Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Abyan Wiratama


__ADS_3

Byan


Saat itu di jalanan kota, laju mobil yang dikemudi oleh supirku berhenti mendadak karena hampir saja menabrak seseorang. Aku hanya melihat sekilas dan aku tak peduli hal itu. Aku hanya fokus pada permainan game di ponselku.


Aku kaget saat tiba-tiba ada seorang wanita masuk ke dalam mobilku. Aku menelisik wajahnya. Cantik sih, tapi dia orang asing yang tidak aku kenal.


"Siapa loe, berani masuk dan duduk di mobil gue?"


"Ke luar dari mobil gue sekarang!" pintaku dingin.


Aku kira dia pencuri yang dikejar-kejar orang namun rupanya dia sedang menyelamatkan dirinya dari bahaya, nyawanya sedang terancam. Itu sih cerita yang aku dengar darinya.


Namanya Jasmine, wanita cantik dan manis. Aku suka wanita-wanita cantik seperti dia, apalagi jika aku pakai untuk satu malam saja. Wah, sangat di sayangkan bila si Jasmine ini aku biarkan lepas.


Tidak terlepas dari otakku yang mulai mesum, aku pun tidak ingin membuang-buang kesempatan yang ada di depan mata. Sekalian saja aku bawa Jasmine pulang ke apartemenku. Aku akan memanfaatkan Jasmine dengan dalih keselamatan nyawanya yang telah aku tolong. Hahaha, sangat menarik.


Tepat sekali aku ingin mencari hiburan dengan wanita-wanita diluaran sana, malah yang datang adalah bidadari ke dalam kandang buaya. Hah, Betapa beruntungnya aku.


Lalu aku putuskan untuk membawa Jasmine pulang ke apartemenku dan membatalkan niatku yang sebelumnya akan menemui wanita kencanku untuk bermalam dengannya. Tapi aku tak peduli, karena aku telah mendapatkan mainan baru sekarang dan aku telah tergoda oleh wanita cantik seperti Jasmine.


Setelah lama kami berada di apartemen, aku mulai membicarakan tentang rencanaku untuk memintanya melayaniku dengan mengungkit bantuanku yang menolongnya dari orang-orang pembunuh yang tadi mengejarnya.


Nyatanya, Jasmine menolak untuk melayaniku. Jadi aku harus mengusirnya dari apartemenku, karena bagiku jika wanita masuk ke dalam apartemenku itu artinya dia harus menyerahkan tubuhnya.


Jasmine menolak tawaranku tapi dia malah memaksa untuk tinggal bersamaku.


Aku mulai menaruh curiga pada Jasmine. Aku sempat berpikir bahwa Jasmine berbohong soal pengakuannya tentang orang-orang yang mengejarnya itu.

__ADS_1


Tapi aku tak peduli, mau dia kabur dari rumah atau dia mau dibunuh serta dijual orang diluar sana, aku tidak peduli. Yang penting aku happy dan hasratku tersalurkan.


Aku mulai menjalankan siasat baru yaitu memberinya dua pilihan yang menurutku bisa menguntungkanku. Pilihan pertama dengan cara dia harus melayaniku selama dia tinggal di apartemenku. Dan pilihan kedua yaitu mengusirnya pergi dari apartemenku bila Jasmine tidak bersedia melayaniku. Ugh ... betapa liciknya aku, bukan?


Dan sialnya, lagi-lagi Jasmine menolak kedua pilihan yang aku beri. Jadi terpaksa aku membawanya pergi dari apartemenku untuk mengantarkan dia pulang ke rumahnya.


Dan saat aku membawa Jasmine tepat diparkiran mobil, insiden pun terjadi karena ulah Jasmine. Rupanya Jasmine lebih licik dariku. Dia memanfaatkan keadaan, saat orang-orang di tempat parkiran berada di sekitaran kami.


Jasmine menjerit meminta tolong hingga orang-orang disana mendekati kami. Tidak hanya itu, aku pun bingung dengan tingkah Jasmine yang menarik tanganku lalu memelukku erat seolah menyuruhku untuk membalas pelukannya, kemudian dia menurunkan bajunya sedikit di bahu kanannya lalu mengacak-acak rambutnya tak beraturan. Aku begitu cemas dibuatnya.


"Apa yang kau lakukan Jasmine?" aku bertanya dengan heran dan belum menyadari apa yang dia lakukan.


Jasmine tidak menjawab pertanyaanku. Dia malah menjerit dan meminta tolong hingga teriakannya membuat sukses semua orang-orang disekitar parkiran berdatangan ke arah kami berdua.


Yang paling membuatku kaget adalah saat jawaban Jasmine yang memfitnahku dan begitu dipercaya oleh orang-orang itu.


Aku sangat panik dan wajahku mulai memerah. Untuk berlari pun percuma, dan membela diri pun tak mungkin, karena acting yang Jasmine lakukan begitu membuat orang-orang sekitar percaya padanya. Tapi sebisa mungkin aku menahan amarahku.


