
"ehh.. !" gumam Ardan yang kini menggendong Arka.
"nanti dulu sayang, tunggu Luis ambil kunci Villa nya!" ucap Ardan kepada Arka.
Namun saat mereka tengah sibuk menunggu, seketika salah satu bodyguad Ardan kini memberikan sebuah kunci Villa kepada Ardan yang berupa Card.
tring.. suara sistem terbaca.
trek..
terlihat pintu Villa itu terbuka, Ardan begitu juga Arin dan yang lainnya beranjak masuk kedalam Villa itu.
di dalam Villa Arin yang sudah berada di dalam sana, menatap kagum bangunan dalam Villa itu, yang di hiasi jendela besar yang berhadapan tepat dengan pantai.
"Luis? kalian bawa koper koper ini di kamar mereka masing masing!" pinta Ardan kepada Luis, yang merupakan salah satu bodyguard nya.
"baik Tuan!" jawab Luis, yang kini meminta anak buah lainnya membawa koper koper itu menuju lantai atas yang dimana terdapat kamar untuk mereka gunakan.
"Sayang? kamu mau istirahat atau.. masih mau berada di sini?" tanya Ardan kepada Arin.
"Mmh.. Arin mau ganti baju dulu Mas, Arin gerah pakai ginian!" ujar Arin.
"Mmh iya udah, ganti dulu baju kamu" sahut Ardan.
Arin bergegas menuju lantai atas yang dimana kamarnya berada.
Ardan yang masih berada di lantai bawah, bersama dengan Fian, Sofia begitu juga Romi dan Yeni kini mereka semua hanya diam satu sama lain
"Kak.. jika kalian ingin beristirahat.. duluan saja!" ujar Ardan kepada Fian dan Sofia.
"Lalu kau?" tanya Fian.
"aku nanti saja, kau lihat anak kecil itu, dia bahkan tidak henti hentinya bermain kesana kemari!"ucap Ardan seraya menatap kearah Arka yang berjalan kesana kemari, melihat sesuatu dari jendela Villa itu.
Fian seketika tersenyum melihat Ardan yang selalu sibuk menemani Arka, yang dimana anak kecil itu selalu tidak ingin di temani oleh Romi.
"Rom, Yeni, kalian juga, kalau kalian ingin istirahat, pergilah, jika makan malam sudah siap aku akan meminta Luis memanggil kalian!" ujar Ardan kepada Romi dan yeni.
"tapi bagaimana dengan Tuan sendiri?" tanya Romi tak enakan.
"ck.. aku tidak sendirian, lagian Arka belum mau tidur saat jam begini!" ujar Ardan lagi, yang kini berlalu menghampiri Arka yang sudah jauh.
Romi dan Yeni menganggukan kepala mereka dan bergegas menuju lantai atas untuk beristirahat di kamar mereka masing masing.
Namun secara bersamaan Arin yang sudah selesai mengganti bajunya dengan menggunakan baju tidur kimono berwarna merah marun. Terlihat gadis itu yang kini berjalan menghampiri keberadaan Ardan dan Arka yang masih berada di bawah sana.
Trak.. tak..
suara langkah kaki.
Ardan yang mendengar suara tersebut spontan dirinya menatap kearah yang dimana ternyata Arin sudah berada di sana.
__ADS_1
"sudah?" Tanya Ardan kepada Arin yang sudah berada tepat di hadapannya.
"sudah kok Mas, Mas Ardan ganti dulu baju Mas Ardan, biar Arka Arin aja yang jagain!" ujar Arin kepada Ardan.
"mmh iya!" sahut Ardan.
Cuph..
satu kecupan mendarat di kening Arin.
"Mas kira kamu cuma ganti baju doang, ternyata kamu habis mandi!" ucap Ardan seraya tersenyum.
"sudah... lebih baik Mas Ardan ganti baju aja sana!" sahut Arin mendorong pelan tubuh Ardan, yang kini mengetahui maksud dari pria itu.
Ardan bergegas menuju lantai atas yang dimana kamar miliknya dan Arin berada.
