
"Hemm sudah.." jawab Ardan yang kini menancapkan kapak itu di sebuah pohon.
Ardan kini berlalu menghampiri keberadaan Arin yang bersama ibu dan ayah mertuanya,
"salam ayah ibu" ucap Ardan kepada Tn Kennan dan Ny Rita.
"hemm iya nak" jawab Ny Rita seraya tersenyum kearah Ardan.
Cup...
Ardan mencium pipih Arka yang kini berada di dalam gendongan Arin.
"sini.. sama Papah?" Ujar Ardan seraya mengambil alih Arka.
"Mas Ardan udah selesai?" Tanya Arin kepada Ardan,
"sudah.. kok" jawab Ardan.
"kamu tidak kerja Ardan?" tanya Ny Rita kepada Ardan.
"ibu tau, Arka dari tadi rewel, minta di gendong sama mas Ardan, gimana mas Ardan mau kekantor beberapa hari ini bu" ujar Arin kepada ibunya.
"apa? jadi beberapa hari ini Ardan tidak kekantor?" Sahut Ny Rita tak percaya.
Ardan menganggukan kepalanya pertanda jawaban darinya, kini mata Ny Rita melihat kearah cucu kesayangannya itu yang masih di gendong Ardan.
"jangan salahkan Arka, Mamah nya saja waktu masih seperti Arka, suka minta gendong, sampai buat Ayahnya gak kerja" tukas Tn Kennan yang kini memulai berbicara mengenai putrinya dulu yang masih kecil.
Ardan yang mendengar perkataan ayah mertuanya seketika menahan tawanya, Arin yang nenyadari Ardan seperti itu seketika memicingkan matanya.
"Mas Ardan tawain Arin!" ujar Arin kepada Ardan.
"eng.. nggak, Ayo sayang kita kesana" sahut Ardan mengalihkan topik percakapan.
Ardan kini berlalu membawa Arka bersamanya menuju suatu permainan untuk anak anak.
tak lama dari arah pintu terlihat beberapa orang kini berjalan menuju halaman belakang, Arin mendongak kan kepalanya melihat seseorang yang pernah dirinya lihat.
"oh.. bukan kah itu keluarganya Om Falen" gumam Arin yang melihat keberadaan Tn Falen dan beberapa anggota keluarga lainnya.
tak lama terlihat dari arah yang bersamaan seorang peria paruh baya dan seorang wanita yang kini berada di sampingnya, mereka adalah Tn dan Ny Siklye yang merupakan saudara dari Ny Aziah.
Kini mereka segera menghampiri keberadaan keluarga Azhendra berada.
di sisi lain Ardan yang masih mengajak bermain Arka seketika seseorang menghampirinya.
"apa kau Ardan Azhendra?" Tanya orang itu tiba tiba, Ardan spontan membalikan tubuhnya kini menghadap orang itu.
"ah.. iya" jawab Ardan yang kini menatap kearah orang itu dengan sedikit memicingkan matanya.
__ADS_1
"oh.. kenalkan saya Farhan suami dari Melinda, senang bertemu dengan anda Tn Ardan" tukas orang itu yang ternyata Farhan.
"oh.. iya, senang juga bertemu dengan anda Tn Farhan" jawab Ardan yang kini membalas jabat tangan itu.
Farhan seketika mengalihkan pandangannya menatap Arka yang baru berumur 6 bulan itu di gendongan Ardan.
"apa dia putramu?" Tanya Farhan yang masih menatap kearah Arka.
"ah.. iya, dia anak saya" jawab Ardan, dari arah yang sama Arin kini mengahmpiri Ardan yang masih berbicara.
"mas?" Panggil Arin kepada Ardan.
"iya!" Jawab Ardan, Farhan yang menyadari kehadiran Arin kini dirinya mengalihkan pandangannya menatap gadis itu.
"oh.. ternyata kau Tn Farhan, senang bertemu dengan anda" ucap Arin yang menyadari keberadaan Farhan disana.
"oh.. iya" sahut Farhan seraya tersenyum kearah Arin.
"oh ya mas, ayo kita kesana, yang lainnya sudah datang" ucap Arin kepada Ardan.
Ardan menganggukan kepalanya dan kini berpamitan kepada Farhan seraya berlalu menuju dimana yang lain berada.
