
Semua pasang mata tertuju ke arah Atha, keadaan darurat yang mengharuskan Jasmine melahirkan sekarang juga sangat dibutuhkan dengan kondisi yang baik. Tapi Jasmine tetap kekeh dengan menunggu jawaban dari Atha soal keputusannya untuk menikahi dirinya.
Apakah ini pemaksaan? Ya sepertinya memang begitu. Tentunya, Atha tidak ingin menikah dengan keputusan yang mendesak tapi di satu sisi Atha memikirkan nyawa seseorang. Dia begitu bimbang bahkan tak seharusnya dia mengalami hal yang membuatnya hampir frustasi.
Sedangkan Jasmine yang seharusnya berjuang untuk melahirkan anaknya malah tertunda karena menunggu jawaban dari Atha. Sungguh tak habis pikir, Jasmine begitu egois memikirkan dirinya sendiri. Atha merasa kesal dan ingin marah pada Jasmine yang kelakuannya seperti anak kecil yang harus dituruti permintaannya.
Atha panik setengah mati, dia tidak bisa berpikir dengan tenang saat ini.
"Ayo Jasmine lakukan perintah dokter. Jika kau hanya diam, maka sama saja kau membunuh bayimu!" pinta Atha menyadarkan Jasmine.
Jasmine hanya diam seolah putus asa. Walau mendengar permintaan Atha, tapi Jasmine tetap berkata sesuai keinginan dia saja.
"Please ... NIKAHI AKU," kedua kalinya Jasmine meminta dengan jelas dan penuh harap.
"Tuan, tolong lakukan sesuatu. Ini demi keselamatan bayinya!" seru dokter pada Atha.
Atha melihat ke arah Jasmine yang menangis tiada henti, lalu berganti melihat ke arah bi Narti yang seolah memohon padanya untuk menyelamatkan situasi yang genting itu.
Atha menghela nafasnya dengan berat.
"Baiklah, aku penuhi keinginan kamu Jasmine. Aku akan menikahkmu setelah anakmu lahir," Atha akhirnya menyetujui permintaan Jasmine.
"Alhamdulillah," ucap bi Narti dan dokter serta perawat yang ada di sana.
__ADS_1
Mata Jasmine berbinar dan mulai bernafas lega.
"Berjuanglah melahirkan anakmu sembari beristigfar pada Allah. Aku akan menunggu kamu di luar ruangan ini," Atha berbalik hendak melangkah.
Bergegas Jasmine menggapai tangan Atha berharap lelaki itu berkata jujur.
Atha pun berbalik kembali menghadap Jasmine.
"Aku tidak akan pergi meninggalkanmu, percayalah!" ujar Atha meyakinkan Jasmine.
Atha beralih melirik ke arah dokter yang tepat berada di depan Jasmine.
"Dokter, tolong lakukan tugasmu untuk keselamatan calon istri dan anakku," ucap Atha pada sang dokter.
Jasmine begitu senang mendengar kalimat yang Atha lontarkan pada dokter. Ada kebahagiaan yang terpancar di wajah Jasmine. Dia kembali tenang atas ucapan Atha barusan. Kepercayaan Jasmine terhadap Atha semakin besar saat ini.
"Atha menganggap aku sebagai calon istrinya," batin Jasmine tersenyum kecil.
Jasmine tidak akan mengecewakan Atha kali ini. Dia harus berjuang melahirkan anaknya dengan selamat agar dia mendapatkan keluarga yang bahagia bersama Atha sesuai harapannya.
Atha perlahan melepaskan tangan Jasmine dan berlalu pergi.
"Bi Narti, aku nggak salah dengar atas ucapan Atha barusan, kan?" tanya Jasmine pada bi Narti memastikan.
__ADS_1
Bi Narti mengangguk.
"Sekarang lahirkanlah anakmu, Non!" ujar bi Narti yang kemudian berlalu ke luar dari ruangan itu pula.
Dokter pun segara memberikan aba-aba pada Jasmine yang akan melahirkan.
"Ayo Nyonya, tarik nafasnya dalam-dalam dan mengejanlah," perintah dokter dengan sabar.
Jasmine pun menurut perintah dokter hingga perlahan bisa melahirkan anaknya dengan baik dan selamat.
"Oekkk, oekkk, oekkk!" tangis bayi yang baru lahir.
Jasmine menangis haru mendengar tangis bayinya yang baru ia lahirkan. Dia bersyukur kedatangan bayinya ke dunia ini. Rasa bahagia akan segera menghampirinya, apalagi Atha akan menikahinya setelah ini.
"Terima kasih Ya Allah," batin Jasmine penuh syukur.
"Selamat Nyonya ... anak anda laki-laki dan sangat tampan," ujar dokter memuji.
Jasmine tersenyum sembari menatap anaknya. Dia terlihat lelah setelah bertaruh nyawa melahirkan anaknya, apalagi menjelang melahirkan begitu penuh drama saat itu.
Sementara Jasmine mengingat satu orang yang dia tunggu-tunggu kehadirannya di sisinya, yakni Atha. Lelaki itu telah berjanji akan menikahinya setelah melahirkan anaknya.
Jasmine tidak lepas dari sosok Atha yang termasuk lelaki yang bertanggung jawab atas kecelakaannya hingga sampai melahirkan anaknya. Sungguh Atha sosok lelaki idaman yang baik hati. Jasmine telah tersihir olehnya.
__ADS_1
"Dok, tolong panggilkan calon suami saya," ujar Jasmine tersenyum menyebut kalimat itu.