Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Bab 6 ( what's wrong with the CEO)


__ADS_3

***


Namun di lain sisi Bela yang kini sudah tiba di sebuah apartemen milik Arka, saat dirinya sudah selesai merapikan barang milik pria itu, Bela bergegas keluar dari dalam kamar Arka dan kini berlalu menuju dimana Fikram saat ini tengah menunggunya.


Sesampai nya Bela di depan apartemen yang dimana di sana terlihat Fikram tengah menunggunya.


"Fik.. kamu jagain pak Arka saya mau pulang sekarang!" Pinta Bela kepada Fikram.


"Iya Nona, tapi... lebih baik Nona pakai mobil Tn Arka saja, ini sudah malam, Nona bisa menjemput Tn Arka besok!" ujar Fikram kepada Bela.


"mmh.. tidak perlu aku akan naik taxi saja, aku pergi dulu!" ucap Bela yang kini berlalu pergi menuju luar gedung apartemen itu.


Sesampainya di luar, Bela kini berlalu pergi menuju ke arah jalan tol, namun saat dirinya hendak melangkah tiba tiba dirinya di kejutkan dengan sebuah klakson mobil.


Sontak Bela menatap datangnya sebuah mobil yang kini berada tepat di depannya.


"siapa?" gumam Bela yang masih menatap mobil itu.


Namun dari arah dalam mobil terlihat seorang gadis yang kini beranjak keluar dari dalam sana sembari menghampiri keberadaan Bela.


Trak.. trak...


suara langkah kaki menghampiri.


PLAK...


satu tamparan tepat di pipih kanan Bela, sontak Bela menatap bingung gadis itu yang tiba tiba menamparnya.


"apa yang kau lakukan?" tanya Bela kepada gadis itu.


"seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan pada Arka?" tanya gadis itu yang ternyata Tasya.


Bela mendengar penuturan gadis itu seketika dirinya menatap bingung tak mengerti arti dari gadis itu yang berbicara seperti itu kepadanya.


"Nona mungkin kau salah paham, aku tidak melakukan apapun kepada pak Arka!" ucap Bela meluruskan permasalahan.


"ck.. kau pikir aku percaya kepadamu, hh kau gadis miskin yang ingin menjadi wanita simpanan Arka bukan, kau tau.. gara gara kau.. hubungan ku berakhir begitu saja!" ucap Tasya kepada Bela.


"Nona.. apa apaan kau ini, aku tidak ada sangkut pautnya atas putusnya hubungan mu dengan pak Arka! Jadi Nona aku akan pergi sekarang." ucap Bela yang kini beranjak pergi menuju sebuah taxi yang ada di depan sana.


Tasya yang masih berada di sana seketika menatap penuh amarah kepada sosok Bela yang menurutnya gadis itulah penyebab putusnya hubungan dirinya dengan Arka.


"Gadis.. Jal*ng.. tidak akan ku biarkan kau!" ucap Tasya yang kini berlalu pergi menuju kembali ke mobilnya.


***

__ADS_1


pukul 22.00


Bela yang baru saja tiba di apartemen miliknya kini gadis itu beranjak masuk kedalam sana dengan wajah yang terlihat lelah.


Di dalam apartemen Bela kini beranjak masuk kekamarnya sembari membanting tas miliknya di atas tempat tidur.


Bruk..


Bela merebahkan tubuhnya dan kini menatap jauh langit langit kamarnya.


"Ck.. dasar wanita aneh.. dia menamparku tanpa alasan yang jelas, dan dia menuduhku.. penyebab berakhirnya hubungan nya dengan pak Arka, apa dia gadis gila!" Gerutu Bela yang kini beranjak mengganti pakaiannya.


Setelah selesai mengganti pakaian, Bela kini beranjak keluar kamarnya sembari menuju arah dapur untuk mencari makanan.


"Apa aku harus memasak.. ahh aku terlalu malas untuk memasak.. eng apa masih ada sneck di kulkas!" Gumam Bela yang kini berlalu pergi menuju kulkas.


srek..


