Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Bab 7 ( what's wrong with the CEO)


__ADS_3

Di ruangan CEO


Arka yang kini sudah berada di rungannya, tampak terlihat Arka yang tengah menatap layar komputernya, dengan wajah cukup serius.


Namun di samping Arka terlihat Fikram yang senantiasa menemani Tuannya itu, dimana pun Arka berada.


" Fik? model yang saya minta sudah datang hari ini? " tanya Arka yang kini mulai bersuara.


" sudah Tuan, tapi... dari info yang saya dapatkan, model pria nya, akan tiba kemari 20 menit lagi Tuan! " jelas Fikram kepada Arka.


Arka menganggukan kepalanya dan kini kembali menatap layar komputernya yang menampilkan sebuah data prusahaan baru yang akan segera diluncurkan.


" ck... begini saja, kamu minta Bela untuk temui saya di ruangan saya, sekarang! " pinta Arka kepada Fikram.


" baik Tuan! " sahut Fikram dan segera beranjak pergi meninggalkan ruangan Arka dan menuju ruangan Sekretaris.


Selang beberapa menit kepergian Fikram, Arka yang masih berada di ruangannya kini kembali diingatkan dengan kejadian tadi pagi kepada Bela yang tiba tiba bersikap begitu dingin kepadanya.


" punya masalah apa gadis itu, kenapa hari ini dia begitu tak bersemangat! " gumam Arka dengan mata menatap kosong luar jendela ruangannya.


Namun saat dirinya tengah asik melamun, tak lama pintu ruangan Arka di ketuk dari luar, Arka yang mendengar suara ketukan pintu tersebut, tersadar dari lamunannya.


Arka spontan menatap kearah suara tersebut dan meminta orang itu untuk masuk.


" masuklah! " ucap Arka dari dalam ruangannya.


Tampak dari luar terlihat seorang gadis yang kini tengah berada di ambang pintu ruangan Arka, Arka yang melihat separuh kaki dari tubuh gadis itu, dan kini mengalihkan pandangannya, menatap lekat sosok yang kini berdiri jelas di hadapannya.


Deg..


Arka seketika membulatkan kedua bola matanya, menatap tak percaya dengan apa yang dirinya lihat saat ini.


" apa kau sibuk Arka? " ucap seorang gadis kepada Arka.


" eng !! " gumam Arka yang tak bisa berkata kata sedikit pun.


gadis itu tersenyum dan kini melangkah masuk kedalam ruangan tersebut sembari menghampiri keberadaan Arka disana.


" M Mamah ? " ucap Arka dengan wajah yang masih tak percaya dengan apa yang dirinya lihat.


" Iya! " sahut gadis itu yang tak lain Arin.


" k kapan Mamah tiba kemari? " tanya Arka lagi.


" apa Mamah tidak boleh menemui mu Arka? apa kau tidak suka Mamah datang kemari? " tanya Arin balik.

__ADS_1


" eng.. bukan begitu Mah, maksud Arka, Arka bisa jemput Mamah, kemari! " jelas Arka yang kini beranjak dari bangkunya dan menghampiri keberadaan Arin.


" tidak perlu Arka, Mamah bisa datang kesini tanpa perlu kau jemput! " ujar Arin.


" Mamah sendirian kemari? " tanya Arka lagi.


" eng.. Mamah baren....!" belum sempat Arin melanjutkan perkataanya seketika seseorang memasuki ruangan Arka.


" Arka? " panggil seorang gadis kepada Arka.


Arka dan Arin menatap keberadaan gadis itu, yang kini tengah berada diruangan yang sama, Arka seketika menatap tajam sosok gadis itu tapi tidak dengan Arin yang kini menatap senyum sosok tersebut.


" Tasya? " ucap Arin kepada gadis tersebut.


" kau? " ucap Arka dengan nada suara terbilang tak suka.


" kenapa kau bisa kemari? " timpal Arka.


" Arka.. Tasya datang kemari sama Mamah! " sahut Arin.


Arka seketika terdiam tak percaya dengan apa yang dirinya dengar, dengan mata yang masih menatap keberadaan Tasya, entah apa yang akan gadis itu lakukan.


" kenapa Mamah bawa Tasya kemari? " tanya Arka.


" kenapa? bukankah kalian pacaran? " sahut Arin kepada Arka.


" jelasin? maksudnya? " tanya Arin bingung.


Arka terdiam sejenak, memikirkan apa yang harus dirinya lakukan, memberitahukan atau tidak, Arka tampak bingung, namun saat bersaan kini Fikram kembali keruangan Arka namun kini Fikram tidak sendirian, melainkan bersama Bela.


