
"bagaimana? Apa kau sudah menemukannya?" Tanya Ardan kepada Romi yang baru saja tiba disana.
Romi tak langsung menjawab, melainkan hanya tertunduk diam sembari menghadap kearah Ardan, dimana pria itu tengah duduk jauh di hadapannya.
" Romi.. kenapa kau diam saja, katakan kepadaku apa kau menemukannya? " tanya Ardan lagi, sembari memutar tempat duduknya menghadap kearah Romi yang kini tertunduk disana.
"m maaf tuan, saya belum mene...." belum sempat Romi melanjutkan perkataanya seketika sebuah pisau melayang begitu saja di sampingnya.
trak..
Seketika pisau itu menembus sebuah lukisan yang cukup mahal, Romi terkesiap, dan tidak berani untuk berbicara lebih jauh lagi.
" apa gunanya aku memperkerjakanmu Rom, jika kau tidak bisa ku handalkan " ucap Ardan yang kini beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Romi.
Romi hanya tertunduk tak berani menatap tuannya itu yang terlihat sangat marah, namun tidak terlalu tampak dari wajah pria itu.
Prank...
suara gelas yang di lempar kesembarang arah, Ardan menghela nafasnya dengan kasar sembari menahan emosinya saat ini.
" cari dia Romi.. bawa dia kembali, aku tidak peduli, di manapun gadis itu berada saat ini, bawa dia kepadaku " ucap Ardan dengan penuh penekanan.
Romi dengan cepat berlalu pergi menuju luar ruangan itu dengan tergesa gesa.
" berani beraninya dia kabur lagi dari ku, sepertinya dia ingin di hukum lebih dari itu!! " Ucap Ardan dengan mata menatap tajam kearah pisau yang tertancap di sebuah lukisan itu.
***
hari yang kini sudah menunjukan jam13.00 siang, Arin yang tampak terlihat lebih baik, dari sebelum nya, dengan seorang pria yang tengah duduk bersamanya menikmati suasana hembusan angin di sebuah taman.
pria itu tak lain Liam yang baru saja tiba dari Swiss kemarin malam, dan beranjak pulang kekota tempat keluarganya tinggal, namum di tengah perjalanan Liam yang di kejutkan dengan keberadaan Arin yang tiba tiba berada jatuh pingsa di tengah jalan dalam keadaan basah kuyup, karena itu Liam berinisiatif membawa Arin bersamanya, dan merawat gadis itu sampai sembuh total.
" bagaimana keadaanmu sekarang? " Tanya Liam kepada Arin yang kini duduk di sampingnya.
" hemm aku merasa baikan sekarang, terimaksih sudah membantuku " ucap Arin, tersenyum lembut kepada Liam,
Liam melihat gadis itu tersenyum kearahnya kini membalas senyuman itu dan menanatap wajah Arin begitu lama.
" eng... berapa umurmu? " Tanya Liam lagi dengan wajah menatap serius Arin.
" umurku 19 tahun Tuan! " Jawab Arin yang kini mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
" pantas saja kau terlihat masih muda " ucap Liam sembari memandang jauh taman itu dan seketika mengingat sesuatu.
" kau tau! dulu... saat aku masih berusia 15 tahun, aku mempunyai 2 orang kakak laki laki, mereka berdua adalah orang yang sangat dekat denganku, hmm...bahkan kami lebih sering menghabiskan waktu kami untuk bersenang senang, ntah kenapa saat itu kedua kakak ku malah hubungan mereka menjadi seperti orang asing di pikiranku, bahkan aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi!! " Ucap Liam yang kini bercerita masalalunya.
" mmm kau mempunyai dua orang kakak laki laki? " Tanya Arin seketika mengerutkan dahinya mendengar perkataan pria itu barusan, Liam seketika menganggukan kepalanya.
" iya, mungkin sampai saat ini mereka masih tetap menjadi orang asing satu sama lain " Timpal Liam lagi, dengan tersenyum kecut.
" Sepertinya ada sesuatu yang membuat mereka berdua menjadi seperti itu! " Ucap Arin seraya menebak nebak.
" mungkin saja, tapi aku tidak tau pasti apa penyebabnya " timapl Liam.
" mereka sama sama memiliki sifat yang suka semaunya saja, satunya Egois dan satunya lagi dingin bahkan cenderung keras kepala " ucap Liam berpikir jauh tentang kedua saudara laki lakinya itu.
Arin seketika tersenyum melihat tingkah Liam yang begitu lucu baginya menceritakan kedua suadara dengan ekspresi dari masing masing keduanya itu.
