Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Bahagia tapi juga Kecewa


__ADS_3

Kini suasana makan malam itu mendadak jadi hening. Felix membuat Atha dan Byan bertanya-tanya dengan ucapannya yang tidak dimengerti oleh kedua orang itu. Sedangkan Jasmine menjadi tegang karena tatapan Atha dan Byan sejak tadi membuatnya juga menjadi salah tingkah, dia tidak tenang. Jasmine hanya bisa pasrah bila Felix mengatakan semua kebenaran tentang dirinya.


"Mama, aku mau yang itu!" pinta Sakha menunjuk makanan kesukaannya yang berada cukup jauh dari jangkauan tangannya.


Hal itu ternyata memecah keheningan yang terjadi beberapa detik di antara keempat orang dewasa di depannya.


"Kau suka ini?" tanya Felix sekaligus memberikan apa yang diinginkan oleh Sakha.


"Iya, Om. Ini seperti omlet yang sering mama buat di rumah!" ujar Sakha yang membuat Felix terkekeh.


Felix jadi teringat saat dia pernah memakan omlet buatan Jasmine waktu mereka bersama. Terkadang juga Felix suka diam-diam tanpa sepengetahuan Jasmine memakan omlet itu. Memang diakui omlet buatan Jasmine sangatlah lezat.


"Oh ya, kenapa aku melihat Sakha ada kemiripan dengan Abi? Mereka seperti ayah dan anak," ujar Felix melirik ke arah Sakha dan Byan bergantian.


"Ya, tidak dipungkiri bahwa Abi adalah sepupuku, jadi lebih mirip pamannya," sahut Atha beralasan.


Mereka pun makan kembali dengan santai sambil sesekali mengobrol masalah pekerjaan, hingga tak terasa pukul 9 malam. Mereka menyudahi reunian mereka karena terlihat sekali jika Sakha yang sudah mengantuk, sedangkan Ziva sudah tertidur di pelukan Atha sejak setengah jam yang lalu.


Atha berdiri dari kursi lalu diikuti oleh Jasmine, Byan dan Sakha. Mereka akan berpamitan pulang.


"Terima kasih untuk makan malam ini, Felix. Next time, gantian aku akan mengundangmu makan malam di rumahku," ujar Atha dengan ajakan pada Felix.


"Ya, pasti. Aku akan datang dengan senang hati, karena aku juga pasti merindukan keponakanku ini," Felix merasa senang dengan tawaran Atha sembari mengelus pucuk kepala Sakha.


Tak lupa Felix menatap Jasmine dengan penuh makna. Mengetahui itu, Jasmine langsung mengalihkan pandangan matanya ke arah lain. Felix cukup tenang dengan sikap Jasmine yang cuek padanya, seolah dia tidak mengenalinya.


"Thank you, Bro ... untuk makan malamnya. Aku akan ke kantormu besok, karena aku belum puas mengobrol denganmu," ujar Byan sambil menjabat tangan lalu berganti pelukan sekilas.


"Ok, aku tunggu kehadiranmu!" seru Felix dengan senang hati.


Semua telah mengatakan salam perpisahan, kecuali Jasmine yang hanya diam dan menunduk saja. Ingin sekali Felix menyapa Jasmine, tapi takut jika wanita itu tidak menyukainya. Tapi jika dibiarkan saja, maka tidak baik untuk kedepannya, terutama hubungan persahabatan Atha dan Byan mungkin akan berpengaruh buruk jika tidak berterus terang.


Namun Felix tidak ingin ambil pusing dan menyesal dikemudian hari. Felix tidak ingin lagi kehilangan orang yang di sayangi. Maka dari itu Felix tidak ingin menyembunyikan apapun lagi daru hidupnya dia harus mengungkapkan semua kebenaran.


"Om Abi gendong aku. Aku malas berjalan, aku ngantuk!" pinta Sakha menarik tangan Byan tiba-tiba. Sakha tahu jika papanya sedang mengendong Ziva, maka dari itu Sakha meminta Byan untuk mengendongnya.

__ADS_1


"Hoho, baiklah ... jagoan kita sudah game over," ledek Byan yang langsung menarik Sakha dalam gendongannya.


Felix seolah tidak peduli dengan drama Sakha. Felix masih saja fokus pada wajah Jasmine seorang. Hingga sapaan Atha yang pamit pulang pun tak digubrisnya.


"Felix, kami pulang duluan. Lihatlah, kedua anakku sudah pada tidur," pamit Atha pada Felix sambik melirik ke arah Ziva dan Sakha.


Felix hanya diam tak menjawab.


"Felix!!!" sapa Atha yang kedua kalinya menatap Felix dengan aneh.


