Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Please, Izinkan Aku!


__ADS_3

Byan tak habis pikir, Jasmine begitu berubah dingin saat kebenaran Sakha telah diketahui olehnya. Yang dulu Sakha diizinkan pergi bersamanya, sekarang malah kebalikannya. Padahal hanya sekedar menginap di rumah utama Wiratama, Jasmine tidak mengizinkan.


"Walaupun aku nggak membesarkan Sakha, setidaknya aku mempunyai hak atas Sakha. Aku hanya ingin bersama Sakha walau sebentar," protes Byan sedikit kesal. Matanya menyorotkan tatapan tajam ke arah Jasmine.


Jasmine sedikit takut dengan aura wajah yang ditunjukkan oleh Byan padanya.


"Mulai saat ini, tidak akan pernah aku memberikan izin apapun padamu untuk Sakha. Malah itu berlaku sejak pertama kali kau mengatakan tidak menginginkan seorang anak," bantah Jasmine dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia sudah tidak sanggup lagi melihat sosok Byan yang baginya adalah hanya sebuah masa lalu.


"Aku khilaf, aku menyesali ucapanku saat dulu. Ternyata aku sangat menyayangi Sakha dan aku ingin bersamanya," ungkap Byan menyesal dan terpukul.


Jasmine tersentak ketika Byan mengatakan hal itu.


"Jangan bilang jika kau ingin merebut Sakha dariku," sungguh hal yang tak diinginkan oleh Jasmine.


Byan sedikit lebih mendekat ke Jasmine dengan senyum seringainya menaikan satu sudut bibirnya ke atas.


"Jika kau mempersulit aku berhubungan dengan Sakha, maka bisa jadi aku akan merebut Sakha darimu dan mas Atha," tekan Byan yang tak hentinya menatap intens wajah Jasmine yang masih saja tersimpan di hatinya.


Tanpa sengaja, Byan terbuai dan hendak saja menyentuh pipi Jasmine. Sontak membuat Jasmine mendorong tubuh Byan cukup kuat.


"Jangan mimpi kamu! Aku nggak akan pernah sudi memberikan Sakha padamu yang berperilaku buruk," Jasmine marah lalu berbalik hendak berjalan pergi.


Namun tangan Jasmine langsung diraih oleh Byan. Sontak Jasmine menghentikan langkahnya.


"Jangan menyiksaku seperti ini, Jasmine. Please, izinkan aku dan papiku bersama Sakha sebentar saja. Aku mohon padamu!" pinta Byan lirih dan memelas.


Jasmine berbalik menghadap Byan dan langsung menghempaskan tangannya dari Byan.

__ADS_1


"Ingatlah satu hal, kau yang sudah menyakitiku di awal. Maka kau tanggung sendiri akibatnya," ujar Jasmine dengan suara bergetar dengan mata yang berkaca-kaca. Susah payah dia menahan suaranya untuk berkata.


"Kau ingin balas dendam padaku?" tanya Byan tak sanggup melihat Jasmine pergi meninggalkan dirinya.


"Kau yang menginginkannya. Maka hiduplah dengan prinsip hidupmu yang jadul itu," tegas Jasmine mengingatkan beberapa tahun lalu saat mereka berstatus suami istri kala itu.


Hati Byan sungguh teriris mendengar perkataan Jasmine. Dia tidak habis pikir akan serumit ini masalah hidupnya. Andai waktu bisa diputar kembali, maka dia tidak akan pernah merelakan Jasmine pergi darinya dan dia akan menghapus prinsip hidupnya yang membuat masa depannya hancur berantakan, pikir Byan.


"Beri kesempatan padaku untuk bersama Sakha beberapa hari saja. Sungguh aku menyesali perbuatanku dulu," ungkap Byan bersikeras mengakui kesalahannya, berharap Jasmine simpati padanya.


Jasmine tidak peduli ucapan Byan. Dia beralih meninggalkan Byan begitu saja.


Byan tidak terima diacuhkan begitu saja oleh Jasmine.


"Baiklah jika itu mau kamu, Jasmine. Mulai hari ini, aku akan pindah bekerja di kota ini, aku akan berada di dekat Sakha, bersama dia, dan tidak akan pernah meninggalkannya!" tegas Byan membuat langkah Jasmine terhenti kembali. Matanya membulat dan berkaca-kaca.


"Jika mas Atha bisa menjadi papanya Sakha, maka aku juga bisa!" seringai kemenangan terbit di wajah Byan dengan penuh kelegaan.


Jasmine menggeleng tidak percaya, dia tidak ingin itu terjadi. Karena dia tidak ingin mengenang masa-masa kebersamaan dirinya dengan bayang-bayang Byan. Kala mereka menikmati malam indah saat membuat Sakha terlahir ke dunia.


"Pergilah ke negaramu, Byan. Kau sudah berjanji padaku, bahwa kita akan menjadi orang asing apapun keadaannya," bisik Jasmine pula dengan lirih.


"Tapi maaf, aku mengingkari janji itu. Kau tahu bukan? Jika aku sudah bertindak? Maka tidak akan ada orang yang bisa menghalangiku!" tegas Byan menekan kalimatnya.


Byan hendak melangkah.


"Setidaknya demi aku dan Sakha!" seru Jasmine.

__ADS_1


"Tidak akan! Kecuali kamu pergi bersamaku. Kita mulai hidup baru," Byan menampilkan senyum lebarnya.


Plak


"Keterlaluan kamu! Aku wanita yang bersuami," kesal Jasmine menampar wajah Byan begitu saja.


Byan mengusap wajahnya pada bekas tamparan yang tidak seberapa sakit itu.


"Kalau begitu biarkan aku bersama Sakha, adil kan!" ucap Byan seperti nada mengancam.


Byan terkekeh kecil sembari berjalan melewati Jasmine, menjauh darinya.


Kemudian Jasmine pun berbalik.


"Kau...," ujar Jasmine terhenti kala dia mendapati suaminya telah berada di hadapannya.


"Ada apa?" tanya Atha berdiri cukup tenang.


"Tidak apa-apa, Mas!" Jasmine menggeleng seolah tidak terjadi apa-apa.


"Kau bertengkar dengan Abi?" tanya Atha kembali, karena sejak tadi Atha telah melihat perdebatan antara istri dan saudara sepupunya itu, ketika mereka berada di taman belakang.


Spontan Jasmine terkejut, dia menunduk terdiam.


"Tidak, a-aku ha-nya tidak ingin Byan membawa Sakha ke rumah utama Wiratama, itu saja!" ungkap Jasmine dengan gugup.


"Ya baiklah," Atha mengangguk paham. Padahal dia tahu apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Jasmine dan Byan bukan hanya perihal itu saja.

__ADS_1


Bukannya Atha menguping, melainkan Atha ingin melihat sejauh mana hubungan Jasmine dan Byan setelah keduanya berpisah. Apakah masih ada cinta di antara keduanya? Atau malah sebaliknya? Atau mungkin cinta sebelah pihak yang dirasa oleh Byan atau hanya Jasmine seorang?


__ADS_2