
Perjalanan hidup yang mungkin sulit dimengerti, yang mungkin sulit untuk bertahan, terkadang ingin menyerah dan rasanya ingin menghilang dari situasi tersebut. Terasa muak, lelah, gelisah dan ketakutan selalu menghantui.
Namun jika disikapi dengan pikiran terbuka dan berlapang dada serta sabar menerima semua kenyataan hidup maka akan terasa begitu lebih tenang. Hingga pada akhirnya tanpa disangka-sangka hadiah terindah dari Tuhan Yang Maha Esa akan didapatkan.
Dua bulan berlalu, kehidupan dalam pernikahan yang terpaksa itu akhirnya berjalan dengan sangat harmonis, tidak ada pertengkaran yang terjadi di antara keduanya. Tidak seperti di awal mereka bertemu penuh dengan sandiwara.
Semenjak Jasmine tinggal bersama Byan di apartemen lelaki itu, Jasmine tak pernah satu kali pun keluar hanya sekedar untuk ke mini market terdekat, bahkan untuk membeli keperluan bulanan, Jasmine hanya memesannya melalui jasa online. Semua itu Jasmine lakukan hanya semata-mata dia was-was dengan kakak tirinya yang mungkin akan mendapati dirinya.
Ada satu hari Jasmine keluar bersama Byan, itu pun Jasmine harus menyamar dengan tampilan yang berbeda dari penampilan dirinya yang asli, Jasmine pun rela memakai ramput palsu ala-ala orang Barat. Sehingga Byan sakit perut menahan tawanya jika melihat penampilan Jasmine.
"Hei Jasmine, besok-besok jika kita pergi lagi, loe pake wig warna gold aja deh. Sumpah ya, gue jadi illfeel lihat loe pake wig gini. Yang ada loe itu seperti kupu-kupu malam, tau nggak!" ujar Byan yang menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu setelah mereka kembali dari dinner.
"Ya, nanti lain kali gue akan menyamar jadi nenek-nenek saja yang pake tongkat, nanti loe tuntun gue tuh, seolah-olah loe ajak nenek loe dinner," kata Jasmine dengan asal, dia tidak ada bahan jawaban lagi untuk Byan.
"Idih, ogah ah ... mending loe pergi aja sama kakek-kakek diluaran sana. Ntar gue yang cari dan bayar tuh kakek-kakek," Byan terkekeh.
"Dasar jahat loe!" kesal Jasmine.
"Biarin aja," Byan tertawa puas.
Tiba-tiba Jasmine berpikir dan tak lama kemudian dia mempunyai ide cemerlang.
"Hohoho, mending loe aja yang nyamar jadi kakek-kakeknya, gimana? Mau ya, ya, please!" pinta Jasmine dengan manja pada Byan.
Byan kaget dan terdiam sejenak. Dia melotot ke arah Jasmine lalu Byan langsung bangkit berdiri.
"Gue?" Byan menunjuk dirinya.
__ADS_1
Jasmine mengangguk dengan senyuman manisnya.
"OGAHHHH!!!," Byan menekan katanya ke telinga Jasmine dengan lantang.
Byan langsung melenggang pergi menuju kamar pribadinya.
Jasmine kaget bukan main karena telingannya serasa berdenging atas ulah Byan.
"Byan Sialannnn!" teriak Jasmine mengumpat.
Byan hanya tersenyum tak mempedulikan perkataan Jasmine.
Pagi hari saat Jasmine sedang membuat sarapan, aroma masakan itu tercium sampai di kamar hingga membangunkan Byan dari tidurnya. Rasa lapar mulai merasuki perut Byan, seakan perutnya minta diisi.
Byan bangkit lalu dia berjalan perlahan ke arah aroma wangi masakan yang tercium sedap itu. Aroma sedap yang menjadi pelengkap di pagi hari yang begitu cerah, apalagi sarapan pagi yang dibuat oleh sang istri. Wow, so perfect.
Byan tidak suka jika Jasmine selalu berkutat dengan ponselnya setiap hari. Byan juga tidak suka bila istrinya seorang pemalas, apalagi di apartemen mereka tidak ada seorang pembantu. Sejak saat itulah, Jasmine belajar memasak dari media online maupun majalah sehingga dia pandai memasak sekarang.
"Hemm ... istri berbakti plus berbakat, nggak nyesel deh gue nikah sama loe," Byan tiba-tiba memeluk Jasmine dari belakang saat Jasmine masih memasak.
"Akhhh, Byan ... apaan sih. Lepasin dong, gue masih masak nih. Mending loe mandi dulu gih!" Jasmine kaget saat dia begitu fokus pada masakannya.
"Gue lapar, gue mau makan dulu. Loe masak makanan favorit gue, nasi goreng. Waktu yang sangat pas banget. Cepat selesaikan, gue mau makan sekarang!" pinta Byan dengan menolak perintah Jasmine untuk mandi.
Cup cup cup
Byan mencium pipi Jasmine berkali-kali.
__ADS_1
"Hentikan, loe bau Byan. Mandi dulu gih, loe beneran bau!" ujar Jasmine yang risih.
"Iya, iya gue mandi. Tapi cium dulu dong, biar gue semangat mandinya," Byan menyodorkan pipinya ke arah Jasmine.
"Idih, mandi aja mau disogok dulu pake ciuman."
"Cepetan, keburu gue laper nih!"
"Iya, iya nih!"
Cup
Jasmine pun mencium Byan.
"Thank you, sayang!" ujar Byan tersenyum.
Jasmine mengulum senyumannya, Byan pun tergoda oleh Jasmine dan jatuh pada bibir wanita itu yang mengairahkan.
Cup
Byan malah mencuri ciuman di bibir Jasmine begitu saja, lalu dengan cepat Byan berlari menuju kamarnya hendak mandi.
"Byannnn, awas loe ya!"
"Pokoknya saat gue turun, harus ada sarapannya di meja, mengerti?" teriak Byan memberi perintah.
"Huh, dasar suami penindas!" gerutu Jasmine kesal, tapi beberapa detik kemudian Jasmine tersenyum sendiri mengingat perlakuan Byan yang begitu memberinya kebahagiaan.
__ADS_1