Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Kesalah Pahaman di Masalalu


__ADS_3

di luar rumah Fian yang baru saja hendak menuju mobilnya, namun seketika sebuah tangan menahannya.


Fian seketika mengalihkan pandangannya menatap siapa yang datang.


"Liam?" Panggil Fian yang kini menatap kearah Liam.


"kakak...bagaimana dengan masalah mu?" Tanya Liam kepada Fian.


Fian seketika mengerutkan alisnya seraya berpikir jauh mengingat kejadian beberapa tahun silam.


𝐅𝐥𝐚𝐬𝐡𝐛𝐚𝐜𝐤


di sebuah gedung besar terlihat perkumpulan para pengusaha dari berbagai negara begitu juga wartawan disana.


yang datang untuk meresmikan suatu perusahaan terbesar di Kota A, perusahan 𝐁.𝐂 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩.


Terlihat dari kejauhan Ardan yang kini tengah bersiap siap untuk melakukan pidato peresmiaan.


namun seketika di sebuah layar besar terpampang begitu jelas, Ardan seketika menatap bingung apa yang kini terjadi.


sebuah pengumuman pencurian data dari perusahaan 𝐕𝐥𝐨𝐫𝐭𝐞𝐱, yang mengabari bahwa.


𝐁.𝐂 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩 merupakan suatu perusahaan yang berada di bawah nama perusahaan 𝐕𝐋𝐎𝐑𝐓𝐄𝐗 𝐆𝐑𝐎𝐔𝐏 bukan 𝐈.𝐂 𝐆𝐑𝐎𝐔𝐏.


Ardan menatap layar itu seketika menahan amarahnya, perusahaan yang kini dia bangun.


di akui oleh perusahaan lain, seketika semua mata tertuju kepadanya, seakan akan meminta penjelasan darinya.


Ardan berlalu keluar ruangan itu dan segera menemui seseorang.


di sebuah ruang terlihat Ardan yang kini sudah berada di sana,


BRAK...


Ardan mendobrak pintu ruangan itu dengan wajah yang masih penuh dengan amarah.


"apa yang kau lakukan?" Tanya seseorang dari dalam ruangan itu.


"seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan?" Ucap Ardan kepada orang itu.


"apa maksudmu?" Tanya orang itu yang kini menatap Ardan bingung.


"ck...apa yang kau lakukan, kenapa kau menghianatiku!" Ucap Ardan yang kini berjalan menuju orang itu seraya menarik kerah bajunya.


"Ardan..apa yang kau maksud hh?, aku tidak mengerti apa yang kau katakan?" Tanya orang itu kepada Ardan.


"jangan berbohong Fian... bukannya kau kenal dengan pemilik 𝐕𝐥𝐨𝐫𝐭𝐞𝐱 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩 " ucap Ardan lagi yang kini terlihat sangat marah.


"𝐕𝐥𝐨𝐫𝐭𝐞𝐱..? Aku memang mengenali siapa mereka, tapi...apa sangkut pautnya dengan ku Ardan" ucap Fian yang kini menatap kearah Ardan.

__ADS_1


"katakan kepadaku... apa kau yang membocorkan semua data 𝐁.𝐂 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩, dan kini nama perusahaan yang kita buat di atas resmikan milik 𝐕𝐥𝐨𝐫𝐭𝐞𝐱 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩 " tukas Ardan kepada Fian.


Fian seketika terkejut mendengar perkataan Ardan kepadanya.


"apa? 𝐕𝐥𝐨𝐫𝐭𝐞𝐱 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩.. menganggap 𝐁.𝐂 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩 adalah perusahaan di bawah mereka?" ucap Fian tak percaya dengan perkataan Ardan.


"mungkin, kau yang lupa Ardan.. bukannya kau menjalin hubungan dengan putri dari 𝐕𝐥𝐨𝐫𝐭𝐞𝐱 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩 saat ini" ujar Fian yang kini melepas paksa tangan Ardan dari kerahnya.


"ck.. ku rasa kau sendiri yang berpenghianat disini! mungkin kau lupa, Kau memberitahu kekasihmu soal 𝐁.𝐂 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩, bukan kah waktu itu kau mabuk di sebuah Bar bersamanya, aku melihat mu pulang bersama Nadia dari sana, mungkin karena itu kau yang telah membocorkan data itu Ardan, bukan Aku" Tukas Fian lagi menatap kearah Ardan begitu juga Ardan membalas tatapan itu.


Fian segera keluar dari ruangan itu meninggalkan Ardan yang kini berdiam disana.


***


Pukul 20.00


di sebuah bar terlihat beberapa orang yang kini tengah merayakan atas perusahaan itu, Fian yang baru saja tiba, kini menatap jauh kearah mereka semua.


"oh.. Fian? Senang bertemu dengan mu malam ini, mari kita nikmati perayaan malam ini" ucap orang itu kepada Fian yang baru saja datang disana, Fian berjalan menuju kearah orang tersebut, seketika


BRUKKK


Fian memukul keras kewajah orang itu, dan membuatnya tersungkur kelantai.


