Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Pameran


__ADS_3

***


di luar Hotel Arin yang kini sudah selesai sarapan dan beranjak ingin menikmati suasana pagi hari di hotel itu.


saat dirinya hendak ingin berjalan jalan menelusuri jalan.


tiba tiba pandangannya kini teralihkan, menatap sebuah pameran yang tak jauh dari hotel itu berada, namun secara bersamaan Ardan yang baru saja keluar dari dalam hotel, hendak menemui Arin yang berada di luar.


"Mas?" panggil Arin yang menyadari keberadaan Ardan di sana


"iya!" sahut Ardan yang kini berdiri tepat di samping Arin


"kita kesana yuk Mas, sudah lama loh mas gak jalan jalan" ujar Arin seraya menunjuk sebuah pameran


Ardan mengalihkan pandangannya menatap kearah yang di tunjukan Arin kepadanya


"pameran?" gumam Ardan dengan wajah bingung


Arin menganggukan kepalanya dan menatap Ardan dengan mata berbinar seperti anak kecil yang meminta sesuatu.


"eng.." belum sempat Ardan melanjutkan perkataanya seketika Arin menarik Ardan menuju pameran tersebut.


di sebuah Pameran Arin dan Ardan yang sudah tiba di sana, kini mereka berdua berjalan menelusuri seluruh pameran itu. Tepat di salah satu permainan.


Arin seketika menarik Ardan menuju sana.


"Kenapa kita kesini?" tanya Ardan bingung


"mau main lah" jawab Arin kepada Ardan


"kita? main ini?" tukas Ardan yang kini menatap permainan itu


"bukan kita, tapi Mas Ardan.. kalau mas Ardan bisa bawah boneka itu untuk Arin, Arin kasih..." belum sempat Arin melanjutkan perkataanya seketika Ardan menyambung perkataan itu


"ciuman..!!, bagaimana? mau?" tanya Ardan kepada Arin


"loh.. kok " gumam Arin mendengar pertanyaan Ardan


"kalau gak mau, mas nggak bakalan mau main kalau gitu, kita pul...." tukas Ardan yang ingin beranjak pergi namun dengan cepat Arin menahan tangan Ardan dan menyetujui permintaan nya.


"iya.. mas, tapi kalau mas Ardan bisa bawa hadiah itu untuk Arin" ujar Arin lagi


Ardan seketika tersenyum dan kini mengambil sebuah tembakan yang berisikan peluru karet dan bersiap membidik sasarannya


"emang mas Ardan tau caranya menembak?" tanya Arin bingung


Ardan tak menyahuti perkataan Arin dan masih pokus membidik sasarannya dan seraya menutup mata satunya.


srek...

__ADS_1


brak Prank...


tepat sasaran


Seketika semua pengunjung kini menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat, begitu juga Arin seketika membulatkan kedua matanya menatap tak percaya dengan apa yang dirinya lihat.


Trak...


Ardan seketika meletakan pestol permainan itu di tempat semula dan kini menatap Arin sekilas.


"Wah.. selamat tuan anda bisa memenangkan permainan ini hanya dalam satu kali tembakan saja, ini hadiah anda" ujar pemilik pemainan itu kepada Ardan


dan kini memberikan hadiah berupa boneka yang cukup besar, Ardan mengambil boneka itu dan kini memberikannya kepada Arin


"mas Ardan curang ya kok bisa sekali tembak, cobak mas lihat tu.. yang lain saja gak ada loh sekali doang" ujar Arin menunjuk kearah pengunjung lainnya yang masih berusaha membidik sasaran


Ardan menatap sekilas kearah pengunjung lainnya dan kini kembali menatap Arin dengan senyuman.


"itukan yang lain.. mas kan tidak" sahut Ardan yang kini menarik tangan Arin menuju tempat lain


***


Ardan dan Arin yang masih berada di pameran itu kini mereka berdua beranjak mencari permainan lainnya, namun saat Arin hendak menuju suatu tempat.


seketika pandangannya kini teralihkan menatap sebuah rumah yang dimana terdapat tulisan Zombie Land, Arin seketika menghentikan langkahnya dan kini meminta Ardan untuk ikut bersamanya.


