Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Acara Peresmian


__ADS_3

𝐏𝐮𝐤𝐮𝐥 20.00.


acara tersebut kini telah dimulai,terlihat dari arah belakang, seorang peria paruh baya kini berjalan menaiki sebuah podium untuk menampaikan sesuatu kepada tamu undangan.


dia adalah Tn Kennan Aris Wijaya,


"lihat.. bukan kah itu Tn kennan, yang merupakan pengusahan nomor satu dari 𝐊𝐢𝐧𝐠𝐭𝐨𝐧 dan perusahaan yang terkenal nomor dua di Kota ini" tamu peria yang berbisik.


Kini Tn Kennan menyampaikan suatu pidato dan beberapa hal yang lainnya, saat Tn Kennan memberitahukan soal pengabungan dan pengangkatan Direktur baru.


seketika semua tamu tercengang mendengar perkataan itu, kedua perusahaan itu akan diberinama 𝐆.𝐀 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩 dan di pimpin oleh Direktur besar Ardan Azhendra sebagai Direktur baru dari 𝐆.𝐈 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩.


***


Namun disisi lain Tn Difya yang mengetahui berita itu terlihat sangat prustasi di balik jeruji besi yang melingkari kehidupannya saat ini.


***


Tak lama, Ardan kini menaiki podium itu seraya memperkenalkan dirinya sebagai Direktur baru dari 𝐆.𝐈 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩, Dan Direktur dari perusahaan 𝐆.𝐀 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩.


Ardan memberikan banyak terimakasih kepada Tn kennan begitu juga rekan kerjanya saat ini, namun kini pandangannya beralih menatap gadis yang masih berdiri agak jauh darinya.


Ardan meminta gadis itu untuk naik bersamanya seraya memperkenalkan gadis itu kepada publik.


"baiklah.. malam ini saya akan memperkenalkan pada kalian gadis yang saat ini berdiri di samping saya dia adalah istri saya Arin Aris Wijaya" ujar Ardan yang kini menatap lekat Arin yang berdiri di sampingnya.


dengan cepat wartawan berbondong bondong menyebarkan informasi tersebut ke media.


seketika terdengar suara riah tepuk tangan disana, memberikan ucapan selamat kepada kedua keluarga itu saat ini.


Selang beberapa lama acara itupun selesai, Sofia yang ntah saat ini berada di mana dalam keadaan mabuk tanpa sadar dirinya memasuki sebuah ruangan.


***


Bruk...


Sofia merebahkan tubuhnya seraya tertidur disana, namun dari arah luar terdengar suara langkah kaki yang kini memasuki ruangan itu.


terlihat seorang peria yang juga dalam kondisi mabuk mamsuki kamar itu.


Bruk...


Sofia yang merasakan ada seseorang yang saat ini tengah menindih tubuhnya seketika membuka matanya menatap samar orang itu.


Cup...


seketika peria itu mencium bibir Sofia dengan agresif.


"ahh.." satu ******* lolos dari mulut Sofia, seketika peria itu kini mengubah posisi dan melakukan hal yang di luar kendali.


Sofia terus merintih meminta peria itu mengehentikan tindakannya, Sofia menatap nanar peria itu lagi yang berada di sebuah ruangan kamar gelap bersamanya.

__ADS_1


Sofia mencoba mempokuskan pandangannya namun sulit untuknya mengenali siapa peria itu.


BRUK...


peria itu menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Sofia seraya memeluk tubuh itu, Sofia kini terdiam seraya menangis menahan sakit di bagian selangkangnya.


***


pagi sudah Sofia yang kini terbangun dari tidurnya bergegas menuju kamar mandi untuk memakai kembali pakaiannya.


Sofia menatap sekilas peria itu, namun di hatinya ingin menangis sejadi jadinya melihat apa yang saat ini terjadi.


Sofia menghapus airmatanya dan bergegas mamakai kembali baju dan beranjak pergi dari kamar itu dengan keadaan masih menahan sakit, saat dirinya sudah berada di luar 𝐈𝐧𝐬𝐨𝐮𝐥𝐜𝐢 𝐑𝐞𝐟𝐟𝐚𝐞𝐫𝐬.


Sofia kini beranjak mencari taxi dan membawanya ntah kemana, meninggalkan gedung itu dalam waktu sekejap.


namun di sisi lain di sebuah kamar, terlihat seorang peria yang kini telah terbangun dari tidur, seraya menatap seluruh penjuru ruangan kamar itu.


