Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Bab 8 (what's wrong with the CEO)


__ADS_3

" mmh baiklah, terimakasih! " ucap pria itu dengan senyum lembut di bibir nya.


di lain sisi, di sebuah ruangan terlihat Arka, Arin dan Tasya, tampak kini mereka tengah membicarakan suatu hal.


" Arka? Mamah tidak mengerti soal katamu yang tadi! " ujar Arin kepada Arka.


Arka tak menyahuti perkataan Mamah nya melainkan berdiam sejenak untuk memikirkan cara memberitahu Mamahnya soal hubungan nya bersama Tasya.


" eng.. tante sebenarnya! " ucap Tasya menggantungkan kalimatnya.


" apa? apa yang kalian bicarakan? kenapa kalian tidak menyelesaikan perkataan kalian, jangan membuat saya pusing! " tukas Arin kepada Tasya begitu juga Arka.


" Arka? katakan apa yang mau kamu jelaskan ke Mamah! " timpal Arin kepada putranya itu.


" eng.. begini Mah, sebenarnya.. Arka dan Tasya sudah tidak memiliki hubungan lagi Mah! " ujar Arka hati hati dalam berbicara.


" Apa? jadi kalian berdua putus? " tanya Arin tak percaya.


" benar begitu Tasya? " tanya Arin lagi yang kini beralih kepada Tasya.


" i iya tante, sebenarnya hubungan aku sama Arka putus gara gara gadis tadi tante! " sahut Tasya.


Arka yang mendengar perkataan Tasya seperti itu, seketika menampakan sedikit amarah pada dirinya.


" apa yang kamu katakan? siapa yang kau maksud? " tanya Arka.


" tunggu.. tunggu.. kenapa begini? jelaskan kepada Mamah Arka? Tasya? kalian putus gara gara siapa? " tanya Arin mencoba menelaah perkataan yang barusan dirinya dengar.


" gara gara gadis yang barusan tante! " ucap Tasya.


" ck.. kenapa kau membawa Bela masuk kedalam permasalahan hubungan kita!, dia tidak ada sangkut pau....! " belum selesai Arka berbicara seketika Arin meminta putra nya itu untuk diam.


" Arka? jadi benar? siapa gadis itu dan apa hubungan kalian? " tanya Arin kepada Arka.


" Mah... Bela cuma sekretaris pribadi Arka saja kok Mah! " jawab Arka.


" benar begitu? " tanya Arin lagi.


" i iya Mah! " jawab Arka.


" apa kamu yakin tidak memiliki rasa kepada sekretarismu itu Arka mm? " tanya Arin lagi.


Arka tak menyahuti perkataan Mamah nya melainkan dirinya menganggukan sedikit kepalanya.


" gadis cantik seperti itu, Arka benar benar tidak menyukainya! " batin Arin dengan mata masih menatap kearah Arka.

__ADS_1


" baiklah... jadi kalo Mamah minta kalian untuk balikan apa kamu... !" belum sempat Arin melanjutkan perkataanya seketika Arka dengan cepat menyelah maksud dari perkataan Mamahnya itu.


" tidak Mah, Arka rasa itu tidak perlu Mah, lagian keputusan Arka akan tetap sama, Arka tidak mau berhubungan dengan Tasya lagi! " jelas Arka kepada Arin.


Arin menatap kearah Tasya yang berdiri di sampingnya.


" Tasya? bagaimana? Arka tidak mau lagi? " tanya Arin kepada Tasya.


" Tante.. Tasya mohon, bujuk Arka buat.. "


" jangan merayu Mamah ku, berhenti meminta Mamah ku untuk membujuk ku, karena aku tidak akan mau! " sambung Arka dan kini berlalu pergi meninggalkan Arin dan Tasya berdua di ruangan itu.


Arin menatap kembali Tasya sembari berkata kepada gadis itu.


" Tasya, kamu tau bukan.. kalau Arka susah untuk di bujuk lagi, kamu lihat bagaimana Tante bisa bantu kamu, Arka udah ngomong duluan! " jelas Arin kepada Tasya.


" Tapi tante, Tasya masih cinta sama Arka! " ucap Tasya dengan wajah memohon.


Arin yang meilihat tingkah Tasya seperti itu ada rasa tak tega kepada gadis itu.