" Tuan Arka, saya....! " ucap Fikram terhenti saat dirinya melihat keberadaan Ny besar dan Tasya di dalam ruangan itu.


" eng... selamat pagi Nyonya? " ucap Fikram kepada Arin.


" pagi Fik! " jawab Arin.


Bela yang berdiam kini juga ikut memberi salam kepada Arin.


" pagi Nyonya! " ucap Bela sopan.


Arin kini mengalihkan pandangannya menatap kearah Bela yang begitu sopan baginya.


" pagi! " jawab Arin.


" eng.. Tuan, saya sudah meminta Bela untuk kemari! " ujar Fikram kepada Arka.

__ADS_1


" eng.. oh, begini Bela, kamu... pergi ke ruang tunggu, sebentar lagi model yang saya minta akan tiba, jadi jika kamu sudah tiba di ruangan, model pria itu tidak akan menunggu sendirian, katakan kepadanya saya akan menemuinya kurang lebih 5 menit! " jelas Arka kepada Bela.


" baik pak, saya akan lakukan, saya permisi dulu pak Arka, Nyonya! " ucap Bela kepada Arin dan Arka.


Bela segera berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dan menuju dimana ruangan yang diminta Arka sebelumnya.


Sesampainya Bela diruangan tunggu, sesaat dirinya hendak masuk, yang dimana ternyata Fikram yang mengikuti nya sedari tadi, Bela menatap kearah Fikram dan meminta pria itu untuk membawakan cemilan dan minuman keruang tersebut.


" Fik, kamu bawakan cemilan kemari ya! " pinta Bela kepada Fikram.


" baik Nona! " jawab Fikram dan kini berlalu pergi.


Bela beranjak masuk kedalam ruangan tersebut, namun saat dirinya hendak melangkah kan kaki nya tiba tiba, seseorang berlalu dengan cepat dan seketika menabrak tubuh Bela dan membuat gadis itu kehilangan keseimbangan.


" Eh... !" gumam Bela.


Namun sebuah tangan kini mendarat tepat di punggung Bela.


" kamu baik baik saja? " tanya seorang pria kepada Bela dengan menggunakan bahasa asing.


Bela terhentak kaget, menatap sosok pria tersebut yang begitu jelas di hadapannya, Bela terdiam tak menyahuti perkataan pria itu dan hanya menatap wajah pria tersebut.


" Nona? apa kau baik baik saja? " tanya pria itu kesekian kalinya kepada Bela.


Deg...


Sontak Bela tersadar dan dengan cepat dirinya mengubah posisinya berdiri tegak.


" eng.. saya baik baik saja Tuan, terimakasih! " ujar Bela tak enak.


" mmh tidak apa apa, saya yang salah, berjalan terlalu cepat dan tidak melihat ada seorang gadis! " ucap pria itu kepada Bela.


" tidak apa apa Tuan ! " sahut Bela.


Pria itu tersenyum melihat tingkah Bela yang terlihat begitu gugup.


" eng.. apa kau salah satu karyawati di sini? " tanya Pria itu kepada Bela.


" ah iya! " jawab Bela.


" oh kebetulan sekali, aku bertemu dengan orang sini, Nona aku punya janji temu dengan seseorang yang bernama Mahendra, apa dia salah satu orang disini? " tanya pria itu kepada Bela.


" Mahendra? eng.. mungkin yang pria ini maksud, pak Arka! apa pria ini model yang pak Arka maksud tadi! " batin Bela.


" iya, Pak Mahendra masih ada urusan, beliau akan menemui anda kurang lebih 5 menit lagi Tuan, Tuan bisa menunggu terlebih dahulu, ayo Tuan silahkan masuk! " ucap Bela kepada pria itu yang ternyata merupakan model pria yang akan bekerja sama dengan prusahaan baru milik Arka.

__ADS_1


...♡︎♡︎♡︎...


𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑦𝑎 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟𝑠, 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑔𝑎𝑘 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑢𝑝 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 𝑙𝑎𝑔𝑖, 𝑘𝑎𝑟𝑛𝑎 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑎𝑔𝑖 𝑠𝑏𝑢𝑘 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎, 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑢𝑠𝑎ℎ 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑢𝑝 𝑠𝑐𝑟𝑎 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙, 𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑘𝑙𝑜𝑘 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑗𝑎𝑢ℎ 𝑖𝑛𝑖 𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑎𝑡𝑖, 𝑎𝑢𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑐𝑢𝑚𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑗𝑎! 𝑘𝑙𝑎𝑢 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ..


__ADS_2