Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Rencana Roy


__ADS_3

di sebuah gedung tua terbengkalai, terlihat Arin yang sudah berada disana dalam keadaan terikat di kedua tangan dan kakinya.


"ck.. lihat lah dirimu, aku tidak tau kenapa si breng*** itu meminta ku untuk membawamu kemari" ucap pria itu kepada Arin.


"lepaskan aku... "ucap Arin seraya memberontak, tak lama suara langkah kaki terdengar disana, seketika pria itu menatap kearah datangnya suara itu.


trak.. trak...


"ai...kau sudah tiba ternyata, aku sudah membawa gadis ini bersama ku, jadi apa tujuan selanjutmu?" tanya pria itu yang kini menatap seseorang dari kegegelapan.


"hemm" gumam orang itu yang kini melangkah kan kakinya mendekat dan tampaklah wajah orang tersebut Arin seketika kaget melihat apa yang terjadi, dihadapannya.


"Roy?" Ujar Arin tak percaya, Roy lagi lagi melakukan rencana diluar dugaan.


"Roy? Apa yang kau lakukan?" tanya Arin yang masih menatap pria itu tak percaya.


"hem kenapa?" Ujar Roy yang kini tersenyum smrik kearah Arin.


"apa yang kau lakukan?" Tanya Arin lagi.


"apa yang aku lakukan? Hemm... aku hanya ingin pria itu datang kemari, memberikan ku Uang, jika dia tidak bersedia... aku ingin kau kembali!" Ucap Roy dengan keayakinan.


"hiks... Roy!, apa yang kau maksud.. menjebak seseorang untuk memberikan mu uang itu salah" ujar Arin dengan tangisan.


"kenapa? Bukannya pria itu memiliki segalanya, jika dia tidak bersedia, berarti dia harus merelakan apa yang kini miliknya menjadi milikku kembali" ucap Roy yang kini mengusap wajah Arin yang penuh luka.


Arin menangis dalam diam mendengar perkataan Roy, apalah nasibnya yang selalu di jadikan taruhan oleh Roy, untuk mendapatkan apa yang ingin dia inginkan.


***


Namun dari luar tampak Ron yang ternyata sudah berada disana dari tadi, namun terlihat Ron dan kawanannya tidak bisa masuk.

__ADS_1


dikarenakan ada banyak anak buah yang disiapkan oleh pria itu untuk menghadang mereka.


"aah..... apa kita harus melawan mereka semua?" Tanya Ron seraya menyilang kedua tangannga di depan dada.


dan menatap jauh kearah puluhan anak buah yang disiapkan oleh pria itu.


Tak lama dari kejauhan Romi datang dan begitu juga dengan Ardan yang kini juga berada disana.


Romi segera beranjak keluar dari mobilnya dan berjalan kearah Ron dan kawanannya.


Romi yang melihat kehadiran Ardan segera berlalu menuju atasannya itu.


"tuan, apa kita harus melawan mereka semua?" Tanya Romi yang kini berada di hadapan Ardan.


"eng.. "Ardan hanya menatap kearah Romi.


" tuan.. Nyonya berada dalam bahaya!" ucap Romi lagi kepada Ardan.


begitu juga dengan Romi, Romi memberikan kode kepada Ron, untuk menyuruhnya berjaga jaga.


Ron menganggukan kepalanya dan kini menatap jauh kearah puluhan anak buah pria itu.


Ardan dan Romi kini mereka telah berada di depan sana, seraya berbicara kepada mereka.


tak lama Salah satu anak buah pria itu kini membawa Ardan dan Romi memasuki gedung itu dan menuju lantai dimana peria itu berada.


di ruangan, Kini tampak Arin yang masih dalam keadaan terikat, dengan luka di bibir dan pipihnya.


akibat pukulan dari pria itu yang membawanya kemari, Roy mengusap wajah itu seraya tersenyum kearah Arin.


tak.. tak.. suara langkah kaki.

__ADS_1


yang kini menuju keruangan itu, Roy dan pria itu seketika memalingkan wajahnya mengahadap kearah dimana suara langkah itu berada.


terlihat kini beberapa orang datang kemari Roy tersenyum melihat sosok yang begitu di tunggunya.


namun tidak dengan pria itu tampak di wajahnya sedikit tertegun menatap kearah datangnya orang itu.


"Ardan? akhirnya kau datang juga?" Ucap Roy yang kini melihat Ardan yang sudah berada di sana, Ardan tak menyahuti perkataan Roy.


melainkan menatap jauh kearah pria yang berada di samping Roy.


"ck.. ternyata kau Dio F.G tampaknya kau benar benar ingin mengantarkan nyawamu ya" ucap Ardan yang kini menatap pria itu yang ternyata bernama Dio F.G.


Dio tersentak kaget melihat Ardan dan kini pandangannya menatap kearah dimana Romi berada.


"eng..." gumam Dio sedikit ketakutan, Romi tersenyum smrik kearah Dio.


"senang bertemu denganmu lagi Dio F.G?" Ucap Romi terlihat senang seperti mendapatkan hadiah lotrey.


Dio menatap kearah Roy, seakan akan meminta penjelasan dari Roy.


"breng***, kenapa aku harus berurusan dengan mereka lagi ck, bisa bisa aku yang akan mati disini" batin Dio yang kini terlihat sedikit ketakutan.


"Roy.. apa yang kau lakukan?, membawa Arin kemari?" Tanya Ardan.


yang kini melangkah kan kakinya menghampiri Roy dan Dio disana.


"Rom? sepertinya, sekarang saatnya kau harus menguji kemampuan mu lagi!" Ucap Ardan yang kini menatap Dio, Dio seketika mengalihkan pandangan nya menatap Romi.


Romi merupakan ketua gengsters yang di rekrut Ardan pada masanya, untuk menjadikannya kaki tangannya selama ini.


Romi yang masih berusia 21 tahun itu hanya tersenyum kemenangan.

__ADS_1


menatap Dio yang merupakan musuh bebuyutannya, sekaligus buronan yang selama ini di carinya atas tindakan melakukan taruhan sekaligus penipuan.


__ADS_2