Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Hari Bahagia dan Sebuah Perintah


__ADS_3

Tak terasa, waktu cepat berlalu. Atha yang berada di apartemennya tidak pernah ketinggalan dengan informasi yang selalu diberikan oleh bi Narti kepadanya tentang keadaan Jasmine dan anaknya, Shaka. Atha cukup senang kala mendengar keadaan keduanya baik-baik saja.


Dan kini waktunya Atha bersiap-siap untuk mempersiapkan dirinya menyambut status barunya menjadi seorang suami bahkan seorang ayah sekaligus. Semuanya telah dipersiapkan dengan matang setelah kelahiran Shaka oleh Atha yang dibantu sang asistennya, Billy.


"Semoga dengan menikahi Jasmine adalah benar dan tidak ada penyesalan di kemudian hari," gumam Atha yang hendak melangkahkan kakinya ke luar dari apartemennya.


Siang hari pukul 14.00, dengan pakaian yang sudah rapi, Atha pun sudah kembali ke rumahnya untuk melakukan ijab qobul di sana. Tidak ada acara ataupun pesta yang mewah, karena melakukan pernikahan dengan sangat sederhana yang dihadiri oleh beberapa orang kepercayaan Atha. Bahkan Atha pun merahasiakan pernikahannya dengan keluarganya.


Atha belum sanggup untuk memberitahu pernikahannya kepada keluarganya, mengingat status Jasmine yang masih membinggungkan, apalagi dia seorang janda dan telah mempunyai anak. Maka dari itu, Atha menghindari pertanyaan-pertanyaan yang nantinya mungkin akan dipertanyakan oleh keluarganya yang sulit dijawab oleh Atha.


Semua pelayan di rumah Atha telah duduk dengan tenang untuk menyaksikan pembacaan ijab qobul, begitu juga dengan bi Narti yang tak lepas dari wanita cantik yang saat ini memakai kebaya putih sederhana dengan hijab yang melilit di lehernya sembari merangkul lengan wanita paruh baya itu dengan gugup, siapa lagi kalau bukan Jasmine Noreen. Wanita yang sebentar lagi akan bersuamikan Atha Bamantara.


Pasangan pengantin telah duduk bersebelahan dengan canggung di depan penghulu. Jasmine yang menundukkan kepalanya dengan tangan sedikit bergetar, sedangkan Atha berusaha tenang dengan pandangan mata ke depan sembari membaca sholawat dalam hatinya agar ijab qobul berjalan lancar.


"Baiklah, apakah anda sudah siap untuk ijab qobul sekarang?" tanya penghulu pada Atha.


Lalu dengan tegas Atha menjawab.


"Iya, saya siap!" seru Atha dengan yakin.


Atha pun menjabat tangan, lalu dengan lantang Atha mengucapkan ijab qobul yang sebelumnya diawali dengan dua kalimat syahadat.

__ADS_1


"Bagaimana saksi? Sah?" tanya penghulu.


"Sahhhh," jawab para saksi.


"Alhamdulillah!" semua orang yang ada di sana mengucapkan syukur.


Atha dan Jasmine pun resmi menjadi pasangan suami istri yang halal.


Jasmine menitikan air matanya. Semua perasaan gelisahnya berubah menjadi kebahagiaan.


Setelah semua proses ijab qobul selesai, sengaja Atha memanggil Jasmine di ruang keluarga. Kini tinggal lah mereka berdua saja.


Jangan ditanya soal Jasmine yang sekarang ini, dia sangatlah gugup dan jantungnya berdetak tak karuan. Sedangkan Atha mulai berani menatap Jasmine dengan seksama dari wajah Jasmine serta tubuhnya dari atas hingga bawah. Hal itu pun karena Atha telah menjadi suaminya.


Jasmine yang mendengar itu langsung kaget dan tersipu malu.


"Emm ... terima kasih!" ucap Jasmine yang sudah salah tingkah.


Atha masih menatap Jasmine dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Ya Allah, apakah Jasmine adalah istri yang memang Engkau pilihkan untukku? Istri yang selama ini aku pinta dalam do'aku? Dia jauh dari istri yang sholehah. Lantas, bisakah aku membimbing wanita ini menjadi lebih baik? Wanita yang ada di hadapanku saat ini, dia lah istriku," batin Atha sedikit gundah sembari memandang Jasmine.

__ADS_1


Jasmine yang tidak nyaman ditatap oleh Atha, segera membuka suaranya.


"Jangan menatapku seperti itu, aku jadi malu," ungkap Jasmine dengan lirikan mata yang tidak menentu.


Atha mulai sadar akan perkataan Jasmine.


"Ah, maaf. Emm ... boleh aku meminta sesuatu padamu, Jasmine?" tanya Atha sedikit ragu.


Jasmine mulai memberanikan diri dengan sedikit mendongak menatap Atha.


"Ya, tentu saja. Apa itu?" Jasmine begitu penasaran.


Atha pun mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan agar tidak terlalu gugup untuk mengatakan sesuatu pada Jasmine.


"Aku tahu jika menjadi lebih baik itu tidak mudah. Aku juga tidak bisa menjanjikan selalu membahagiakanmu. Tapi aku berjanji akan berusaha membahagiakanmu demi terciptanya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah," ucap Atha menyampaikan dengan tulus yang ada dalam hatinya.


Jasmine tersenyum mendengarnya. Lelaki yang menurutnya begitu perhatian dan bertanggung jawab dengan berkata jujur apa adanya.


"Lalu, apa yang kau inginkan?" tanya Jasmine yang kedua kalinya. Wanita ini sungguh sangat penasaran.


Atha masih menatap Jasmine dengan harapan yang baik sesuai keinginannya.

__ADS_1


"Jadi, aku ingin mulai hari ini kamu menutup auratmu dengan pakaian panjang dan jilbab di kepalamu. Aku akan membimbingmu. Bagaimana, kamu bersedia?" tanya Atha dengan pintanya, lebih tepatnya adalah perintah.


__ADS_2