Srek...


"akh..!!" pekiknya seraya menahan sakit di kepalanya akibat mabuk semalaman.


Trak.. trak..


namun dari luar terdengar suara langkah kaki yang kini menghampiri ruangan itu seraya masuk kedalam sana


Cklek...


"apa yang terjadi kepadaku?" tanya peria itu yang tidak mengingat kejadian tadi malam


"eng... " gumam anak buah peria itu yang juga ikut bingung.


"aah.. kau ambilkan baju yang baru untuk ku, aku akan membersihka diriku terlebih dahulu" ujarnya kepada anak buahnya


"baik tuan" jawab anak buah peria itu, dan kini berlalu menuju luar kamar itu.


trak...


di kamar mandi peria itu kini membersihkan tubuhnya, seraya menatap bingung wajahnya yang terpampang di cermin, dan berusaha mengingat apa yang terjadi semalaman.


namun percuma, peria itu tidak bisa mengingat sedikitpun kejadian itu, kini saat dirinya sudah selesai, peria itu bergegas keluar dan memakai bajunya.


***


di sebuah Hotel.


Terlihat di dalam sana, kedua keluarga Azhendra dan Wijaya kini tengah duduk di sebuah meja makan seraya mengobrol satu sama lain.


Arin yang baru saja selesai membersihkan dirinya dan kini beranjak turun dari kamar, dan bergegas menuju dimana keluarganya berada.


di ruang makan

__ADS_1


Arin yang kini sudah tiba disana, beranjak menghampiri mereka semua. Dan diikuti oleh baby sister yang selalu menemani Arka di sepanjang harinya.


Srek...


"ehem..!" gumam Arin yang kini duduk di bangku yang terletak di samping Ardan


Ardan sontak mengalihkan pandangannya dan kini menatap senyum Arin yang terlihat cantik hari ini


"tumben cantik! Pagi ini" gumam Ardan yang kini menatap Arin di sebelahnya


"jadi selama ini Arin tidak cantik mas?" Tanya Arin dengan wajah jengkel


"ah tidak.. maksud mas hari ini kamu cantik" jawab Ardan spontan


"sama aja" sahut Arin dengan wajah yang masih jengkel


Ardan yang melihat Arin begitu jengkel kepadanya seketika dirinya mencium wajah Arin tanpa memperdulikan situasi saat ini dimana mereka berada.


Namun dari arah lain Liam yang melihat kejadian itu, seketika membuyarkan tindakan pasutri itu


"huks.. huks.. aa tenggorokan ku gatal" gumamnya seraya meminum air yang sudah di sediakan oleh pelayan hotel


Ardan yang mendengar suara batuk Liam seketika mengalihkan pandangannya.


seraya memicingkan matanya menatap tajam kearah Liam yang duduk di hadapannya.


"ck.. ganggu saja kau" gerutu Ardan kepada Liam


Liam seketika tersenyum dan kini wajahnya berubah saat menyadari Fian tak berada disana


"oh.. tunggu kak Fian kemana? kenapa belum tiba kemari?" tanya Liam kepada mereka semua yang berada di sana


Ardan dan yang lainnya kini menatap kearah pintu luar menunggu kehadiran Fian disana, namun sampai saat ini tanda tanda dari peria itu belum juga ada.


"kemana Fian?" gumam Ardan bingung


"kenapa mas?" tanya Arin yang kini menatap wajah Ardan


"hemm, tidak.. hanya saja mas bingung sama Fian yang belum tiba dari tadi" jawab Ardan kepada Arin


"mungkin kak Fian lagi sibuk mas, nanti juga bakalan kesini" jawab Arin mencoba menenangkan pikiran Ardan


Ardan menganggukan kepalanya dan tampak dari jauh beberapa pelayan hotel datang membawa beberapa troli bersama mereka.


trak..


pelayan hotel itu segera meletakan makanan untuk mereka semua dan beberapa menu khas asli swedia yang kini merupakan menu pavorite dari hotel.


𝐇𝐨𝐭𝐞𝐥 𝐅𝐥𝐨𝐰𝐞𝐫 𝐑𝐞𝐧𝐝𝐯𝐢𝐞𝐥


kini mereka semua menikmati sarapan itu bersama sama seraya menikmati pemandangan pantai dari dalam hotel itu.

__ADS_1



__ADS_2