Bela kini mengambil sneck dan sebotol minuman green tea dan kini membawanya menuju ruang tengah.


cklek..


Bela menghidupkan televisi tampak di layar itu, menayangkan sebuah berita hangat Model cantik bernama Tasya Liyodra yang kini meluncurkan sebuah foto shot barunya bersama dengan model pria ternama Giyel Syter.


Bela mematikan televisinya dan beranjak menuju kamarnya, sesampainya di dalam kamar, Bela merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan bergegas untuk tidur.


Malam menjelang pagi, Bela yang masih berada di atas tempat tidurnya, dengan mata yang masih menatap layar handphone nya.


Dengan rasa malas dirinya beranjak bangun dari sana.


"ck.. kenapa begitu lelah hari ini!" gumam Bela kepada dirinya sendiri.


Bruk..


Bela melempar sedikit handphone nya di samping tubuhnya, dan kini beranjak bangun dan bergegas membersihkan tubuhnya dan bersiap siap untuk berangkat kekantor.


Selang beberapa lama, Bela yang sudah bersiap siap, kini dirinya bergegas berangkat menuju perusahaan tempatnya bekerja.


trak... trak...


"Untung hari ini jadwal meeting tidak ada, kalau tidak bisa bis...!" Belum sempat Bela melanjutkan perkataanya seketika suara klakson mobil kini terdengar di sana.


Bela spontan menatap kearah datangnya mobil itu, Bela memicingkan matanya, tampak bersamaan terlihat seorang pria yang kini beranjak keluar dari mobil tersebut.


"loh... Pak Arka?" gumam Bela yang melihat Arka di sana.

__ADS_1


Srek...


Arka melempar konci mobil itu kepada Bela dan meminta gadis itu untuk menyetir.


"Cepat masuk, hari ini ada klien dari luar, kita harus bertemu sekarang!" Ucap Arka yang kini berjalan menuju kembali kedalam mobil.


Bela menatap tak percaya dengan apa yang dirinya lihat, tanpa basa basi Bela kini bergegas masuk dan duduk di bangku mengemudi.


" huh...! " gumam Bela membuang nafasnya dengan kasar.


Di dalam mobil, Bela segera melajukan mobil tersebut menuju salah keperusahaan mereka, namun di sepanjang perjalanan menuju perusahaan Bela yang sedari tadi hanya berdiam saja kini dirinya di kejutkan dengan suara Arka yang membuyarkan lamunannya.


" apa yang kamu pikirkan? " tanya Arka tiba tiba.


" tidak... ada pak, saya cuma fokus nyetir saja. " sahut Bela yang masih fokus nyetir.


" aneh.. kenapa jawabannya seperti itu? " batin Arka bingung.


" Apa dia tidak senang saat aku menjemputnya kemari pagi pagi begini! " batin Arka lagi.


***


𝐒elang beberapa lama, kini mereka berdua telah tiba di perusahaan, Arka dan Bela beranjak keluar dari mobil dan bergegas menuju kedalam perusahaan.


sesaat mereka telah berada di dalam perusahaan, Bela tak bergiming sedikit pun sembari berkata.


" saya permisi sekarang pak Arka! " ucap Bela dan hendak pergi menuju ruangannya.


" tunggu sebentar! " ucap Arka menghentikan langkah Bela.


Bela spontan menatap kearah atasannya itu yang tiba tiba memanggilnya kembali.


" i iya pak Arka?, ada sesuatu yang ingin pak Arka sampaikan? " tanya Bela sopan.


" eng... a apa ada jadwal untuk saya hari ini? " tanya Arka basa basi.


" oh.. tidak pak, hari ini tidak ada jadwal sama sekali! " sahut Bela.


" apa saya sudah boleh pergi sekarang? pak Arka! " tanya Bela kepada Arka.


" oh baiklah.. silahkan! " sahut Arka.


Bela kembali melangkahkan kaki menuju keruangannya, dan meninggalkan Arka yang masih menatap dirinya dengan wajah masih dalam kebingungan.


...♡︎♡︎♡︎♡︎...

__ADS_1


__ADS_2