***
Selang beberapa menit, terlihat seorang pelayan menghampiri keberadaan Arin disana.
"Selamat malam Nyonya, makan malam sudah siap!" ucap pelayan itu kepada Arin.
"oh baiklah, eng.. bisakah kamu membantu saya untuk memanggil kan yang lainnya, mungkin mereka masih berada di kamar saat ini!" pinta Arin kepada pelayan itu.
"baik Nyonya!" Jawab pelayan itu dan bergegas menuju lantai atas seraya meminta pelayan lainnya untuk ikut bersama dirinya.
namun dari arah tangga Ardan yang baru saja tiba di sana, bergegas dirinya beranjak menuruni anak tangga, menghampiri keberadaan Arin yang masih berada di bawah.
"Mas Ardan sudah selesai?' tanya Arin.
***
Di ruang makan Ardan dan Arin yang sudah tibah terlebih dahulu di sana, terlihat di luar ruangan itu sudah ada Fian, Sofia begitu juga Romi dan Yeni yang memasuki ruang makan tersebut.
Trak...
suara piring yang di letakan di atas meja.
"Tuan, menu makan malam hari ini..." Jelas pelayan itu memberitahukan menu khas Swiss kepada mereka semua.
"mmh baiklah!" sahut Ardan.
trek..
Ardan mengambil salah satu menu yang di sajikan di meja itu dan mencicipinya.
kini mereka semua menikmati makan malam itu bersama dengan penuh kehangatan, sembari mengobrol satu sama lain.
...🌹🌹🌹...
Saat mereka sudah selesai makan malam, Arin yang tengah berada di balkon Villa, kini tampak gadis itu tengah menikmati suasana hembusan angin malam.
__ADS_1
Namun dari arah pintu terlihat seseorang kini menghampiri keberadaan gadis itu.
"hai?" Sapa Sofia kepada Arin.
"oh.. Hai!" sapa Arin balik.
"sejuk sekali malam ini bukan?" ucap Sofia memulai berbicara.
"mmh iya!" jawab Arin.
Sofia dan Arin seketika menatap kearah langit yang dimana terlihat begitu banyak bintang bertebaran di atas sana.
Namun secara bersamaan butiran kecil putih lembut dan halus kini jatuh menerpa wajah mereka.
deg..
"eh... !" gumam Arin, yang merasakan sesuatu yang lembut menimpa wajahnya.
"ini salju?" ucap Sofia dan Arin bersamaan.
"Ini indah..!" gumam Sofia yang masih menatap keatas langit malam yang tampak begitu banyak butiran salju yang berjatuhan.
"oh.. tunggu, apa kau sudah tau sesuatu?" tanya Sofia kepada Arin.
"mmh apa?" tanya Arin balik.
"ku rasa kau tidak tau kayanya, mmh.. tidak lama lagi Tuan Ardan akan berulang tahun, jadi aku memberitahu mu!" Tukas Sofia memberitahu Arin.
"eng.. ulang tahun Mas Ardan?, kapan? aku bahkan tidak tau soal itu!" Gumam Arin.
"aah memalukan sekali, bisa bisanya aku tidak tau soal itu." batin Arin.
"haha.. sudah, sini aku beritahu kau!" ucap Sofia seraya membisikan sesuatu ketelinga Arin.
"oh.. benarkah!" Ujar Arin kepada Sofia.
Sofia menganggukan kepalanya.
"Aku dan kak Fian akan membantu mu, kau tenang saja!" Ujar Sofia kepada Arin.
"mmh makasih Sofia!" ucap Arin kepada Sofia.
"tidak perlu Arin, sekarang kita ini saudara ipar!" ucap Sofia dengan wajah tersenyum lebar.
pukul 22.00
Arin yang baru saja kembali kekamarnya, namun saat dirinya membuka pintu kamar itu, tiba tiba dirinya di kejutkan dengan Ardan yang terlihat pria itu tengah mabuk.
Bruk..
"ehh.. Mas Ardan!" ucap Arin kepada Ardan, yang tiba tiba pria itu merebahkan kepalanya di pundak gadis itu.
__ADS_1
...☘️☘️☘️...
...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...