
"eng.." gumam Arin yang baru saja ingin berbicara, seketika seseorang kini memanggilnya dari luar.
"Arin?" Panggil seseorang dari luar kamar.
"iya bu" jawab Arin kepada orang itu yang ternyata Ny Rita.
"bisa kamu keluar sebentar, ada yang harus ayah ibu bicarakan sama kamu!" ucap Ny Rita kepada Arin.
"hemm baiklah" sahut Arin.
"sini, biar Arka sama mas aja" ujar Ardan yang kini mengambil alih Arka dan menggendongnya, seraya ingin membuatnya tidur.
Arin yang masih di tunggu kini dirinya bergegas keluar dari kamar itu.
di luar kamar
"iya bu?" Ucap Arin yang kini sudah berada di luar kamarnya.
"hemm, baiklah ikut ibu sekarang kita ke balkon, ada yang ingin ibu katakan kepadamu, begitu juga ayah mu yang sudah menunggu kita disana" ujar Ny Rita yang kini berjalan menuju balkon dan diikuti Arin di sampingnya.
***
di balkon tampak Tn Kennan yang kini menunggu kedatangan Arin dan Ny Rita.
"ayah?" panggil Arin yang kini sudah berada di sana.
"hemm duduklah" ujar Tn Kennan kepada Arin.
"hemm, ada apa ayah dan ibu memanggil Arin kemari?" tanya Arin lagi.
"ah.. sebenarnya, minggu depan akan ada pengankatan Direktur baru, apa Ardan sudah memberitahu mu?"tanya Tn Kennan kepada Arin.
"eng..mas Ardan sudah kasih tau Arin, tapi mas Ardan juga tidak tau siapa." Ucap Arin memberitahu ayahnya.
"hemm, sebenarnya Ayah ingin Ardan untuk melanjutkan 𝐆.𝐈 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩, dan membuat perusahaan 𝐈.𝐂 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩 dan 𝐆.𝐈 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩, Kedua perusahaan itu tergambung menjadi satu" ujar Tn Kenna kepada Arin.
"eng.. apa mas Ardan udah tau soal ini ayah?" tanya Arin lagi.
"belum.. ayah takut Ardan akan menolak, untuk menjadi Direktur perusahaan 𝐆.𝐈 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩" jelas Tn Kennan kepada Arin.
Arin terdiam sejenak memikirkan perkataan Ayah nya,
"nak.. bisakah kamu memberitahu Ardan soal ini, kami ingin berbicara kepadanya" sahut Ny Rita kepada Arin seraya mrnyentuh pundak putrinya itu.
Arin tersenyum seraya menganggukan kepalanya, kini dirinya berlalu pamit untuk memberitahukan kepada Ardan tentang semua itu kepadanya.
***
__ADS_1
di kamar, kini Arin beranjak masuk kedalam sana, Arin kinu menatap sosok peria yang masih setia menggendong bayi kecil Arka di pelukannya.
"mas?" Panggil Arin kepada Ardan dengan suara pelan.
"hemm iya, kamu sudah kembali?" Tanya Ardan kepada Arin.
"hemm sudah, mas lebih baik taruh Arka di tempat tidurnya, dia udah tidur mas" ujar Arin yang kini berlalu menuju tempat tidur bayi seraya merapikannya.
Ardan beranjak mengikuti Arin dan segera meletakan Arka di kasurnya seraya mencium pipih chabi Arka.
"Mas?" Panggil Arin kepada Ardan yang kini berdiri di sampingnya.
"iya sayang." Sahut Ardan yang kini menatap kearah Arin.
"ayah dan ibu ingin berbicara sama mas, mereka nunggu mas Ardan di balkon, lebih baik mas temui sekarang" ujar Arin kepada Ardan.
"hemm baiklah" sahut Ardan.
seraya mencium pucuk kening Arin dan kini berlalu pergi menuju luar, Arin kini menatap jauh punggung Ardan yang kian menjauh dari pandangannya.
Arin kini beralih menatap putranya yang tengah tertidur pulas di sana, seraya mencium lembut pipih Arka.
Arin kini melangkahkan kakinya menuju tempat tidur seraya memainkan ponselnya.
tring...
"wah...Congratulations to you Arin, sungguh aku sangat bahagia mendengar kabar mu, tapi aku sangat bersedih karena kau tidak bisa hadir di acara reuni minggu ini" ucap Fina dalam sebuah pesan.
