Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Apa yang terjadi ?


__ADS_3

trut... trut... suara panggilan terhubung.


"Hallo?" Ucap seseorang dari sebrang panggilan.


"Yuan?" Panggil Ardan kepada Yuan.


"iya Tn?" Sahut Yuan kepada Ardan.


"apa tadi Sofia masuk?" Tanya Ardan kepada Sekretaris satunya,


"eng... hari ini Sofia tidak masuk lagi Tn" jawakb Yuan ke pada Ardan.


"ahh apa yang gadis itu lakukan, baiklah... begini besok bawakan berkas minggu kemarin taruh di meja saya, saya akan kekantor besok siang!" ujar Ardan kepada Yuan,


"baik Tn.. ada lagi yang ingin Tn sampaikan?" sahut Yuan seraya bertanya.


"Tidak itu saja" jawab Ardan yang kini mengakhiri panggilan itu.


"ahh kemana Sofia, kenapa akhir akhir ini dia suka tidak masuk ck" gumam Ardan yang kini berlalu menuju ruang tengah.


Ardan yang kini sudah berada di sana seketika seseorang memanggilnya,


"Mas Ardan habis dari mana?" Tanya orang itu yang ternyata Arin yang kini duduk di sofa seraya memakan cemilan.


Ardan yang hendak ingin menuju kamarnya seketika terhenti mendapati Arin yang kini berada di sana, Ardan beranjak kembali menuju dimana Arin berada.


"kamu belum tidur?" Tanya Ardan yang kini duduk di samping Arin,


"belum ngantuk Mas" jawab Arin,


"loh Arka sendirian di kamar" sahut Ardan kepada Arin.

__ADS_1


"eng.. nggak, sama Bibi Yan, Arin minta Bibi Yan untuk jaga Arka" jawab Arin lagi.


Ardan menatap seklias wajah itu dan kini merebahkan kepalanya di pangkuan Arin.


"mas Ardan kenapa?, mas Ardan ngantuk?" Tanya Arin, yang kini menatap Ardan yang juga menatapnya.


"tidak... mas mau disini aja dulu" sahut Ardan.


***


Namun dari atas Bibi Yan kini memanggil Arin, Arin segera berlalu menuju lantai atas mengikuti bibi Yan menuju kamarnya.


di kamar, Arin yang melihat Arka menangis kini dirinya beranjak menggendongnya seraya menenangkan Arka


"cup.. cup.. sayang Mamah, jangan nangis sayang" ucap Arin menenangkan Arka yang terbangun dari tidurnya.


Arin menggendong Arka dan membawanya menuju teras kamarnya seraya memberikan asi kepada Arka, Bibi Yan kini segera berpamitan kepada Arin dan bergegas menuju luar.


Ardan seketika menghentikan pandangannya menatap sebuah tirai putih yang terhembus angin dengan bayangan seorang wanita yang tengah menggendong anak kecil di pelukannya.


Ardan menghampiri keberadan itu dan terlihat Arin yang berusaha menenangkan Arka dari tangisannya.


Bruk...


Ardan seketika memeluk tubuh itu, dan merebahkan kepalanya di pundak itu, dan menciumi wajah Arka yang masih menangis.


"kenapa dia bangun?" Tanya Ardan kini mulai bersuara, "hemm mungkin Arka lapar mas" jawab Arin.


"hemm" gumam Ardan yang kini ikut menenangkan Arka seraya menggosok lembut tubuh kecil itu, tak lama Arka kini kembali tertidur di pelukan Arin.


Arin kini beralih menidurkan Arka kembali di kasurnya dan mengecup lembut pipih chabi kecil itu.

__ADS_1


Arin kini beranjak menuju tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya di atas sana.


begitu juga dengan Ardan yang kini ikut berbaring disana, Ardan menantap sejenak Arin yang masih belum memejamkan matanya.


"apa yang kamu pikirkan?" Tanya Ardan kepada Arin tak menjawab pertanyaan Ardan melainkan kini dirinya menatap peria itu yang masih menatapnya.


"eng..!" belum sempat Arin melanjutkan perkataanya seketika.


sesuatu tengah menggangunya, terdengar dari sana suara ponsel berdering, Arin yang menyadari suara ponsel tersebut segera meminta Ardan untuk mengangkat panggilan tersebut terlebih dahulu.


"mas.. Angkat dulu gih!" ujar Arin kepada Ardan


"nanti saja kamu belum kasih tau mas!" sahut Ardan kepada Arin.


namun saat Arin ingin melanjutkan perkataanya, lagi lagi ponsel Ardan berdering, Arin meminta Ardan untuk mengangkat panggilan itu segera.


"Mas.. angkat dulu gih, sapa tau itu penting!" ucap Arin kepada Ardan


"Ck.. siapa lagi yang nelpon malam malam begini!" Gerutu Ardan seraya mengambil ponselnya yang di letakan di meja kamarnya.


trut...


"Hallo?" ucap Ardan kepada seseorang dari sebrang panggilan


"Hallo Ardan!" ucap orang itu yang kini memberitahu sesuatu kepada Ardan


"eng... baiklah aku akan segera kesana!" jawab Ardan kepada orang tersebut dan seraya mengakhiri panggilan.


Arin yang sedari tadi menatap Ardan yang seketika pria itu beranjak dari tempat tidur seraya mengambil jaketnya.


kini gadis itu seketika bersuara menannyakan apa yang tengah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2