
"Baik Nona, akan saya laksanakan" ucap Dani kini seraya menundukan kepalanya dan berlalu pergi meninggalkan Nadia sendirian disana.
pukul 19.00
Ardan terbangun dari tidurnya mendapati kini dirinya berada sendirian di dalam kamar.
Ardan menatap keseluruh penjuru kamar itu mencari sosok Arin yang kini tidak ada di kamar nya.
"kemana dia?" gumam Ardan seraya beranjak menuju kamar mandi untuk mebersihkan tubuhnya.
saat dirinya sudah selesai Ardan segera keluar dari dalam sana dan kini menuju lantai bawah.
"kalian? Apa kalian lihat Nyonya turun kemari?" Tanya Ardan kepada Asisten rumah tangga.
"maaf tuan, kami tidak melihat Nyonya turun kemari" jawab ART itu kepada Ardan.
Ardan seketika berpikir sejenak dan kini beralu pergi mencari keberadaan Arin yang tiba tiba hilang dari kamarnya.
Cklek... suara pintu di buka
terlihat Arin yang baru saja datang dari luar.
"oh Nyonya? tuan tadi mencari anda!" ucap ART itu kepada Arin yang baru saja tiba dari luar.
"eh.. mas Ardan nyari saya?" Tanya Arin balik,ART itu seketika menganggukan kepalanya.
"Baiklah lalu dimana mas Ardan sekarang?" Tanya Arin lagi, ART itu menunjukan arah dapur di mana Ardan yang masih berada disana.
Arin segera beranjak menuju dapur untuk menemui Ardan, saat dirinya sudah berada disana.
Arin mendongakan wajahnya menatap seluruh penjuru dapur, mencari cari keberadaan Ardan.
"Mas Ardan dimana? Kok sepi?" Ucap Arin yang kini berjalan masuk kedalam dapur seraya melihat kesana kemari.
namun seketika.
Bruk...
deg..
Arin terperanjat kaget merasakan sesuatu yang berat kini menimpah bahunya
Arin merabah sesuatu yang kini berada di pundaknya dan terlihat Ardan yang kini merebahkan kepalanya seraya memeluk tubuh kecil itu.
"mas Ardan?" Ucap Arin dengan wajah yang masih kaget.
"hemm!!" Sahut Ardan yang masih posisi yang sama.
"mas Ardan kenapa?" Tanya Arin lagi.
"saya hanya lelah saja, kamu dari mana saja hemm?" ucap Ardan seraya bertanya balik.
"hemm habis dari luar mas, kalau mas Ardan belum pulih, kenapa tidak berbaring saja di kamar?" tanya Arin yang kini menghadap Ardan, terlihat wajah pria itu dengan rambut acak acakan.
__ADS_1
"mas Ardan kenapa sih? Tidak biasanya acak acakan begini?" Batin Arin yang kini menatap wajah Ardan.
"saya lapar, saya mau makan!" Ucap Ardan seketika berlalu mencari sesuatu di kulkas.
"Eh!!" Arin menatap Ardan dengan wajah terlihat bingung.
"mas mau Arin masakin?" Tanya Arin lagi yang kini berada tepat di balakang Ardan.
"hem tidak, saya mau makan yang lain saja!" Sahut Ardan yang kini mengambil beberapa snack dan minuman.
Arin seketika membulatkan matanya menatap makanan ringan itu.
"mas Ardan mau makan ini semua?" Tanya Arin tak percaya.
"hemm" jawab Ardan seraya beranjak menuju ruang tengah.
untuk menonton TV, Arin yang masih berada di dapur menatap kepergian Ardan yang kian menjauh hanya menggelengkan kepalanya tak percaya.
di ruang tengah, Arin yang sudah berada di sana, kini menatap Ardan yang tengah duduk seraya memakan makanan ringan
"mas?" Panggil Arin saat dirinya sudah berada di hadapan Ardan.
"hemm kenapa?" Sahut Ardan kini menatap Arin yang telah berada di hadapannya.
"mas, ini sudah malam mas Ardan belum tidur?" Tanya Arin sembari melihat kearah jam.
"nanti, saya belum ngantuk... !"ucap Ardan dengan mulut masih penuh makanan.
"hemm yasudah Arin pergi kekamar dulu" tukas Arin yang kini berlalu pergi menuju kamar.
