
"baiklah kalian bisa pasangkan cinci kalian satu sama lain." Ucap pendeta itu seketika membuyarkan lamunan Arin.
Ardan memasangkan sebuah cincin kejari manis Arin dan begitu juga sebaliknya.
pernikahan pun selesai, Ardan dan Arin kini beranjak pulang Ardan meminta Romi untuk mengantarkan mereka berdua menuju kediaman Ardan yang terletak di jalan A.
Romi segera melajukan mobilnya membawa kedua majikannya itu. Di kediaman Ardan, kini mereka bertiga telah sampai Romi beranjak keluar dan membukakan pintu dimana Ardan dan Arin berada.
Arin menatap rumah megah dan besar di hadapannya.
"mas ini rumah siapa?" Tanya Arin kepada Ardan yang masih berdiri di sampingnya.
"rumahku, aku tinggal sendirian disini!" Ucap Ardan kepada Arin yang masih menatap jauh kedepan.
terlihat di sana terdapat banyak anak buah Ardan yang kini sudah menunggu tuannya.
"kita masuk sekarang saja, ini sudah soreh." Ucap Ardan seraya berjalan menuju kedalam rumah, dan begitu juga Arin.
***
"Salam Tn?" Ucap anak buah Ardan seraya membungkuk hormat, Ardan kini telah berada di loby rumahnya dan seketika menatap seluruh penjuru rumah.
"Rom.. kumpulkan mereka semua sekarang" ucap Ardan yang masih berada di sana.
Romi menuruti perkataan Ardan dan kini beralu pergi memanggil semua anak buah dan Asisten Rumah Tangga.
saat mereka semua telah berkumpul Ardan seketika bersuara.
" baiklah.. mulai hari ini, kalian tidak hanya akan bekerja untuk melayaniku, tapi juga untuk gadis yang kini berada di sampingku, dia adalah istri saya Nyonya Azhendra mulai sekarang" ucap Ardan menjelaskan kepada semua anak buahnya dan Asisten rumah tangganya.
seketika semua menundukan kepala mereka dan menuruti perkataan Ardan.
"Baik tuan!!" Jawab mereka semua serempak. Arin hanya menatap diam mereka semua.
"baiklah kalian boleh pergi sekarang" ucap Ardan, mereka semua segera pergi memulai pekerjaan mereka masing masing.
Ardan segera beranjak menaiki anak tangga dan menuju kamarnya, tapi tidak dengan Arin yang kini berlalu pergi menuju kamar tamu.
"mau kemana kamu?" ucap Ardan seketika mengalihkan pandangannya menatap Arin yang berlalu menuju kamar tamu.
"kekamar!!" Jawab Arin pelan.
"ck.. ke kamar saya, kamu itu istri saya mulai sekarang" sahut Ardan yang masih berdiri di sana, Arin beranjak menuju lantai atas menuju kamar Ardan.
Deg...
Arin seketika memnulatkan kedua bola matanya, melihat apa yang kini di hadapannya.
__ADS_1
kamar yang begitu besar dan megah, bahakan disana terdapat beberapa ruang lagi di dalam nya Arin menatap seluruh penjuru kamar itu dan seketika.
BRUKKK...
Arin menabrak tubuh Ardan yang ternyata verada di hadapanya.
"awk..!!" pekik Arin seraya mengelus pelan dahinya.
"apa yang kamu lihat?" Tanya Ardan yang berada di hadapn Arin dengan posisi membelakanginya.
"eng... tidak apa apa kok mas." jawab Arin.
"hmm yasudah lebih baik kamu ganti dulu pakaianmu, disana itu kamar mandi, pergilah ini sudah malam." ucap Ardan kepada Arin.
Arin hanya menganggukan kepalanya dan seraya beranjak menuju kamar mandi.
Namun disisi lain Arin memikirkan sifat Ardan yang kadang kadang suka berubah ubah.
"ada apa dengan dirinya? tidak seperti biasanya mas Ardan kaya gitu" gumam Arin yang kini sudah berada di dalam sana.
Arin segera membuka bajunya dan beranjak menuju Bathtub dan merendam tubuhnya disana.
"Ahh tubuhku sakit semua" tukas Arin yang kini menyandarkan tubuhnya di sana.
