
Arin mengetuk pintu rumah itu berkali kali namun tetap sama, Sofia tak kunjung keluar dari sana.
"apa dia tinggal disini saat ini?" Gumam Arin seraya berpikir.
"Nyonya.. lebih baik kita pulang sekarang, takutnya Tn Ardan akan khawatir nanti jika Nyonya tidak berada di kediaman saat ini!" pinta Yuan kepada Arin.
Arin seketika mengalihkan pandangannya dan kini berlalu menuju arah jalan dan menatap kesana kemari seraya mencari sesuatu.
trak... trak...
Arin beranjak dari sana seraya menuju sebuah toko yang dimana terlihat seorang wanita paruh baya yang tengah sibuk menjaga tokonya.
Cklek...
"selamat siang Nona? Apa kau ingin beli sesuatu?" ucap wanita paruh baya itu kepada Arin yang kini sudah tiba di dalam toko tersebut.
"eng.. begini Nyonya.. aku ingin bertanya satu hal kepada anda sebentar" ucap Arin kepada wanita paruh baya itu.
"iya Nona katakan lah!" ujar wanita paruh baya itu kepada Arin.
"begini Nyonya, apa kau kenal dengan seorang gadis yang tinggal disana?" tanya Arin yang kini menunjukan arah rumah Sofia.
"eng.. seorang gadis? oh.. Sofia?" tanya wanita paruh baya itu kepada Arin, yang ternyata mengenal sosok Sofia
"iya Nyonya apa gadis itu masih tinggal disana?" tanya Arin lagi
"eng.. terakhir kali aku melihatnya dia pergi membawa koper, dia bilang dia ingin pindah mencari tempat baru untuk dirinya tinggali!" jawab wanita paruh baya itu kepada Arin
"Nyonya bisakah aku bertanya satu hal lagi?" ucap Arin kepada Wanita paruh baya itu.
"silahkan!" ucap wanita paruh baya itu.
"apa gadis itu tengah mengandung saat dirinya pindah dari sana Nyonya?" tanya Arin sedikit serius.
"eng.. aku tidak tau soal itu, tapi.. saat sebelum dirinya pergi dari sana, tampak dari tubuh gadis itu sedikit berbeda sedikit gemukan!" ujar wanita paruh baya itu lagi.
"kemungkinan Sofia hamil saat dirinya meninggalkan tempat ini!" gumam Arin dalam hatinya.
"Nak, aku baru ingat satu hal, gadis itu pernah memberikan nomor ponselnya jika ada seseorang yang ingin membeli rumahnya, mungkin kau bisa menghubungi nya saat ini!" timpal wanita paruh baya itu yang kini mengambil sebuah kertas yang dimana terdapat nomor Sofia disana.
"makasih Nyonya, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu!" ujar Arin yang kini berlalu menuju luar toko kue itu.
namun sebelum dirinya benar benar pergi, Arin meminta Romi untuk membeli semua kue yang ada di tokoh itu dan di bagikan kepada anak anak dan orang yang membutuhkan.
Arin menatap juah di sebuah jalan yang tak jauh dari persimpangan, Arin melihat ada beberapa anak anak yang terlantar dan juga orang orang dewasa tanpa pekerjaan disana.
__ADS_1
"baik Nyonya!" jawab Romi yang kini berlalu masuk kedalam toko itu dan membeli semua kue yang ada di sana.
namun di lain hal, Ardan yang kini berada di ruang kerjanya, menatap bingung kearah luar jendela ruang kerjanya seraya memikirkan kepergian Yuan yang begitu saja dari ruang rapat hari ini.
"apa kau sudah bisa menghubungi nomor Yuan?" tanya Ardan kepada Sekretaris nya yang satu lagi.
Cristin yang merupakan sekretaris pribadi Ardan yang kini menggantikan Sofia. Cristin merupakan seorang gadis yang masih berumur 23 tahun dengan postur tubuh yang ideal dan memiliki tinggi 167.
Cristin yang sudah bekerja selama beberapa bulan di bawah Ardan tampak jelas di wajah gadis itu memilik sebuah rasa kepada Ardan atasannya itu.
"eng.. Tn Ardan, Yuan.. nomor Yuan belum bisa dihubungi kembali!" ujar Cristin kepada Ardan.
