
Takdir manusia tidak ada yang tahu kecuali Tuhan seluruh alam. Hanya Tuhan lah yang Maha tahu. Dia tidak tidur, selalu mengawasi kita di bumi. Tuhan tahu apa yang kita inginkan. Mungkin belum waktunya kita mendapatkan apa yang kita minta, tapi Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita. Percayalah, Tuhan akan memberikan kejutan terindah diwaktu yang tepat.
Saat ini Jasmine tergeletak tak berdaya di jalan tepat berada di depan bandara. Jasmine masih setengah sadar dan berusaha bangkit tapi sialnya dia tidak bisa menggerakkan kaki sebelah kirinya, kepalanya pun terasa pusing, hingga akhirnya dia pingsan tak sadarkan diri.
Namun dari arah depan, seseorang keluar dari mobil yang nyatanya dia adalah seseorang yang telah menabrak Jasmine. Dia sangat panik dan cemas, pasalnya dia melihat Jasmine terkulai dihadapannya. Dia langsung mengangkat tubuh Jasmine dan dimasukkannya ke dalam mobilnya. Dia adalah seorang lelaki bertubuh tinggi, kemudian bergegas lelaki itu melajukan mobilnya ke rumah sakit.
"Bagaimana kondisi wanita itu, Dok?" tanya lelaki itu dengan was-was setelah sang dokter keluar dari ruang UGD.
"Kondisinya saat ini belum sadarkan diri, tapi ada satu hal yang cukup serius," ucap dokter dengan wajah yang sangat meyakinkan.
"Serius? Maksud Dokter apa?" tanya lelaki itu menegang ketakutan.
Dokter melirik sekilas ke ruang UGD tempat Jasmine ditangani, lalu kembali menatap lelaki itu seksama.
"Tenang, bukan apa-apa. Hanya saja kakinya cidera karena benturan yang mengakibatkan kakinya keseleo dan mungkin akan sedikit sulit untuk berjalan selama kurang lebih satu minggu, tapi...," kata dokter menjelaskan kemudian menggantungkan ucapannya di akhir kalimat.
__ADS_1
"Tapi apa, Dok?" tanya lelaki itu penasaran bercampur rasa was-was.
"Kandungannya sangat lemah, beruntung sekali kecelakaan itu tidak mengenai benturan di perutnya. Dia harus banyak istirahat. Jaga dia baik-baik setelah sadar," ungkap dokter menjelaskan kembali.
Lelaki itu kaget bukan main, dia merasa bersalah pada Jasmine jika sesuatu terjadi padanya. Padahal kecelakaan yang terjadi berasal dari kesalahan Jasmine yang tidak mendengarkan klakson yang dibunyikan oleh lelaki itu. Tapi beruntungnya lelaki itu bertanggung jawab dan peduli terhadap Jasmine.
"Wa-wanita itu hamil?" tanya lelaki itu dengan gugup.
"Iya dia hamil, emm ... kalau begitu saya permisi, Tuan!" Dokter pun melangkah pergi meninggalkan lelaki itu.
"Ya Allah, terima kasih kau telah menyelamatkan janin yang dikandung wanita itu," gumam lelaki itu mulai tenang.
Sementara Jasmine masih tak sadarkan diri, dia pun juga belum mengetahui kondisinya saat ini yang telah berbadan dua. Lalu bagaimana nanti ketika Jasmine terbangun dan bertanya tentang keadaannya, apakah dia menerima kenyataan itu?
Di sisi lain, Byan dan Wandi yang berada di bandara. Wandi sedang melobi tiket keberangkatan mereka yang baru setelah kejadian mereka berdua yang balik ke apartemen membuat mereka berdua ketinggalan pesawat. Sedangkan Byan, dia begitu kecewa dan menyesali semua yang terjadi pada kehidupannya. Pikirannya tak berhenti membayangkan wajah Jasmine.
__ADS_1
"Byan ... woi Byan! Bengong aja loe. Ayo kita ke sana saja, di sini berisik," Wandi menghampiri Byan dan menunjuk arah tempat duduk yang lumayan sepi.
Byan pun sadar dari lamunannya kemudian berdiri dan berjalan bersampingan dengan Wandi. Mereka duduk di bangku yang hanya ada dua orang yang telah duduk terlebih dulu di sana, seorang perempuan dan lelaki asing yang hampir sebaya dengan mereka.
Dua orang asing itu saling berbicara satu sama lain.
"Gimana ya kondisi perempuan yang kecelakaan di depan tadi? Kasihan sekali dia," ucap perempuan asing itu.
"Dia yang salah, lagian nggak hati-hati berlarian saat mobil di depannya sedang berjalan," sahut lelaki asing itu yang nyatanya dia melihat kejadian saat Jasmine tertabrak.
"Ya mungkin dia sedang buru-buru takut pesawat yang dia tumpangi take off atau dia buru-buru karena ingin menemui seseorang. Aku juga sempat dengar dia manggil-manggil nama Tian, Pian atau Bian, gitu!" kata perempuan asing itu mengingat-ingat.
Byan tersadar atas perkataan perempuan asing itu yang barusan menyebut namanya. Pembicaraan yang di katakan oleh perempuan dan lelaki asing yang duduk bersebelahan dengannya itu, nyatanya sedari tadi didengar oleh Byan.
Hati Byan menciut, lagi-lagi dia kepikiran oleh bayang wajah Jasmine. Byan tidak tenang dan takut terjadi hal buruk pada Jasmine. Byan pun berharap jika yang dikatakan oleh perempuan dan lelaki asing itu bukan orang yang dia kenal.
__ADS_1
"Jasmine, dimanapun kamu berada, semoga kamu selalu dilindungi oleh Allah. Dan hidupmu bahagia," batin Byan lirih.