Arin memejamkan kedua matanya untuk menenangkan pikirannya saat ini, namun seketika.
terdengar suara ketukan pintu dari luar, Arin seketika membuka kedua matanya.
"Arin..? Apa kau sudah selesai? kamu ngapain disana? Cepetan saya sudah tidak tahan lagi!" Ucap Ardan seraya mengetuk pintu, Arin seketika kaget dan bingung mau berbuat apa.
"eng.. mas Ardan mau masuk, bentar lagi mas" ucap Arin sedikit bingung.
"cepetan Arin, buka saja, mas mau buang air kecil" Ucap Ardan lagi, Arin seketika beranjak dari dalam sana dan mengenakan kimono, seraya menuju pintu untuk membukakan pintu tersebut.
"mas.." belum sempat Arin berbicara seketika Ardan berjalan masuk kedalam kamar mandi dan menuju toilet.
Arin seketika terdiam takut terjadi sesuatu kepadanya jika bersama Ardan di sana.
Arin beranjak ingin keluar namun seketika
BRAK..
dengan cepat sebuah tangan menghadang dan menutup kembali pintu itu.
Arin mendongak kan wajahnya dan di lihatnya sosok Ardan yang kini berada di hadapannya.
"mas Ardan? eng.. mas mau mandikan, kalau begitu Arin pergi dulu!" Ucap Arin seraya memegang pintu.
__ADS_1
Ardan tak menyahuti perkataan Arin dan malah tersenyum nakal kearah gadis itu.
Arin seketika merasa takut dan memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"mau kabur hh? Bukannya kamu belum selesai mandi, kenapa malah ingin keluar sekarang." Ucap Ardan yang kini melangkahkan kakinya mendekati Arin.
Arin dengan sigap memundurkan tubuhnya seraya menatap Ardan yang berada di hadapannya
"M Mas Ardan mau apa?" Tanya Arin yang sedikit ketakutan.
"apa yang aku lakukan? Hmm itu urusanku" ucapnya seraya melangkah kan kakinya mendekati Arin.
bruk...
seketika langkah Arin terhenti mendapati dirinya kini menerpa sebuah dinding di belakangnya, Arin hanya menatap Ardan yang kini kian mendekat dengannya.
"Mas... ini sudah malam, bukannya mas belum membersihkan tubuh mas Ardan" ucap Arin sedikit takut.
"hemm baiklah, kalau begitu kita mandi bersama?" Ucap Ardan seraya menggending tubuh Arin menuju Bathtub.
Arin terkesiap dan memberontak meminta Ardan untuk menurunkannya, namun percuma kini Ardan telah membawa Arin berendam disana.
Beberapa jam kemudian kini mereka berdua telah kembali kekamar mereka, dan beranjak untuk tidur, di tempat tidur kini Ardan merebahkan tubuhnya di sana.
namun tidak dengan Arin yang masih menatap kosong arah tempat tidur.
"kenapa kamu diam saja, naik sekarang, ini sudah malam cepat tidur" ucap Ardan yang sudah berbaring di sana, Arin beranjak menaiki tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping tubuh Ardan.
dan berusaha memejamkan matanya, namun percuma Arin tidak bisa tertidur sedikitpun.
Arin kini beranjak untuk turun dari tempat tidur dan keluar dari sana dengan cara mengendap ngendap, saat Arin audah berada di ambang pintu dan mencoba membukanya tiba tiba sebuah suara mengejutkannya.
"mau kemana kamu?" tanya suara itu kepada Arin yang ternyata Ardan yang kini menatap Arin dari sana.
Arin seketika menghadapkan tubuhnya melihat kearah Ardan.
"eng.. anu mas, Aku tidak bisa tidur!" Ucap Arin sedikit gugup.
"kemari!" Ujar Ardan lagi, Arin segera beranjak mendekati Ardan dan kini berbaring di sampingnya.
tanpa aba aba Ardan seketika menindih tubuh Arin yang kini sudah berbaring disana.
Arin seketika kaget melihat Ardan yang kini di hadapannya.
"tidak bisa tidur kan, baiklah layani suami mu malam ini" ucap Ardan seyara mencium bibir Arin dengan sedikit **********.
Dan terjadilah malam itu diantara mereka berdua.
__ADS_1