Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Salah Tingkah


__ADS_3

Jasmine membuka matanya, dia melihat di sekeliling ruangan yang dia tempati saat ini. Dia sadar bahwa saat ini dia berada di rumah sakit. Namun seketika dia langsung mengingat lelaki yang beberapa jam lalu membuat hatinya merasa lebih tenang.


Kemudian Jasmine bangkit duduk dan melihat-lihat lagi seisi ruangan di tempatnya berada. Hanya dia sendiri, tidak ada satu pun orang yang menjaganya saat dia membuka mata.


"Kemana semua orang? Kenapa aku sendirian di sini?" gumam Jasmine dengan sedikit mengerjabkan matanya.


Tak lama kemudian, terdengar suara orang membuka pintu. Seketika itu pun Jasmine langsung menyapa orang itu tanpa dia tahu siapa yang dia sapa.


"Atha!" ucap Jasmine dengan senang.


Namun saat muncul orang yang dia panggil itu, seketika wajah Jasmine menjadi murung.


"Ini Bibi, Non. Tuan Atha pulang ke rumah saat Non Jasmine tertidur. Maaf, Bibi tadi keluar sebentar membeli sarapan," jelas bi Narti.


Wajah Jasmine terlihat jelas begitu kecewa. Dia merasa ada yang kurang. Suasana hatinya menjadi buruk. Ketenangan hatinya memudar kembali saat tidak ada sosok Atha di dekatnya.


"Padahal aku ingin mendengarkan lagi dia mengaji," batin Jasmine lirih.


Jasmine tidak bersemangat. Dia mulai merindukan Atha, lelaki yang membuat hatinya menjadi tenang dan nyaman.


Jasmine kembali membaringkan tubuhnya di ranjang dengan letih. Dia merasa lesu dan tidak bergairah.


Tak lama kemudian, datanglah perawat yang membawakan bubur dan obat sambil mengecek kondisi Jasmine.


"Sudah lebih baik. Ini jangan lupa di makan bubur dan obatnya. Apakah ada keluhan lain pada Nyonya Jasmine saat ini?" tanya perawat itu pada Jasmine.


Jasmine hanya menggelengkan kepalanya saja dengan lesu.


Setelah mendapatkan jabawan dari Jasmine, perawat itu pun berjalan pergi dari ruang inap Jasmine.


"Ayo, di makan dulu buburnya Non Jasmine," pinta bi Narti yang sudah memegang mangkuk berisi bubur.


Jasmine terlihat sekali begitu tak bersemangat dan murung. Oleh karena itu bi Narti pun mencoba menghiburnya.


"Nanti tuan Atha akan mampir ke sini melihat kondisi Non Jasmine. Jadi jangan kecewakan tuan Atha yang sudah membacakan ayat Al-Qur'an untuk kesehatan Non Jasmine," ujar bi Narti yang kala itu menghibur Jasmine.


Mendengarnya, mata Jasmine mulai berbinar bahagia.


"Benarkah, Atha akan datang ke sini, Bi?" tanya Jasmine antusias.


Bi Narti menganggukan kepalanya dengan senyumannya.


"Sini, biar aku makan sendiri buburnya," Jasmine bangkit lalu menyambar mangkuk berisi bubur di tangan bi Narti dengan semangat sampai melahap habis bubur itu.

__ADS_1


Bi Narti tersenyum lebar melihat tingkah Jasmine berubah drastis menjadi ceria saat dia membicarakan tuannya kepada Jasmine. Dengan begitu bi Narti paham bahwa keceriaan Jasmine ternyata adalah jika berada dekat sang majikan, yakni Atha.


"Sekarang, saya tahu kebahagiaan non Jasmine adalah tuan Atha. Menyebut namanya saja non Jasmine langsung bersemangat," batin bi Narti merasa senang.


Tapi seketika wajah bi Narti berubah menjadi cemas.


"Tapi saya berharap non Jasmine tidak memiliki perasaan lebih pada tuan Atha. Kalau sampai begitu, maka non Jasmine akan terluka. Tuan Atha sangat mendambakan sosok wanita shalihah," batin bi Narti lirih.


Waktu berganti, sekarang sudah pukul 3 sore. Sengaja Atha pulang dari kantor lebih awal karena mengingat bahwa dia akan menjengguk Jasmine di rumah sakit.