"kenapa Arin?" tanya Ardan bingung


Ardan seketika mengalihkan pandangannya dan sektika membulatkan kedua matanya tak percaya dengan apa yang dirinya lihat


"i ini?" tanya Ardan tak percaya


"iya.. mas Ardan, ayo"


"aa tunggu..tunggu.. kamu yakin mau masuk kesana?" tanya Ardan menghentikan langkah Arin


"iya lmas ayo" jawab Arin dengan percaya


"aah bukannya mas tidak mau loh.. tapi... itu kan bukan Virtual Zombie loh Rin, cari yang lain saja ya" ujar Ardan dengan wajah sedikit takut


"mas Ardan takut ya" sahut Arin seketika membuat Ardan menatapnya tak percaya


"tidak.. bukan itu, hanya saja.. aah jangan ya " sahut Ardan mencoba meyakin kan Arin


"tidak.. pokoknya hari ini kita main itu ya mas, kan gak seru kalo ke pameran gak main yang itu, ayo mas Ardan ku sayang ayo" sahut Arin yang kini menarik tangan Ardan menuju sana.


Ardan hanya pasra dan menurut saja dengan perkataan Arin


𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 𝐓𝐎 𝐙𝐎𝐌𝐁𝐈𝐄 𝐇𝐎𝐔𝐒𝐄

__ADS_1


Ardan menatap tulisan itu sekilas dan seraya menyeka keringatnya.


Ardan dan Arin kini mereka berdua beranjak masuk kedalam sana, tampak dari awal masuk masih terlihat biasa biasa saja, tidak ada zombie atau hantu lain dan semacamnya.


Ardan dan Arin terus melangkah kan kakinya dan saat mereka telah tiba di sebuah ruangan yang terdapat sebuah kain merah, Arin dan Ardan.


Mereka berdua beranjak masuk kedalam sana,menelusuri ruangan itu lebih jauh lagi, namun saat di pertengahan seketika sebuah lampu kini berkedip.


Ardan sontak menatap kearah lampu itu dengan rasa sedikit takut, namun ada rasa penasaran dengan perjalanan rumah Zombie itu


saat dirinya kembali menatap kedepan seketika.


Deg...


sebuah Zombie kini berada di hadapannya


"Aaaaa" teriak Ardan terkejut menatap keberadaan Zombie itu yang berada di hadapannya


Arin yang melihat Ardan ketakutan seperti itu, seketika menahan tawanya dan kini mencoba meninggalkan Ardan yang masih berdiri di sampingnya.


"Arin?" panggil Ardan yang menyadari Arin yang sudah berlalu meninggalkannya


Ardan beranjak menyusul Arin dan kini mereka berdua terus berjalan menelusuri rumah itu.


dan tiba lah kini mereka di sebuah ruang terbuka dimana disana sebuah lapang kosong.


Ardan dan Arin seketika menatap bingung namun dari arah lain terdengar suara sirine berbunyi begitu keras Ardan dan Arin seketika menatap bingung apa yang terjadi.


namun secara bersamaan,dari arah belakang puluhan Zombie bohongan kini berlari kearah mereka.


Ardan yang menyadari suara itu seketika menatap jauh kebekakang.


deg..


dengan rasa takut Ardan seketika membulatkan matanya menatap puluhan Zombie yang berlari kearah mereka.


Ardan spontan lari meninggalkan Arin yang masih menatapnya bingung disana.


"loh mas Ardan...?" Panggil Arin bingung


Arrghhh....


aarrrhhh...


Arin yang mendengar suara pekikan Zombie namun dengan spontan Arin menatap kearah belakang.


yang ternyata puluhan Zombie berlari kearah mereka berdua, Arin seketika diam terpaku tak bisa lari kemana mana.


di sisi lain Ardan yang menyadari Arin yang masih berada di sana namun dengan cepat Ardan menarik tangan Arin.

__ADS_1


yang ternyata dirinya kembali mengambil Arin dan membawanya ikut lari bersamanya.


Arin dengan wajah masih diam terpaku kini harus berlari menuju arah luar lapangan itu dengan tangan yang masih di pegang erat oleh Ardan.


__ADS_2