"ck.. kemana dia, kenapa dia tidak memberitahuku jika ada urusan diluar saat ini!" gumam Ardan seraya memijat keningnya.
"eng.. tuan, apa tuan merasa tidak enak badan?" tanya Cristin kepada Ardan
"tidak..saya baik baik saja!" jawab Ardan kepada Cristin
***
"Romi kamu sudah melakukan apa yang saya pinta?" tanya Arin kepada Romi.
"sudah Nyonya!" jawab Romi yang kini sudah tiba disana
"sekarang Nyonya?" tanya Romi.
"tidak.. tahun depan kamu lacak"
"Sekarang Romi!" ujar Arin.
"eheh i iya Nyonya, tapi bisakah Nyonya menunggu beberapa menit saja buat saya melacak nomor ini!" pinta Romi kepada Arin
"baiklah yang penting kamu bisa menemukannya sekarang." Ucap Arin yang kini beranjak masuk kedalam mobil.
Romi dan Yuan kini beranjak masuk kedalam mobil, Romi segera mengeluarkan ponselnya dan menyambungkan sesuatu kepada koneksi pada sistem di ponselnya.
Romi segera memasukan nomor yang telah di berikan Arin kepadanya, Romi segera melacak keberadaan Sofia melalui nomor tersebut.
"bagaimana Rom, apa kamu sudah menemukannya?" tanya Arin yang kini melihat kearah ponsel Romi.
"eng.. sebentar lagi Nyonya!" jawab Romi.
Selang beberapa menit tampak di ponsel itu terlihat sebuah titik merah, Romi segera memberitahukan kepada Arin keberadaan Sofia saat ini.
"Nyonya.. sudah ketemu!" Ucap Romi kepada Arin
__ADS_1
Arin dan Yuan spontan menatap kearah ponsel tersebut yang dimana sebuah titik merah kini tepat berada di sebuah kota yang cukup jauh dari tempat mereka sekarang.
"Nyonya.. ini cukup jauh dari tempat kita berada, mungkini ini akan membutuh kan beberapa jam untuk menempuh perjalanan kesana." ujar Yuan kepada Arin.
"hemm mungkin kurang lebih 5 jam, sekarang sudah pukul 15.12, mungkin Tn Ardan juga akan segera pulang dari perusahaan!" Sambung Romi.
"begini.. besok pagi kita lanjutkan saja, sekarang kita pulang, Yuan.. kamu besok temui saya di rumah, setelah Tn Ardan berangkat ke perusahaan, mengerti?" ujar Arin kepada Yuan.
"Baik Nyonya!" jawab Yuan.
"Rom.. kita pulang sekarang!" pinta Arin kepada Romi.
"baik Nyonya." jawab Romi yang kini memutar balik mobilnya.
Dan segera melajukan mobilnya kembali menuju keperusahaan I.C Group.
selang beberapa jam kini mereka berempat telah tiba di sana, Yuan bergegas keluar dari mobil itu dan seraya berpamitan kepada Arin dan beranjak kembali kedalam perusahaan itu.
"Rom, kamu sama Yeni dan Arka kalian pulang duluan ya!" pinta Arin kepada Romi dan Yeni.
"iya Nyonya!" jawab Romi.
Arin bergegas keluar mobilnya dan kini berjalan masuk keladam perusahaan itu.
***
Sesampainya di loby Arin kini bergegas menuju lift. selang beberapa menit lift tersebut kini berbunyi, Arin segera masuk kedalam lift tersebut dan seraya menekan nomor yang akan dirinya tuju.
ting...
Lantai 10 Arin beranjak keluar dari lift tersebut dan bergegas menuju sebuah ruangan kerja yang tak asing baginya.
tanpa basa basi Arin segera masuk keruangan itu, dan seketika.
Deg...
Arin menatap jauh kearah seorang gadis yang kini tengah berada di ruangan itu namun di lain sisi gadis itu yang kini menyadari keberadaan Arin disana seketika dirinya terkejut.
Menatap lekat sosok Arin yang kini tengah menatap dirinya.
"Siapa ya?" tanya gadis itu kepada Arin.
"kamu siapa?" tanya Arin sebaliknya.
__ADS_1