"apa yang kau lakukan hh?" Tanya orang itu kepada Fian, "apa yang aku lakukan itu pantas kau dapatkan..." ucap Fian yang kini berjalan kearah orang itu.


"ck.. breng***" ucap orang itu seketika memukul wajah Fian.


orang itu seketika tersenyum mendengar perkataan Fian.


"ho.. Fian, kalian memang sungguh mudah ya untuk di bodohi, Ya..DONY? kemarilah" panggil orang itu kepada Anak buahnya.


"iya Tuan" sahut Dony kepada atasannya itu.


Fian seketika kaget melihat kearah Dony, Dony merupakan salah satu karyawan di perusahaan yang Ardan bangun yaitu 𝐈.𝐂 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩.


Fian seketika teringat saat dirinya dan Ardan tengah membahas suatu proyek kerjasama.


Fian malah melihat Dony disana yang tengah diam di sebuah kaca di ruangan dimana mereka membahas suatu proyek.


"k kau?" Ucap Fian tak percaya melihat keberadaan Dony disana.


"ya.. kau tau dia Fian, dia adalah orang suruhan ku, untuk memata matai perusahaan 𝐈.𝐂 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩" ujar Orang itu kepada Fian.


"Tn DIFYA?" Teriak Fian kepada orang itu yang ternyata Tn Difya Adnan.


"kalian bawah dia keluar sekarang?" Ucap Tn Difya kepada mereka yang berada disana, mereka segera menyeret Fian keluar dari bar itu.


𝐅𝐚𝐥𝐬𝐡𝐛𝐚𝐜𝐤 𝐎𝐟𝐟

__ADS_1


Fian terdiam cukup lama, dan sesekali memejamkan matanya, mengaingat apa yang terjadi sampai sampai hubungannya bersama Ardan seperti layaknya orang asing sampai saat ini.


"kakak?" Panggil Liam membuyarkan lamunan Fian, Fian seketika menatap Liam yang ternyata masih berada disana.


"Eng.." sahut Fian kini kepada Liam, "kenapa kakak diam saja? Apa yang kakak pikirkan saat ini?" Tanya Liam dengan wajah terlihat bingung menatap kearah kakaknya itu.


"Liam...aku tidak tau, apakah Ardan akan memaafkan ku atas kesalah pahaman ini" ucapnya lagi seraya menatap jauh kedepan.


"kakak.. kau tenang saja aku akan membantu mu!" Ucap Liam seraya merangkul pundak Fian dan tersenyum kearahnya.


Fian menganggukan kepalanya dan membalasa senyuman itu.


"kakak.. jangan pergi lagi, tinggalah bersama kami disini!" Ucap Liam lagi kepada Fian, Fian berpikir sejenak, lalu mnganggukan kepalanya, kini mereka berlalu masuk kedalam rumah.


tampak dari jauh terlihat Arin yang kini tengah duduk di teras rumah, seraya menikmati panasnya angin malam yang menerpa wajahnya,


srek...


satu sentuhan melayang di pundaknya, Arin terkesiap seketika membalikan badannya menghadap kearah datangnya seseorang.


"Liam?" Panggil Arin kepada Liam yang kini berada di hadapnnya.


"eng... Arin?" Ucap Liam menggantungkan kalimatnya.


Arin menatap bingung Liam apa yang sebenarnya terjadi kepada peria itu.


"Arin.. maaf kan aku, maafkan atas perkataan ku tempo lalu!" Ucap Liam kepada Arin.


"hem.. tidak masalah Liam, kau tidak perlu meminta maaf, lagian kau tidak tau masalahnya" ucap Arin seraya tersenyum lembut kearah Liam.


Liam membalas senyuman itu dan menganggukan kepalanya. "Ehemm" seketika terdengan suara deheman seseorang.


Arin dan Liam seketika mengalihkan pandangan mereka berdua.


"kakak?" Ucap Liam kearah datangnya seseorang, "Mas Ardan?"ucap Arin yang juga melihat kearah Ardan.


"apa yang kalian berdua lakukan disini?" Tanya Ardan yang kini melihat kearah Liam dan Arin secara bergantian.


"kami tidak melakukan apa apa!" Ujar Liam melihat kearah Ardan, Ardan memicingkan matanya menatap kearah Liam dan Arin.


"mas Ardan kenapa kemari?" tanya Arin kepada Ardan.


"oh.. jadi salah kalau saya datang untuk menemui istri saya sendiri" sahut Ardan dengan tangan yang masuk kedalam saku celananya.


"eng... kalau begitu, saya tinggal dulu ya Rin!" Ucap Liam yang kini berlalu pergi meninggalkan Arin dan Ardan yang masih berada disana berdua.


Arin kini menatap Ardan yang masih berada di hadapannya, begitu juga dengan Ardan sebaliknya.


"mas Ardan kenapa?" Tanya Arin kepada Ardan.

__ADS_1



__ADS_2