Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Hal yang Paling Tidak Disukai


__ADS_3

Selagi seseorang itu berkata bahwa dia akan merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, maka kita harus memberikan dukungan kepadanya dan tidak untuk meremehkan perkataannya.


Seperti Jasmine yang dia berjanji pada Atha bahwa dia akan menjadi wanita yang lebih baik untuk kehidupan selanjutnya. Mendengar itu, Atha menjadi tenang.


Tapi di satu sisi, ada sifat Jasmine yang masih membuat Atha merasa was-was. Atha mengenal Jasmine dengan wanita yang keras kepala dan berani terhadap hal apapun untuk memenuhi keinginannya. Dan hal itu paling tidak disukai oleh Atha.


Tak lama kemudian Atha mengeluarkan sesuatu perkataan yang sudah lama mengganjal di hatinya.


"Tapi ada satu hal yang paling tidak aku sukai dari sifat seorang wanita," ucap Atha.


Jasmine membulatkan matanya sedikit was-was.


"A-apa itu?" tanya Jasmine penasaran hingga terbata.


Atha menggaruk pelipisnya yang tidak gatal sebagai alasan untuk menjeda jawaban yang akan dia katakan pada Jasmine.


"Kau tahu ... kejadian di rumah sakit saat kau ingin melahirkan Sakha? Kau malah meminta sesuatu padaku. Jika aku tidak menerima permintaanmu untuk menikahimu, maka saat itu kau hampir saja membunuh anakmu sendiri," ujar Atha mengingatkan Jasmine dengan tujuan agar Jasmine tidak mengulangi perbuatan buruknya lagi.


Karena di saat itu Jasmine yang keras kepala mementingkan keinginan pribadinya, yakni meminta Atha menikahinya. Sebelum Atha menyetujuinya maka Jasmine tidak akan melahirkan anaknya. Betapa egoisnya Jasmine saat itu. Itulah sifat yang tidak disuki Atha.

__ADS_1


Dan kejadian di rumah sakit itu pula Atha tergerak hatinya dan yang pertama kali dia pikirkan dan selamatkan adalah nyawa sang bayi, maka dari itu Atha terpaksa menerima permintaan Jasmine, yakni dengan menikahinya sesuai keinginan Jasmine. Tetapi, di samping itu pula Atha memang sedikit memiliki rasa pada Jasmine. Entah dia menyukai atau memang sekedar mengasihani, Atha masih bimbang akan perasaannya itu.


"Maafkan aku, saat itu aku sangat egois. Aku melakukan itu semata-mata karena aku takut jika Sakha tidak mempunyai ayah. Tolong maafkan aku karena telah memaksamu menikahiku," ucap Jasmine lirih.


Atha menghela nafasnya pelan, diam tanpa menjawab perkataan Jasmine.


"Ja-di hal yang paling tidak kamu sukai dari seorang wanita adalah...," ucap Jasmine yang belum terselesaikan malah dipotong langsung oleh Atha.


"Jangan lakukan kesalahan itu lagi. Karena aku tidak suka wanita egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri, apalagi sampai nyaris membunuh darah dagingnya sendiri," tegas Atha seolah memberikan peringatan pada Jasmine.


Kata-kata Atha membuat Jasmine sangat sedih. Wanita itu tertunduk lesu menyadari kesalahannya sangatlah besar.


"I-ya, a-ku ti-dak akan membuat kesalahan yang sama lagi," ucap Jasmine dengan suara bergetar hingga menitikan air matanya.


"Baiklah, aku percayakan Sakha padamu, jaga dia baik-baik. Kita akan menikah setelah masa nifas kamu selesai," pesan Atha sekaligus memperjelas niatnya untuk menikahi Jasmine memang benar akan terjadi.


Lalu mendengar itu pula, Jasmine mengusap air matanya kemudian mendonggakan kepalanya melirik Atha.


"Pasti, Sakha anakku. Aku akan menjaganya dengan baik," ucap Jasmine sedikit bersemangat.

__ADS_1


Atha menganggukan kepalanya.


"Kalau begitu, aku pergi sekarang. Masuklah ke dalam!" pamit Atha sekaligus memberi perintah pada Jasmine.


Jasmine masih berdiam diri di sana seolah dia tidak ingin masuk malah dia ingin melihat kepergian Atha terlebih dahulu.


"Tunggu apa lagi? Masuklah! Aku akan pergi setelah kamu masuk ke dalam rumah!" seru Atha memberi perintah.


"Ah, i-iya a-ku masuk!" Jasmine tersentak dan menjadi gugup.


Dengan terpaksa, Jasmine menuruti apa yang diperintahkan oleh calon suminya itu. Dengan wajah lesu pula Jasmine berbalik melangkah masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Atha yang melihat Jasmine sudah memasuki rumahnya, dia pun melangkah pergi memasuki mobilnya.


Namun nyatanya, Jasmine mempunyai solusi agar dia bisa melihat kepergian Atha dengan tenang yang akan beberapa hari kedepan tidak bisa dia lihat kehadirannya.


Bergegas Jasmine langsung beralih ke arah jendela untuk mengintip kepergian Atha dengan lega.


Di sisi lain, Atha yang masih berada di dalam mobil, mengalihkan pandangan matanya ke arah rumahnya, tapi nyatanya dia malah menangkap sosok Jasmine yang berada di balik jendela kaca ruang tamu dan sedang mengintip dirinya.

__ADS_1


Atha menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil kala melihat tingkah aneh Jasmine.


"Wanita itu, ada saja kelakuannya!" gumam Atha menghela nafasnya perlahan, setelah itu menjalankan mobilnya ke tempat tujuan.


__ADS_2