" eng... tante usahkan jika Arka mau, tapi kalau tidak! kamu tau kan tante gak akan maksa putra tante untuk hal ini! " jelas Arin dan hendak berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


" yess.. baik tante! " sahut Tasya gemabira.


"okay, kita lihat nanti Arka jika kau kembali bersamaku " batin Tasya.


" Baiklah, setelah tanda tangan kontrak ini, saya harap Tn Ge, bisa langsung bekerja samanya! " jelas Arka kepada model pria itu.


" ohh baiklah, saya tanda tangani sekarang! " ucap model pria itu yang kini menanda tangiani sebuah kontrak prusahaan.


" oh dan satu lagi Tn Mahen, boleh saya minta sesuatu kepada anda? " tanya model pria itu kepada Arka.


" mmh, What? ada yang bisa saya bantu Tn Ge? " tanya Arka balik.


" mmh saya datang kemari sendirian, dan saya juga tidak membawa asisten pribadi saya, boleh kah Tn Mahen mencarikan saya asisten priabadi untuk saya selama saya di Indonesia?" jelas Tn Ge pada Arka dengan mata yang kini menatap kearah Bela yang sedari tadi duduk tak jauh di antara Arka.


Arka yang menyadari tatapan tersebut kini dirinya mengalihkan pandangannya menatap kearah dimana Bela berada, Arka yang tampak bingung dengan apa yang Tn Ge lakukan.


" apa Tn Ge menyukai sekretaris pribadi saya Tn Ge..? " tanya Arka dengan tatapan yang sedikit tak bisa di mengerti.


Tn Ge seketika mengalihkan pandangannya dan kini menatap kearah Arka tanpa sepata kata pun.


begitu juga Bela yang cukup kaget mendengar perkataan Arka barusan.


" ah.. maaf Tn Mahen, bukan begitu, eng..! " sahut Tn Ge kebingungan.

__ADS_1


" jadi.. Tn Ge mau saya carikan seperti apa asisten pribadi untuk anda? " tanya Arka lagi.


" mmh simpel saja Tn Mahen, saya mau asisten yang mengerti saya dan selalu bisa ikut kemana saya pergi! " jelas Tn Ge dengan senyum canggung.


" dia mau cari asisten atau mau cari kekasih...'selalu di mengerti' ! " batin Arka dengan senyum smrik.


" baiklah Tn Ge.. saya akan meminta anak buah saya untuk mencarikan asisten seperti yang anda minta! " ucap Arka dan kini beranjak dari sofa dan diikuti Bela begitu juga Tn Ge.


Arka seketika mengulurkan tangannya dan di sambut ramah oleh Tn Ge.


" semogah kerja samanya berjalan lancar Tn Ge" ujar Arka kepada Tn Ge.


" begitu juga saya Tn Mahen.! " sahut Tn Ge.


" baiklah saya permisi dulu! " timpal Arka dan kinj berlalu pergi.


Bela yang masih berdiri di sana seketika menundukan sedikit kepalanya dan hendak berlalu pergi, namun dengan cepat Tn Ge menghentikan.


" eng.. tunggu sebentar Bela. " ucap Tn Ge kepada Bela.


Bela begitu juga Arka yang belum juga berjalan terlalu jauh seketika menatap kearah Tn Ge yang tiba tiba menghentikan Bela begitu saja.


Bela yang tampak bingung kini dirinya menatap kearah pria itu.


" iya Tn Ge, ada yang bisa saya bantu? , tanya Bela sopan.


" eng.. begini, boleh saya minta nomor kamu Bela? " tanya Tn Ge


" kenapa? " tanya Arka tiba tiba menyela.


Bela sontak kaget mendengar perkataan Arka yang tiba tiba seperti itu.


" bukan begitu Tn Mahen, sebelum saya memiliki asisten, saya mau meminta nomor Bela, saat saya perlu sesuatu... "


" maaf Tn Ge, It's not that I don't want to allow, but Bela is my personal secretary, so she's just for me! " jelas Arka.


" Bela ikut saya! " pinta Arka kepada Bela.


" b baik pak! " sahut Bela.


Bela menganggukan kepalanya dan segera berlalu pergi mengikuti Arka yang berlalu terlebih dahulu.


" saya permisi dulu Tn Ge! " ucap Bela.


" baiklah Bela! " sahut Tn Ge.

__ADS_1


...♡︎♡︎♡︎...


__ADS_2