Arin segera membalas pesan tersebut. Arin kini meletakan kembali ponselnya di meja kamar.
dan bergegas untuk tidur. Namun di sisi lain Ardan yang ternyata sudah kembali kini.
mendapatkan Arin yang sudah tertidur di kamarnya, Ardan beranjak menuju kasur seraya merebahkan tubuhnya di samping tubuh Arin,
Bruk....
Ardan memeluk tubuh itu seraya mencium lembut leher Arin yang selalu membuatnya merasa nyaman berada didekatnya.
Arin yang merasakan kecupan tersebut kini dirinya beralih menghadap kearah peria yang kini tengah berbaring di sampingnya.
dan memeluk erat tubuh itu dan memebenamkan kepalanya di dada bidang milik Ardan.
satu minggu kemudian, di sebuah gedung 𝐈𝐧𝐬𝐨𝐮𝐥𝐜𝐢 𝐑𝐞𝐟𝐟𝐚𝐞𝐫𝐬, terlihat kini di luar sana terdapat banyak mobil mewah yang terpakir rapi disana.
di sebuah ruang 𝐕𝐕𝐈𝐏 dimana akan di laksanakannya sebuah pengangkatan Direktur dan penggabungan kedua perusahaan itu di adakan.
dari kejauhan terlihat Sofia yang masih sibuk mengurusi persiapan itu dan diikuti anak buah lainnya.
__ADS_1
"kamu.. tolong periksa bagian sana, jangan sampai ada yang tertinggal sedikit pun, mengerti" perintah Sofia kepada anak buah lainnya.
namun di sisi lain Ardan dan Arin yang kini pergi kesuatu tempat yaitu butik di Mall, tampak tengah mencari sesuatu disana.
"mas? kita mau ngapain kesini, bukannya beberapa jam lagi acara akan dimulai" ujar Arin kepada Ardan.
"bisakah istriku ini menunggu sebentar saja" ujar Ardan yang kini memegang pipih chabi Arin seraya mencubitnya pelan.
"eng.. emang mas mau ngapain?" Tanya Arin masih penasaran, tak lama dari dalam terlihat seorang pramuniaga kini membawa sebuah gaun indah bersamanya.
Arin menatap kagum gaun yang pernah dirinya lihat dan yang diidambakannya sejak lama.
"ini Tn, gaun yang anda minta" ujar peramuniaga itu kepada Ardan.
Ardan mengambil gaun itu dan memeberikannya kepada Arin,
"loh.." gumam Arin bingung, "pakai yang ini, saya mau lihat istri saya harus cantik hari" bisik Ardan kepada Arin.
Arin yang mendengar perkataan Ardan seperti itu tanpa sadar wajahnya bersemu merah.
Ardan yang menyadari hal itu seketika tersenyum gemas melihat Arin yang begitu lucu baginya.
Arin kini beranjak mengganti bajunya menuju ruan ganti. Beberapa menit kini Arin telah keluar dari dalam sana menggunakan gaun yang deberikan Ardan kepadanya.
Ardan yang melihat kehadiran Arin seketika pandangannya menatap kagum gadis itu, yang kini berjalan menghampirinya.
"mas.. ayo, Arin sudah siap" sahut Arin membuyarkan lamunan Ardan.
"eng.. oh baiklah, kita pergi sekarang" jawab Ardan yang kini beranjak keluar dari butik itu dan segera menuju gedung 𝐈𝐧𝐬𝐨𝐮𝐥𝐜𝐢 𝐑𝐞𝐟𝐟𝐚𝐞𝐫𝐬.
***
Beberapa menit kemudian kini mereka berdua telah tiba disana, dan bergegas masuk menuju ruangan dimana acar itu akan diadakan.
saat mereka berdua telah tiba di dalam ruangan itu, lagi lagi Arin dibuat risih oleh tatapan para tamu undangan lainnya yang ikut hadir di acara itu.
Arin tak menghiraukan pandangan mereka dan bersikap biasa biasa saja.
"tunggu, bukan kah gadis itu yang pernah hadir di acara pengankatan Direktur bersama Tn Liam tempo lalu?" tanya pada temannya yang lain.
"hemm malam ini, gadis itu bersama Tn Ardan, siapa dia sebenarnya?" tukas teman satunya lagi.
"kau benar, memang gadis itu cantik.. apa mungkin dia juga dari keluarga pengusaha?" Ujar yang lainnya lagi.
kini mereka cuma bisa menatap Arin yang kian menjauh dari pandangan mereka.
__ADS_1