Ardan yang ternyata juga kini ikut masuk kedalam kamar dan segera merebahkan tubuhnya di samping Arin.
brukk..
Arin kembali membuka matanya dan kini menatap Ardan yang tengah memeluknya.
Ardan yang masih memejamkan matanya tak menghiraukan Arin yang kini menatapnya dengan heran.
"mas Ardan?" Panggil Arin kepada Ardan.
"hemm?" jawab Ardan tanpa membuka matanya.
"mas Ardan Arin gerah loh mas!" Ucap Arin yang kini melepaskan pelukan Ardan.
namun seketika Ardan mengeratkan pelukan itu, Arin menatap heran tingkah Ardan yang kini terlihat aneh baginya.
"ahh sudahlah" ujar Arin yang kini kembali memejamkan matanya dan bergegas tidur.
pukul 23.44.
srek...
"Arin?" Panggil Ardan yang kini telah bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Arin?" panggil Ardan lagi seraya menggerakan tubuh Arin.
"hemm kenapa?" Sahut Arin dengan mata masih tertutup.
"Arin? saya lapar!" Ucap Ardan kepada Arin, Arin tersentak kaget dan kini membuka kedua matanya.
dan beralih menatap Ardan yang kini menatapnya
"mas Lapar? Jam segini? Mas ini sudah malam!" Sahut Arin dengan wajah malas untuk beranjak dari tempat tidur.
"Arin.. saya mau makan" ucap Ardan lagi, seperti anak kecil.
"minta sama bibi Yan aja..." belum sempat Arin melanjutkan perkataannya namun Ardan seketika menyela perktaan Arin.
"saya tidak mau, kamu aja yang masak!" sahut Ardan yang kini beranjak dari tempat tidur dan segera keluar menuju dapur.
Arin yang masih berada di tempat tidur kini beranjak dari sana dengan rasa malas.
Di dapur Arin yang kini sudah berada disana segera menuju meja kompor dan mengambil beberapa bahan untuk dirinya memasak.
"mas Ardan mau makan apa?" Tanya Arin kepada Ardan yang masih pokus memainkan ponselnya.
"terserah apa saja" sahut Ardan dengan mata yang masih pokus menatap layar ponselnya, Arin segera memasak sesuatu untuk Ardan.
selang beberapa lama, kini masakan itu telah selesai, Arin meletakan makanan yang dirinya masak di atas meja makan di hadapan Ardan
Arin segera mengambil kan Ardan makanan dan kini meletakannya di meja di hadapan Ardan.
tanpa basa basi Ardan segera memakan makanan itu hingga tak tersisa.
"lapar apa doyan sih mas?" Ucap Arin yang kini memainkan ponselnya seraya menatap Ardan sekilas.
Ardan tak menjawab perkataan Arin melainkan berlalu menuju lemari es untuk mengambil minuman.
"sudah.. saya mau tidur lagi" Arin yang mendengar perkataan Ardan hanya mendengus kesal dan kini beranjak membersihkan bekas makanan itu, dan mencucinya.
kini malam telah berganti pagi, Arin yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya kini beranjak menuju kebawah.
"Bi.. mas Ardan sudah berangkat?" Tanya Arin kepada Asistennya itu.
"sudah Nyonya.. " jawab Asisten itu kepada Arin, Arin menganggukan kepalanya.
"oh ya bi, saya mau keluar sebentar, nanti kalau mas Ardan sudah pulang, bilang saya sedang pergi sebentar ya bi" ucap Arin kepada Asistennya itu.
"baik Nya" sahut ART itu kepada Arin, Arin segera pergi menuju luar.
"Rom..?" Panggil Arin kepada Romi, Romi segera berlalu menghampiri Arin yang kini berada di luar rumah.
"iya Nya?" sahut Romi yang kini sudah berada di sana.
"emm.. antar saya ke cafe dekat kampus ya Rom!" pinta Arin kepada Romi.
Romi menganggukan kepalanya seraya berjalan menuju mobil dan diikuti Arin di belakangnya.
__ADS_1
Di sebuah Cafe kini Arin sudah tiba disana, Arin beranjak menuju dalam cafe tersebut.
"Arin?" Panggil seseorang kepada Arin yang baru saja tiba di sana, Arin seketika mengalihkan pandangannya menatap kearah orang itu.