemarilah" panggil Arin kepada Rita.


Arin memberikan Arka kepada Ardan untuk memintanya menggendongnya sebentar.


Rita segera menghampiri putrinya itu dan seketika.


Bruk...


sebuah pelukan kini mendarat di tubuh Rita, Arin memeluk erat tubuh yang selama ini ia rindukan.


"maaf kan Arin ya bu.. seharusnya Arin tidak melawan ibu tadi, Arin hanya tidak mau pulang, disini ada mas Ardan bersama Arin" gumam Arin yang masih memeluk tubuh Rita.


Rita membalas pelukan itu seraya menciumi wajah putrinya itu dengan penuh rasa kasih sayang.


"hemm.. maafkan ibu, tidak seharusnya ibu egois" sahut Rita yang kini menatap putrinya itu.


kini tampak Aziah menghampiri putranya itu seraya ingin menggendong cucu pertama dari keluarga Azhendra.


"Ardan? Siapa nama putra kalian ini?" Tanya Aziah kepada Ardan.


seketika semua mata kini menatap Aziah mendengar perkataan putra.


"cucu kita laki laki Mah?" Tanya Tn Hendrik yang kini mengahmpiri istrinya.


"sayang.. anak kalian laki laki?" Tanya Rita kepada Arin, Arin menganggukan kepalanya seraya tersenyum.


"Arka Mahendra mah" jawab Ardan kepada Mamahnya.


"Wah.. aku punya keponakan laki laki" ucap Liam yang kini menghampiri mamahnya seraya mencolek hidung kecil Arka.


Ardan kini beralih menatap Arin dan ibu mertuanya, seraya mengahampiri keberadaan mereka.


Ardan kini mencoba meminta maaf kepada Rita atas apa yang selama ini dirinya lakukan.


"Saya sebenarnya juga kecewa dengan apa yang saya dengar.. tapi saya harap kamu bisa menjaga putri saya lebih baik, jangan pernah sekalipun kamu menyakitinya, atau saya sendiri akan membuat kamu harus menerimanya" ujar Ny Rita kepada Ardan.


Tn Kennan kini menatap kearah mereka bertiga.


"senang bertemu dengan anda Tn Kennan?" Ucap Tn Hendrik yang kini membuyarkan lamunan Tn Kennan.


"oh.. senang juga bertemu dengan anda Tn Hendrik" jawab Tn Kennan seraya menyambut jabat tangan itu.


"saya tidak menyangka, kita akan menjadi satu keluarga seperti ini" timpal Tn Kennan kepada Tn Hendrik.

__ADS_1


"saya juga tidak akan menyangka, kita akan seperti sebuah keluarga saat ini" sahut Tn Hendrik seraya tertawa kecil.


soreh hari kini mereka telah kembali menuju rumah kediaman Azhendra, begitu juga dengan Tn Kennan dan Ny Rita.


***


Di kediaman Azhendra tampak banyak mobil mewah yang kini terpakir disana.


Ardan yang baru saja tiba, tak langsung menuju kedalam rumah melainkan menatap Arin yang kini tertidur di dalam mobil.


Ardan kini beranjak menuju luar dan bergegas menghampiri dimana Arin berada.


Cklek suara pintu mobil terbuka, Ardan menatap sekilas wajah itu, dan kini beralih menggendong tubuh Arin dan segera membawanya.


lagi lagi.. kali ini Ny Rita dan Tn Kennan di buat bingung dengan tingkah Ardan yang menggendong Arin seperti itu.


"eng...emang Ardan suka gendong Arin seperti itu kalau tidur dimobil?" Tanya Ny Rita kepada Aziah.


"iya, bahkan di saat Arin masih hamil, Ardan tetap gendong" ujar Ny Aziah, kepada Ny Rita.


"apa?" Sahut Ny Rita tak percaya, kini mereka bergegas masuk kedalam rumah.


namun disisi lain Fian yang masih berada di luar saat dirinya hendak masuk tiba tiba, dikejutkan dengan kehadiran Sofia yang tiba tiba.


"Ahh hh" suara nafas tersengal, Sofia yang baru saja tiba ntah dari mana kini tampak sangat lelah.


"Tn Fian hh" ucap Sofia yang masih kelelahan.


Fian yang menyadari kedatangan Sofia kini dirinya menatap heran dengan gadis itu.


"kamu kenapa?" Tanya Fian penasaran dengan Sofia.


"eng... Tn Ardan nya ada?" Tanya Sofia kepada Fian.


"hm ada, lagi di dalam" jawab Fian yang masih menatap Sofia.


"eng.. baiklah, saya duluan ya Tn" sahut Sofia sedikit berlari menuju dalam rumah.


dan meninggalkan Fian dan Liam disana, Fian dan Liam kini menatap jauh punggung Sofia.


"dia siapa kak?" tanya Liam yang tidak berhetinya untuk kepo.


"eng.. Sofia, sekretaris keduanya Ardan" sahut Fian yang kini beranjak masuk kedalam rumah.


Liam yang mendengar perkataan Fian hanya menganggukan kepalanya dan seraya ikut masuk kedalam sana.


di dalam rumah Sofia yang baru saja tiba kini di kejutkan dengan kehadiran Tn Kennan di sana.


"Oh.. salam Tn Kennan" sapa Sofia sedikit menundukan kepalanya.


"hemm iya" jawab Tn Kennan kepada Sofia.


"hemm maaf Tn apa anda melihat Tn Ardan?" Tanya Sofia lagi kepada Tn Kennan.


"hemm di atas, mungkin masih di kamarnya." jawab Tn Kennan kepada Sofia.


Sofia kini berpamitan dan bergegas menuju lantai atas dimana Ardan berada seraya berpikir keberadaan Tn Kennan kemari.


di sebuah kamar kini Sofia telah tiba disana.

__ADS_1


__ADS_2