Bukan itu saja, bahkan orang-orang disana ingin melaporkan aku ke polisi, tapi beruntungnya dengan cepat Jasmine melarang mereka melaporkan aku ke polisi. Namun Jasmine rupanya mempunyai siasat yang lebih licik lagi dengan pernyataannya.


"Jangan Pak, Bu ... kalau melapor polisi prosesnya cukup sulit. Jadi saya hanya ingin lelaki ini menikahi saya secara siri. Tolong bantu saya Bu, Pak!"


Disinilah baru aku tahu jika Jasmine melakukan ini karena semata-mata dia ingin berada di apartemenku sebagai tempat tinggalnya hingga dia mengorbankan aku dengan menuduhku menodainya supaya aku menikahinya. Sungguh diluar dugaanku, ternyata Jasmine adalah wanita licik yang tidak bisa diremehkan.


Aku terpaksa menuruti keinginan Jasmine untuk menikah siri dengannya. Aku telah sah menjadi suami dari Jasmine. Bagaimana pun juga bukan kah aku yang diuntungkan? Mendapatkan Jasmine hanya untuk memuaskan nafsuku?


Aku adalah lelaki yang arogan, posesif, dingin dan tidak pernah mengenal kata menyerah. Aku juga lelaki yang bisa dibilang paling licik yang handal, suka memanfaatkan kelemahan seseorang apalagi wanita. Dan kali ini malah aku sendiri yang dijebak oleh gadis yang aku anggap dia itu polos, tapi nyatanya dia malah menyerangku balik dengan memanfaatkan orang-orang di sekitar apartemenku.

__ADS_1


Karena Jasmine, aku menjadi lelaki hina di depan orang lain. Dan karena Jasmine pula aku harus melanggar prinsipku, yang semula aku berjanji tak ingin menikah dengan wanita manapun, dan kali ini aku harus menikahi Jasmine si gadis licik yang baru saja aku kenal.


Aku marah padanya, aku kesal padanya, dan akhirnya aku putuskan untuk membalaskan dendamku padanya, siapa lagi kalau bukan Jasmine Noreen.


Dan malam yang paling aku tunggu-tunggu adalah malam dimana aku akan membuat Jasmine tidak berdaya, yaitu di malam pertama kami. Aku telah berjanji akan membuat perhitungan pada Jasmine.


Aku mengetuk pintu kamar Jasmine beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban dari sana. Jadi aku terpaksa masuk ke dalam kamarnya dengan kunci duplikat yang sengaja aku simpan. Aku tidak peduli jika dia marah, karena sesungguhnya Jasmine sudah menjadi istri hahalku.


Aku tahu jika Jasmine hanya pura-pura tidur hanya untuk menghindariku. Maka dari itu, aku menjahilinya dengan sentuhan-sentuhan kecil yang aku berikan di wajahnya agar dia terbangun.


Dan akhirnya dia pun membuka matanya. Lalu tanpa basa basi aku memintanya untuk melayaniku sebagaimana pengantin baru di malam pertama. Aku memintanya dengan cara baik-baik. Tapi sayangnya dia menolak dengan berbagai alasan dan mulutnya tiada henti mengoceh sedari tadi. Jadi terpaksa pula aku mengancamnya.


"Loe diam maka gue akan bermain lembut, jika mulut loe masih mengomel maka gue akan bermain kasar. Pilih, loe mau yang mana, hah?"


Seketika Jasmine terdiam, dia tidak berani bersuara, karena dia membayangkan bagaimana sakitnya jika aku bermain kasar. Jasmine tidak mau jika itu terjadi.


Tapi saat aku melakukan penyatuan kami, tiba-tiba saja wanita itu menangis. Entah kenapa aku merasa iba melihat dia menangis. Bagaimana tidak, padahal aku bermain dengan sangat hati-hati.


Aku menjadi tidak tega, hingga aku putuskan untuk bermain satu ronde saja setelah aku puas dengan pelepasan pertamaku. Aku benar-benar kecewa dengan tangisan Jasmine.


Niat hati ingin membalas dendam pada Jasmine dengan permainanku, tapi saat aku melihat air mata seorang wanita keluar dari matanya, hatiku tidak tega. Karena sejatinya aku adalah lelaki yang dilahirkan dari rahim seorang wanita. Walaupun aku lelaki yang arogan tapi aku tidak berani untuk menyakiti hati seorang wanita.


Aku meraih wajah Jasmine, lalu aku mencium bibirnya lembut sebagai tanda akhir dari permainan di malam pertama kami.


"Tidurlah, ini sudah malam!" ucapku dengan perhatian, membelai rambut Jasmine kemudian membentangkan selimut untuk menyelimuti tubuhnya.


Aku berbaring di sampingnya, memeluknya untuk menenangkannya agar dia tidak bersedih lagi hingga dia terlelap.

__ADS_1


Aku berharap bahwa aku tidak menyakiti hatinya atas perlakuanku di malam pertama kami, karena bagaimanapun juga semua ini adalah akibat dari ulah Jasmine sendiri.


__ADS_2