Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Sebuah Permintaan


__ADS_3

Dengan susah payah Jasmine memanggil bi Narti. Berusaha membuka pintu kamarnya pun tak bisa karena dikunci dari dalam olehnya. Jasmine terpaksa menggedor pintu kamar itu dengan kuat agar bi Narti terbangun.


Tok tok tok


"Bi Narti, tolong aku Bi Nartiiiii," teriak Jasmine kali ini memanggil pelayan rumah itu.


Tak lama kemudian, akhirnya yang dipanggil pun membuka pintu kamarnya.


Ceklek


Bi Narti yang terlihat masih mengantuk, kini dia berusaha membuka lebar matanya saat melihat Jasmine di hadapannya dengan wajah pucat.


"Ya Allah, Non Jasmine kenapa?" bi Narti kaget.


"Bi, dadaku sesak!" ucap Jasmine meringis sakit.


Bi Narti langsung mengecek kondisi tubuh Jasmine.


"Non Sakit? Ya Tuhan, tubuh Non kenapa basah gini?" tanya bi Narti menjadi cemas saat tubuh Jasmine mengeluarkan cukup banyak keringat.


Jasmine hanya menggeleng tidak tahu. Kemudian bi Narti langsung menuntun Jasmine duduk di sisi ranjangnya.


"Sebentar, Bibi panggilkan tuan Atha dulu. Non tunggu di sini dulu, ya!" Bergegas bi Narti berjalan ke luar dari kamarnya menuju lantai atas ke kamar majikannya, Atha.


Tok tok tok


"Tuan, Tuan, Tuan Atha!" panggil bi Narti cukup keras.


Ceklek


"Ada apa, Bi?" tanya Atha setelah membuka pintu kamarnya.


"Maaf mengganggu, Tuan. Itu, anu Tuan ... Non Jasmine...!" ucap bi Narti sedikit ragu-ragu karena takut telah membangunkan majikannya yang sedang tidur pulas.

__ADS_1


"Kenapa Jasmine?" tanya Atha terlihat panik.


"Dia sakit, Tuan!"


"Di mana dia sekarang?"


"Di kamar Bibi, Tuan!"


"Ayo kita ke sana!" seru Atha memberi perintah.


Bi Narti berjalan cepat menuju kamarnya bersama Atha yang berada di belakangnya.


"Non, apa masih sesak dadanya?" tanya bi Narti saat sudah di depan Jasmine.


"Masih Bibi," sahut Jasmine dengan rintihnya.


"Kita ke rumah sakit sekarang Bi Narti, tolong bawa Jamine ke mobil saya!" perintah Atha yang sangat cemas.


"Baik, Tuan!"


Tiba di rumah sakit, Jasmine di periksa oleh dokter yang menanganinya. Cukup lama hingga nyatanya Jasmine di rawat inap di sana karena kondisi Jasmine yang cukup mengkhawatirkan.


"Non, ingat kata dokter bahwa Non jangan memikirkan yang berat-berat apalagi sedih setiap hari. Itu yang membuat dada Non sesak terus. Kalau Non ada masalah, bisa cerita sama Bibi, jangan dipendam, Non!" ujar bi Narti menasehati.


Jasmine hanya diam dan mendengarkan saja. Tapi pandangan matanya seolah kosong.


"Jika Non sakit maka akan berpengaruh pada janinnya. Kasihan loh, Non!" ucap bi Narti menambahkan.


Jasmine masih saja tak merespon, dia hanya diam terbaring lemah.


Atha menutup mulutnya dengan jari telunjuknya menghadap bi Narti seolah menyuruh pelayannya itu untuk tidak berkata-kata dulu pada Jasmine.


Ekhem

__ADS_1


Atha mencoba membujuk Jasmine supaya wanita itu bicara.


"Jasmine, apa kau tahu kenapa sampai saat ini aku masih mempertahankanmu berada di rumahku?" tanya Atha pada Jasmine berharap wanita itu meresponnya.


Jasmine tersentak, kemudian dia menoleh ke arah Atha yang berada di samping kanannya. Tolehan Jasmine diartikan sebagai rasa ingin tahunya dari perkataan Atha.


"Itu karena agar kau tidak kesepian. Tapi nyatanya kau bersedih sepanjang hari. Padahal banyak pelayan yang bisa kau ajak mengobrol di rumahku," ungkap Atha menjelaskan.


"Aku nggak tahu kesedihanmu itu karena apa. Tapi ada satu kunci agar dirimu tidak bersedih lagi, mau tahu?" ujar Atha membuat Jasmine tertarik dengan perkataannya.


Jasmine sangat penasaran dibuatnya.


"Apa?" tanya Jasmine yang terlihat lemah akhirnya angkat bicara.


Atha mengulum senyumnya penuh kemenangan. Bi Narti pun ikut tersenyum lega.


"Dengarkan lantunan ayat suci Alqur'an, atau kamu bisa melantunkannya sendiri. Itulah kunci segala masalah atau kesedihanmu insya Allah akan hilang," jelas Atha membuat bangkit Jasmine.


Jasmine terdiam kembali, dia membenarkan apa yang dikatakan oleh Atha. Karena pada kenyataannya Jasmine memang pernah mendengarkan Atha mengaji, setelah itu hati Jasmine menjadi tenang.


"Ya sudah, sekarang istirahatlah. Jangan bersedih karena takutnya akan berpengaruh buruk pada calon bayimu. Bi Narti akan menemanimu di sini," ucap Atha, setelah itu dia berbalik dan berjalan hendak keluar dari ruang inap Jasmine.


Jasmine merasa kecewa bila Atha pergi meninggalkannya.


"Maukah kau melantunkan ayat suci Alqur'an untukku?" pinta Jasmine sambil menahan langkah Atha.


Deg


Atha kaget dengan permintaan Jasmine padanya.


Atha berbalik melirik Jasmine sekilas lalu berganti menatap bi Narti yang sedikit bengong.


Atha masih berdiam dan masih memikirkan jawaban apa yang akan dia beri pada Jasmine.

__ADS_1


"Aku lelah. Aku ingin tidur. Jadi bisakah kau temani aku di sini sambil melantunkan ayat suci Alqur'an agar hatiku tenang hingga aku tertidur?" tanya Jasmine dengan pintanya. Berharap Atha menerima permintaannya.


Atha menjadi gugup, jantungnya tiba-tiba berdegup cukup kencang. Dia pun bingung, sebenarnya dia tidak pernah melakukan apa yang dipinta oleh Jasmine sebelumnya.


__ADS_2