Atha masih terlihat mencemaskan keadaan Jasmine saat wanita itu selalu mengganggu dipikirannya. Sejak saat itu, Atha sangat peduli dan perhatian pada Jasmine terutama pada calon anak yang dikandung Jasmine.


Tap tap tap


Langkah Atha menuju ruang inap Jasmine. Dia datang dengan membawa buah-buahan yang segar di tangannya.


Di lain sisi, Jasmine menantikan kedatangan Atha dengan tidak sabar. Entah kenapa dia deg-degan. Apakah memang Jasmine memiliki perasaan lebih pada Atha?


Ceklek


"Tuan Atha," sapa bi Narti ketika Atha memasuki kamar rawat inap Jasmine.


Jasmine kaget, dia salah tingkah.


Dia serba salah ingin memposisikan tubuhnya seperti apa, duduk kah atau tidur kah?


Bi Narti sejak tadi memperhatikan Jasmine dengan tingkah konyol wanita itu tiada henti. Bi Narti menjadi gemas dan menggeleng kecil sambil tertawa dalam hati.


Dan akhirnya dengan cepat Jasmine bangkit duduk dan merapikan penampilannya.


"Apa suasana hatimu sudah lebih baik, Jasmine?" tanya Atha disela menaruh buah-buahan yang di parsel di atas nakas tanpa menoleh ke arah Jasmine.


"Baik!" jawab Jasmine dengan cepat.


"Eh, lumayan baik. Emm ... ma-sih sedikit buruk," jawab Jasmine dengan kikuk hingga dia mengganti jawaban di awal dengan asal.


Atha mengerutkan keningnya bingung pada jawaban Jasmine yang tidak konsisten menurutnya.


"Baik, lumayan baik, sedikit buruk ... jadi yang mana jawaban yang benar?" tanya Atha penuh keraguan.


"Emm, baik tapi ... hatiku ma-sih nggak tenang sa-ja," ucap Jasmine dengan ragu dan malu.


Atha menaikan alisnya sebelah lalu melirik sekilas Jasmine.

__ADS_1


"It's ok. Kamu istirahata saja di sini sampai kamu benar-benar lebih baik," ujar Atha dengan santai.


Atha menoleh ke arah bi Narti.


"Aku pulang dulu, ya!" ujar Atha lalu ia berjalan hendak pergi.


Jasmine tak rela jika Atha pulang begitu cepat hingga Jasmine menghentikan langkah Atha.


"Tunggu, jangan pulang dulu!" cegat Jasmine pada Atha.


Atha berbalik ke arah Jasmine, pandangan matanya sedikit menunduk.


"Ada apa?" tanya Atha heran.


"Emm ... bukan apa-apa, aku hanya ... ingin berterima kasih saja," ucap Jasmine sembari membuat alasan dengan jawabannya agar Atha sedikit lebih lama berada di dekatnya.


"Untuk apa?" tanya Atha kembali.


"Kamu sudah menidurkanku tadi," ujar Jasmine begitu saja tanpa berpikir ucapannya mengundang keanehan pada Atha.


"Hah?" kaget Atha.


"Eh, maksudnya ... sudah buat aku tenang hingga tertidur dengan bacaan Al-Qur'an yang kamu baca, ya begitu maksudnya!" Jasmine meralat jawaban yang salah sebelumnya dengan alasannya.


Jasmine salah bicara pada Atha hingga wajahnya memerah menahan malu.


"Oh, nggak masalah. Itu sudah kewajibanku untuk menolong sesama," jelas Atha.


Dan kali ini Atha melangkah pergi meninggalkan Jasmine, dan seketika itu Jasmine menjadi murung.


"Yahhh dia pergi," batin Jasmine lirih.


Kemudian Jasmine menidurkan kembali tubuhnya ke ranjang.


Ceklek


Bunyi pintu terbuka dan langkah seseorang masuk ke dalam.


"Oh ya, jangan lupa dimakan buahnya," ujar Atha yang balik kembali hanya untuk mengingatkan Jasmine memakan buah-buahan yang dibelinya di toko sepulang dari kantor.


Jasmine dengan cepat bangkit hanya karena mendengar suara Atha saja.


"Ah, iya ... pasti aku makan buahnya!" seru Jasmine penuh semangat.

__ADS_1


Bi Narti terkekeh kecil melihat tingkah Jasmine. Sedangkan Atha langsung pergi meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.


__ADS_2