Ardan sontak menarik tangan Arin untuk ikut bersamanya, Arin yang menyadari hal itu seketika menurut ikut kemana Ardan pergi.
***
"oh.. Ardan?" panggil seseorang kepada Ardan, Ardan seketika mengalihkan pandangannya menatap oranng itu.
Bruk... pok... pok...
Jeray menghampiri Ardan dan dengan spontan merangkul bahu itu,
"sudah lama tidak berjumpa ya, terakhir kali saat kau masih kuliah di AS" ujar Jeray yang merupakan sepupuh sekaligus teman dekat Ardan waktu kecil
Ardan seketika tersenyum mendengar perkataan jeray kepadanya.
"oh.. siapa baby kecil ini? Dia sangat lucu!" ujar Jeray yang kini melihat Arka di gendongan Ardan.
"Arka Om" sahut Arin menggunakan suara khas anak kecil.
Arin yang masih bersama Ardan kini berpamitan kepada mereka berdua menuju diamana Ny Rita berada.
"apa dia anak mu Ardan?" Tanya Jeray lagi, Ardan menganggukan kepalanya.
"ahh aku kira dia anak dari Kak Fian" ujar Jeray.
"Peria seperti itu yang selalu sibuk, mana ada gadis yang nempel" sahut Ardan yang kini menceritakan soal Fian.
"ehem...." gumam seseorang kepada mereka, Ardan sontak menghentikan perkataannya dan kini menatap kearah suara itu.
__ADS_1
"apa yang kau bicarakan tentangku" sahut orang itu yang ternyata Fian.
"huks... huks... tidak aku... hanya, eng...salah ngomong" sahut Ardan mengalihkan topik.
Fian menatap tajam kearah Ardan dan seketika pandangan itu berubah menatap kearah seorang yang kini berada di samping Ardan.
"Jeray? Kau juga hadir kemari?" Tanya Fian seketika.
"iya" jawab Jeray singkat.
***
saat mereka tengah berbicara seketika seseorang memanggil mereka bertiga untuk kesana.
"Ardan biar Arka sama Mamah saja, sini..." ujar Aziah yang kini ingin menggendong Arka.
"Okeh.. bagaiman kalau para peria yang memanggang hari ini" ujar Ny Sarah kepada mereka semua.
seketika semua peria kini menatap kearah Ny Sarah dengan rasa tak percaya.
"begini begini... anak muda saja yang akan memanggang, untuk orang tua, kalian harus menyiapkan meja untuk hari ini" ujar Ny Sara lagi membagi tugas kepada para pria.
"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Jeray kepada Ardan, Fian begitu juga Liam.
"Ck... cuma ada kita kita saja bukan, dan beberapa orang lainnya" ujar Ardan kepada Jeray.
"eng.. siapa yang kau maksud?" tanya Jeray bingung, Ardan seketika menatap keberadaan, Melvin, Willian begitu juga Farhan yang berada jauh di hadapan mereka.
Jeray seketika mengalihkan pandangannya mengikuti arah pandang Ardan dan seraya bergumam,
"ahh... si pembuat masalah maksudmu" sahut Jerya yang kini menatap Willian.
"hemm siapa lagi kalau bukan mereka bertiga, sudah kita siapkan apa yang harus kita bakar nanti" ujar Ardan yang kini berlalu membuat api.
***
Namun disisi lain Arka yang masih berada di gendongan Aziah, tampak dari keluarga Mahesa dan Siklye, kini tengah memanjakan Arka.
"akhirnya kau punya cucu juga ya Ziah" ujar Ny Sarah kepada Aziah,
"mm... ya" jawab Aziah dengan senyuman,
"lalu.. bagaimana denganmu Dina, bukannya Melinda sudah menikah, apa mereka tidak mempunyai rencana untuk punya momongan?" Tanya Ny Sarah kepada Ny Dina.
"hemm mungkin mereka belum mau saja" jawab Ny Dina kepada Ny Sarah.
Arin yang masih sibuk memotong beberapa bahan bersama Ny Rita di sampingnya, kini menatap senyum kearah Arka.
"apa semuanya sudah siap sayang?" Tanya Ny Rita kepada Arin.
__ADS_1