Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Double Honeymoon


__ADS_3

"mmh.. yasudah!" Ardan kini memberikan Arka kepada Arin.


dan segera dirinya beranjak pergi bersama Romi, menuju suatu tempat untuk mencari info penerbangan.


Namun di lain sisi Arin dan Yeni yang masih berada di sana, seketika mereka di kejutkan dengan kehadiran seseorang disana.


Srek..


Deg..


"Loh?"gumam Arin menatap bingung keberadaan dua orang itu yang ternyata Fian dan Sofia.


"loh.. Arin?" ucap Sofia bingung.


"hai adik ipar?" sapa Fian kepada Arin.


"eng Kak Fian sama Sofia kok kalian bisa berada di sini?" tanya Arin penasaran.


Dan kini menatap bergantian Fian dan Sofia.


Namun belum sempat Fian menjawab pertanyaan dari Arin, seketika Ardan kembali menghampiri keberadaan Arin yang masih berada di sana.


"Sayang?" panggil Ardan kepada Arin.


Sontak semuanya kini menatap kearah Ardan yang baru saja tiba di sana bersama dengan Romi.


"oh.. kau sudah tiba kak?" tanya Ardan kepada Fian.


"APA?" sahut Arin dan Sofia bersamaan.


"Eng..!" gumam Ardan dan Fian bersamaan.


"Mas Ardan tau, kalau kak Fian sama Sofia mau kemari?" tanya Arin kepada Ardan.


Ardan tersenyum dan seraya menatap kearah Fian yang berdiri di samping nya tampak Fian juga tersenyum kearah Ardan.


"ini semua rencana kita berdua, untuk melakukan honeymoon bersamaan!" ujar mereka berdua secara bersamaan.


"Apa? jadi...!" ucap Sofia tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"huh..!" gumam Arin.


"Tunggu.. jadi koper yang Arin lihat tadi itu?" tanya Arin mengingat koper yang dilihat saat dirinya dirumah.


"Hehe.. itu punya kak Fian!" jawab Ardan seraya tertawa kecil.


"huh..!"


"sudahlah.. lagian kita mau liburan, ayo kita ke pesawat sekarang, bentar lagi jadwal keberangkatan kita ayo!" ucap Ardan yang kini menarik lembut tangan Arin menuju ke arah pintu B.


"jangan cepet cepet Mas, Arka masih tidur loh!" ucap Arin tiba tiba.


"oh ya Mas lupa, sini biar Arka sama Mas aja!" tukas Ardan, mengambil Arka dari gendongan Arin. Dan kini melanjutkan langkahnya menuju dalam pesawat.

__ADS_1


Begitu juga Fian dan Sofia berjalan mengikuti Ardan dan Arin yang sudah sedikit jauh di depan mereka.


"Kamu gak capek kan?" tanya Fian kepada Sofia.


"eng.. tidak kok Kak!" jawab Sofia kepada Fian.


Fian tersenyum medengar penuturan dari Sofia yang masih memanggilnya kakak.


"mau sampai kapan kamu manggil saya kakak Sofia?" tanya Fian kepada Sofia.


"eng.. eh..anu itu maksudnya..!" Ucap Sofia yang menggantung kan kalimatnya.


"Panggil saja Mas, kita sudah menikah!" ujar Fian keoada Sofia.


"i iya ka.. maksudnya Mas Fian!" sahut Sofia canggung.


Fian lagi lagi diam tertawa oleh Sofia, yang tampak terlihat wajah gadis itu sangat menggemaskan.


***


Di dalam pesawat, mereka yang kini sudah berada di salah satu ruang VVIP, Arin yang duduk di sebelah kaca dengan Ardan yang duduk di sampingnya.


Arin yang sudah terlihat sangat bahagia, setelah sekian lama dirinya tidak liburan, dan kini waktunya untuk menikmati liburan itu tanpa menyia nyiakan moment tersebut.


Sring....


suara mesin pesawat yang kini siap mengudara.


"nanti Arin belum capek Mas, kalau Mas Ardan ingin istirahat.. Mas Ardan tidur aja." ujar Arin kepada Ardan.


