
Jasmine, wanita itu berjalan menghampiri Atha. Lalu tersenyum dengan manis, memberikan sentuhan kecil pada Atha. Suaranya yang mempunyai ciri khas. Dengan mendengar suaranya itu saja, Byan langsung mengingat dengat jelas dan langsung mengenal siapa pemilik dari suara itu.
Byan mendongak kala seorang wanita berdiri di sebelah Atha dengan menggendong bocah perempuan. Byan menelisik dengan jelas wajah wanita itu. Bukan hanya suaranya saja yang dia kenal, tapi juga wajahnya. Wajah wanita itu terlihat cantik, sama seperti dulu beberapa tahun lalu.
Awalnya Byan tak percaya, tapi dia sangat yakin siapa pemilik wajah yang di tatapnya itu. Walaupun wanita itu jauh berbeda sekarang, yakni memakai jilbab di kepalanya. Tapi tetap Byan bisa mengenalnya. Dan menurut Byan, jilbab yang dipakainya itu menambah kecantikan yang luar biasa sempurna.
"Apa aku tidak salah lihat? Dia yang sekarang ada di depan mataku, dia...," batin Byan dengan kaget.
Jasmine yang berdiri di samping Atha belum melihat sosok Byan di sana, karena sejak Jasmine menikah, dia selalu menundukkan pandangannya pada pria yang bukan mahromnya. Atha lah yang membuat Jasmine seperti itu, menjadi wanita yang lebih baik.
"Oh ya, Jasmine kenalin dia Abi sepupuku," ucap Atha memperkenalkan Byan pada Jasmine.
"Abi, ini Jasmine istriku," ucap Atha pula memperkenalkan Jasmine pada Byan.
Awalnya Byan masih ragu untuk percaya bahwa wanita itu adalah orang yang sama yang dia kenal. Tapi setelah Atha menyebut nama Jasmine dengan jelas, tidak salah lagi. Byan sangat yakin bahwa wanita itu memang wanita yang dulu pernah mengisi hatinya dan menjadi istri sirinya dulu.
Sejak tadi Byan menatap lekat Jasmine, tetapi tidak dengan Jasmine yang masih menundukkan pandangannya.
"Aku ... Abi," ucap Byan dengan cukup sulit mengucapkan kalimat itu.
Setelah Byan meperkenalkan namanya, Jasmine pun sedikit melirik ke arah Byan dengan pelan.
__ADS_1
"Aku Jasmine," ucap Jasmine lembut dengan satu lirikan.
Walaupun dengan satu lirikan, bukan berarti Jasmine tidak mengenali wajah lelaki di depannya itu. Dengan perlahan, untuk kedua kalinya Jasmine kembali melirik lelaki yang bernama Abi itu.
Deg
Sungguh begitu kagetnya Jasmine dengan sosok wajah Abi yang ternyata adalah Byan, lelaki yang sangat dikenalnya sebagai mantan suami sirinya dulu.
Jasmine menegang dan bergetar hebat kala dia manatap Byan dengan lekat saat ini.
"Dia ... Abi ... Abyan. Ya, dia Abyan Wiratama. Dia sepupunya Atha? Ya Allah, kenapa aku harus bertemu dengannya lagi?" batin Jasmine lirih dan seolah mimpi baginya.
Jasmine kembali menundukkan pandangnya lalu mengedarkan pandangannya pada Sakha yang duduk bersebelahan dengan Byan. Tubuh Jasmine seketika lemas.
"I-iya sayang!" Jasmine menjadi gugup.
Jasmine mendudukkan Ziva di kursi, lalu dia mulai mengambilkan nasi dan lauk ke piringnya Sakha.
Kemudian Jasmine melanjutkan mengambilkan untuk Atha. Jasmine cukup gugup saat itu, apalagi dia merasa Byan memperhatikannya sejak tadi.
Atha merasa Byan terlihat menyedihkan seolah melihat drama keluarganya, yakni Jasmine yang melayani dengan baik saat hendak makan.
__ADS_1
"Jasmine, sekalian kau ambilkan nasi untuk Byan. Aku tidak tega melihat Byan dicuekin, sedangkan kau begitu perhatian padaku dan Sakha," ujar Atha sedikit menyindir dengan candaan.
"Nggak usah, Mas. Aku bisa sendiri, kok!" tolak Byan dengan cepat.
"Udah nggak apa-apa sekali kali, ini perlakuan spesial untuk kamu hari ini. Ayo Jasmine, berikan pada Abi," ujar Atha memerintah Jasmine sembari menunjuk ke arah Byan.
"I-iya Mas!" patuh Jasmine dengan gugup.
Tangan Jasmine mulai terlihat gemetar kala dia meletakkan nasi ke atas piring yang ada di depan Byan. Sungguh dia sangatlah tidak nyaman. Sedangkan Byan menatap Jasmine dengan nanar.
"Terima kasih," ujar Byan canggung.
"Hem," sahut Jasmine dengan dengungan.
Suasana makan malam itu membuat Jasmine sangat tidak nyaman, lain halnya dengan Byan yang cukup tenang karena sengaja diselingi dengan mengobrol kecil pada Atha.
"Aku permisi duluan, ya. Sepertinya Ziva sudah ngantuk. Aku mau menidurkan Ziva," ucap Jasmine sembari menatap Atha kemudian melirik Byan sekilas dengan menundukkan pandangannya.
"Ya, silahkan!" sahut Atha sembari mengangguk.
Tak lama, setelah makan malam selesai, Byan pamit untuk pulang. Dan sebelum dia melajukan mobilnya, Byan masih tak percaya dengan apa yang barusan terjadi.
__ADS_1
"Kenapa bisa Jasmine menjadi istrinya mas Atha? Cih, tidak bisa dipercaya," gumam Byan dengan senyuman frustasi.
"Aku harus cari tahu apa yang sebenarnya terjadi," gumam Byan semakin penasaran. Dia pun melajukan mobilnya menuju apartemennya.