" Kenapa kau tersenyum? " Tanya Liam kepada Arin yang kini menatap kearah gadis itu, Arin menggelengkan kepalanya.
perlahan lahan, tampak keduanya itu yang kini sudah mulai sedikit terbuka untuk satu sama lain, menceritakan tentang kehidupan mereka, tampak keduanya itu yang kini sudah terlihat dekat satu sama lain.
***
" Liam? " Panggil Arin seketika, Liam mengalihkan pandangannya kini menatap Arin secara intens.
" hemm..? " Sahut Liam.
" terimakasih atas bantuanmu " ucap Arin kepada Liam.
" tidak perlu, lagian itu tak seberapa, hmm jika kau perlu bantuan ku, dengan senang hati aku akan membantu mu " ucap Liam sembari tersenyum ramah, Arin seketika membalas senyuman pria itu kepadanya.
" hmm sebenarnya, aku tengah membutuhkan sesuatu pekerjaan untuk saat ini " ucap Arin kembali berbicara.
" pekerjaan? " Sahut Liam seketika mengerutkan keningnya.
" iya, aku harus membayar hutang kepada seseorang " ucap Arin yang kini menatap jauh kedepan.
Liam seketika terdiam mendengar perkataan Arin yang begitu sensitif untuk di bicarakan.
" sepertinya masalahmu, sangat rumit! " ucap Liam yang kini membenarkan posisi duduknya.
Arin tak menyahuti perkataan Liam melainkan gadis itu hanya tersenyum sekilas.
__ADS_1
" aku bisa membantumu! Jika kau mau bekerja di perusahaanku, mungkin itu sedikit membantumu untuk membayar hutang mu? " Ucap Liam kepada Arin.
Arin seketika mengalihkan pandangannya kepada Liam dengan tatapan tak percaya.
" tidak perlu menatap ku seperti itu, anggap saja ini hadiah pertemanan dari ku!! " Timpal Liam lagi kali ini mengulurkan tangannya seraya ingin berjabat tangan.
Arin menatap sekilas uluran itu dan kini membalasnya.
...🌸🌸🌸🌸...
Waktu terus berlalu, hari demi hari kini telah berganti, di perusahaan L.C Group tampak Arin yang kini sudah bekerja lebih dari satu Minggu di perusahaan itu, terlihat gadis itu tengah sibuk mengerjakan beberapa berkas dengan mata menatap kearah layar komputer miliknya.
" hai Arin..?" Panggil seseorang kepada Arin yang masih fokus ke layar komputer nya.
" oh hei " jawab Arin yang kini mengalihkan pandangannya menatap kearah orang tersebut.
" oh.. apa kau tahu, anak IT ingin mengadakan makan malam hari ini, di restoran yang tidak jauh dari kantor, apa kau ingin ikut hemm? " tanya Sari kepada Arin.
" sepertinya menyenangkan, ku rasa aku akan ikut nanti malam " ucap Arin seraya tersenyum.
" Baiklah..!! " ucap Sari sembari mengacungkan jempolnya, Sari merupakan gadis yang berusia 22 tahun, Sari merupakan sahabat Arin di kantor yang bekerja di bidang IT
Sari merupakan sahabat yang sering menghibur Arin saat dirinya mengalami kesusahan selain sahabatnya yang satunya lagi yaitu Fina.
Pukul 17.00
terlihat suasan kantor sudah sedikit mulai sepi, Arin dan Sari mereka baru saja selesai dari pekerjaan mereka dan kini beranjak pergi menuju luar menemui rombongan dan segera pergi ke restoran yang tidak jauh dari L.C Group.
" Huh... ini sangat melelahkan, kerja seharian akhirnya dapat istirahat disini juga " ucap Sari merenggangkan otot ototnya, Arin terkekeh melihat tingkah Sari yang seperti itu.
Di Retoran BongLin, yang dimana kini rombongan mereka telah tiba di sana, dan segera menuju ke salah satu ruangan yang telah mereka pesan di restoran tersebut.
" hei kalian.. mau pesan sesuatu? " Tanya kepala staf IT kepada anggotanya, para anggota kini mereka memesan menu yang mereka inginkan termasuk dirimu dan Sari.
"oh.. apa kalian sudah tahu, kalau akan ada acara penyambutan di L.C Group minggu depan?" ucap seseorang kepada seluruh anggota.
" hemm iya, bukannya CEO Liam, adalah Direktur dari L.C Group, lalu kenapa ada pengangkatan Direktur lagi? " ucap seseorang lagi yang kini menjawab pertanyaan karyawan satunya.
" hem Tn Liam itu hanya Direktur sementara Di L.C Group, Direktur utamanya adalah saudara Tn Liam sendiri!! " Jawab kepala IT kepada anggotanya.
...~~~~...
__ADS_1