Ardan menganggukan kepalanya dan kini memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak, selama dalam perjalanan menuju Swiss.


Pagi berganti malam, SWISS pukul 19.00


Bandara internasional.


"Aah..akhirnya kita sampai juga!"tukas Arin yang sudah berada di luar bandara.


Ardan yang melihat tingkah Arin yang begitu sangat bersemangat, kini dirinya menghampiri gadis itu yang masih berdiri di sana.


"Arka.. mau jalan atau Papah gendong?" tanya Ardan kepada Arka.


"jayan Papah!" Jawab Arka kepada Ardan.


Ardan segera menurunkan Arka dari gendongannya, terlihat anak kecil itu yang kini menggunakan baju custome beruang kecil berwarna biru muda.


tap.. tap..


Ardan seketika tertawa kecil melihat Arka yang berjalan begitu lucu menggunakan custome berungan kecil yang kini berjalan menghampiri keberadaan sang Mamah.


Ardan beranjak mengikuti anak kecil itu dari belakang dan selalu mengawasinya dengan hati hati.


bruk..

__ADS_1


"eh..?" gumam Arin yang merasakan sesuatu menabrak kakinya.


Arin mendongakan kepalanya menatap kebawah yang di mana ternyata ada Arka yang sudah berada di dekatnya.


Arin menatap gemas Arka yang mengenakan baju beruang kecil berwarna biru muda.


"hallo beruang kecil, kau sudah bangun ternyata!" Ujar Arin kepada Arka.


Namun secara bersamaan Ardan yang kini juga sudah berada di sana, kini mentap senyum kearah keduanya itu.


Namun tampak dari arah jauh terlihat beberapa mobil mewah kini datang menghampiri keberadaan mereka disana.


Critt.. suara rem mobil.


"Ayo kita masuk, sekarang!" ujar Ardan kepada mereka berdua.


"ayo!" sahut Arin yang kini memasuki mobil seraya menggendong Arka.


namun di lain sisi, Sofia dan Fian kini memasuki mobil satunya yang berada di belakang mobil Ardan.


cklek..


Bamm... suara pintu mobil di tutup.


Saat mereka semua telah masuk, mobil yang mereka kendarai kini melaju meninggalkan bandara tersebut menuju sebuah Villa yang merupakan milik keluarga Azhendra yang terletak di salah satu pantai, dan tak jauh dari pusat perkotaan.


mobil yang mereka kendarai kini melajut dengan kecepatan rata rata, membawa mereka menelusuri keindahan kota swiss di malam hari.


Arin yang berada di dalam mobil, dengan mata menatap kagum gedung gedung tinggi yang terbangun rapi, dengan lampu yang menerangi sepanjang jalan perkotaan.


Tampak terlihat, dari dalam sana, begitu banyak pohon natal yang sudah terhias begitu indah dan beberapa orang yang menggunakan custome santa dan beberapa boneka rusa.


"oh.. sebentar lagi Natal, wah.. Arka mau hias pohon natal gak?" tanya Arin kepada Arka.


"mayu Mamah!" sahut Arka.


"okeh.. nanti kita minta Papah belikan pohon Natal yang besar!" ujar Arin seraya menatap kearah Ardan.


"mmh.. baiklah!" sahut Ardan mengiyakan.


Tak lama mereka telah tiba di sebuah Villa besar dengan interior khas Swiss, Arin yang sedari tadi sibuk menemani Arka bermain sepanjang perjalanan, kini matanya menatap kesebuah Villa besar dengan interior yang begitu indah.


Saat mereka benar benar telah berada di depan Villa itu, Arin beranjak keluar dari dalam mobil dan begitu juga Ardan dan yang lainnya.


"kita akan menginap di sini selama liburan!" ujar Ardan yang sudah berdiri tepat di samping Arin seraya memeluk pinggang gadis itu.


Tap.. tap...


Arka yang ternyata juga berada di luar kini terlihat anak kecil itu dengan cepat berjalan menuju kearah pintu Villa tersebut.


Ardan dan Arin yang menyadari Arka yang sudah jauh berjalan, dengan cepat mereka berdua menghampiri anak kecil itu.


__ADS_1


__ADS_2