"Ah, ya ... terima kasih sudah menyempatkan untuk kita bertemu malam ini," jawab Felix sedikit menjeda kalimatnya.


"Sampai jumpa," ucap Atha sambil merangkul Jasmine dan berbalik melangkah pergi.


"Bye Felix!" ujar Byan pula menyusul Atha.


"Ya," sahut Felix mengangguk sambil melambaikan tangan.


Tapi nyatanya Felix tidak rela melihat mereka pergi meninggalkannya, terutama pada Jasmine. Dia merasa sangat marah mengetahui Jasmine yang pergi begitu saja, seolah tidak mengenal dirinya. Melihat hal itu, perlahan Felix melangkah dan menghentikan langkah 3 orang di depannya itu.


Sontak Atha, Jasmine, dan Byan berhenti, lalu menoleh ke belakang menghadap Felix yang ternyata sudah dekat dengan mereka.


"Ada apa, Felix?" tanya Byan heran, sesekali dia menaikan tubuh Sakha sedikit ke atas gendongannya.


Felix tidak menjawab pertanyaan Byan. Felix malah menatap Jasmine dengan lekat. Byan semakin heran apalagi Atha. Mereka melihat ke arah mata Felix yang mengarah ke Jasmine. Merek berdua menangkap sesuatu yang aneh pada Felix.


Jasmine yang ditatap serius oleh Felix, menjadi salah tingkah dan merasa tidak enak pada Atha dan Byan.


"Tamatlah riwayatku. Kak Felix tidak akan melepaskan aku kali ini," batin Jasmine menunduk pasrah.


Felix berjalan perlahan dan semakin mendekat ke arah Jasmine tanpa mempedulikan Atha dan Byan yang sedari tadi menatapnya dengan heran.


"Jasmine, apa kau tidak ingin menyapaku? Apa kau sudah melupakan aku?" tanya Felix lirih dan sendu menatap Jasmine yang ketakutan.


Deg

__ADS_1


Jasmine hanya diam, tapi sungguh miris pertanyaan yang dilayangkan oleh Felix. Jasmine merasa sedih dan bersalah pada Felix. Tak lama, Jasmine pun mendongak ke depan hingga matanya berkaca-kaca menatap Felix.


"Kakak," ucap Jasmine lirih pula dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Atha, Byan dan tentunya Felix.


Sementara mendengar panggilan 'kakak' dari mulut Jasmine, ada rasa bahagia terpancar di wajah Felix. Sedangkan Atha dan Byan saling pandang seolah mempertanyakan hubungan di antara Jasmine dan Felix.


"Aku merindukanmu, Jasmine!" Felix langsung menarik Jasmine dalam pelukannya.


Jasmine kaget dengan perlakuan Felix, sehingga Jasmine sedikit berontak untuk melepaskan pelukan itu.


Sebagai suami, Atha tidak akan diam saja. Dia pun angkat bicara.


"Ada apa ini sebenarnya? Tolong lepaskan pelukanmu dari istriku, Felix!" ujar Atha sambil memegang pundak Felix untuk menyadarkan sahabatnya itu, karena Atha merasa Jasmine sedikit tersiksa dengan pelukan Felix yang cukup erat.


Perlahan Felix melepaskan pelukannya.


"Maaf, karena aku sangat senang hingga aku lupa diri," ucap Felix beralasan.


"Jasmine adalah adikku yang selama ini aku cari," ungkap Felix menambahkan.


"Apa?" kaget Atha dan Byan bersamaan, mereka seolah tak percaya.


Felix menatap jam di pergelangan tangannya. Hari sudah mulai malam dan tidak akan cukup untuk menjelaskan semua yang terjadi saat ini.


"Pulanglah, keponakanku tidak nyaman jika terlalu lama tidur di gendongan kalian," ujar Felix sambil tersenyum pada Atha dan Byan.


"Aku akan menjelaskan semuanya nanti," ujar Felix kembali.


Atha dan Byan masih mematung sembari melirik Jasmine yang masih menunduk sambil sedikit terisak.


"Baiklah, aku tunggu kehadiranmu besok di rumahku!" ucap Atha menatap Felix, lalu menggenggam tangan Jasmine sekaligus menenangkannya.


"Pasti Bro!" seru Felix sambil mengangguk.


Ketiga orang itu pun beranjak pergi dari hadapan Felix tanpa mempertanyakan apapun padanya. Sedangkan Felix duduk kembali di kursi dengan lemas. Dia merasa bahagia bertemu kembali dengan Jasmine, tapi juga merasa kecewa dan sedih mendapatkan kenyataan bahwa Jasmine telah menikah.

__ADS_1


__ADS_2