Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Jasmine Noreen


__ADS_3

Jasmine


Sekarang aku menjadi anak yatim piatu. Tidak ada lagi tempatku berkeluh kesah dan bermanja. Aku kesepian, apalagi aku tinggal di rumah besar peninggalan papa tiriku. Aku sangat tidak nyaman, selalu dihantui rasa ketakutan.


Ketakutanku bukanlah karena aku menempati rumah besar itu, melainkan di sana tinggal satu lelaki yang paling aku takuti. Sebenarnya dia baik, tapi semenjak ada insiden buruk yang terjadi pada kami berdua, sejak saat itulah aku dan kakak tiriku mulai merasa canggung, tak saling menyapa seperti orang asing. Tapi dia masih peduli padaku, hanya aku yang menghindar diri darinya seakan tidak berani menatap wajahnya lagi.


Dulu kakak tiriku itu sayang sekali padaku dan tulus memberikan perhatian-perhatian padaku layaknya saudara kandung, tapi sekarang kami malah tak bertegur sapa. Berbicara pun hanya hal penting saja, itu pun jika dihadapan mama dan papa seolah di antara kami tidak terjadi masalah.


Hanya satu minggu aku tinggal bersama kakak setelah kepergian mama dan papa tiriku. Setelah itu aku kabur dari rumah dengan tujuan agar aku tidak bertemu dengan kakak lagi. Aku nggak sanggup bertemu dengan kakak lagi.


Tapi takdir berkata lain. Setelah aku kabur dan sudah merasa senang bahwa ada orang yang mau membantuku dari kejaran para pengawal kakak, nyatanya orang yang menyelamatkan aku itu mengambil keuntungan dariku. Dia memanfaatkanku. Dia adalah Byan ... Abyan Wiratama.


Kebaikan yang Byan berikan untukku nyatanya tidak gratis, melainkan ada imbalan yang harus aku lakukan untuknya, lebih tepatnya untuk kepuasannya. Dia memintaku untuk melayaninya seolah aku adalah wanita malam baginya.


Aku marah, aku menolak dan aku tidak terima atas permintaannya padaku. Untuk itu, aku pun melakukan siasat yang tidak kalah liciknya dari Byan. Selagi ada celah untuk aku bisa membalas apa yang telah Byan lakukan padaku, maka aku akan menjebaknya pula.


Saat itu Byan ingin membawaku pulang ke rumah kakak, tapi aku bingung bagaimana cara untuk menolaknya. Aku terlanjur berbohong padanya dari awal kami bertemu. Jadi terpaksa aku memanfaatkan situasi yang tepat. Saat itu pula cukup ramai orang-orang yang ada di parkiran mobil.

__ADS_1


Aku berteriak histeris agar orang-orang disana mendengarku. Saat mereka menghampiri kami berdua, aku pun terpaksa menuduh Byan dengan tuduhan telah menodaiku dengan bakat aktingku yang aku miliki. Aku juga melakukan itu agar aku bisa tinggal di apartemen Byan selain aku tidak punya tempat tujuan.


Akhirnya pun aku dan Byan menikah siri. Aku tahu jika Byan terpaksa mengikuti permainanku. Tapi di sisi lain, dia telah merencanakan sesuatu yang buruk untuk membalaskan dendamnya padaku.


Malam pertama yang tak pernah kuduga segera dimulai saat aku benar-benar belum siap melakukannya, apalagi dalam situasi yang menegangkan penuh emosi. Byan, lelaki itu memaksaku untuk melakukan penyatuan kami, tapi aku menolak. Namun Byan tidak akan pernah mendengarkanku. Dia tidak akan pernah menyerah.


Aku menangis, ingin menjerit dan memohon ampunan pada Byan agar aku tidak melayaninya malam itu, apalagi dia mengancamku melakukannya dengan kasar, hingga pada akhirnya aku menyerah dan menuruti kemauannya.


Aku menangis tiada henti dari awal permainannya, merasakan sakit yang luar biasa aku tahan. Ingin rasanya aku mengadu pada Byan betapa sakitnya aku.


"Please hentikan ... hentikan Byan. Sakitttt, aku kesakitan!" batinku menjerik dalam hati.


Namun aku bersyukur, nyatanya Byan melakukan permainannya padaku dengan sangat hati-hati. Aku pun bingung dibuatnya, seolah dia tahu isi hatiku.


Apa karena dia melihatku menangis sehingga dia tidak tega padaku? Aku yakin, sejahat-jahatnya dia pasti ada sisi baik yang tidak aku ketahui tentangnya. Aku semakin penasaran dengan sosok lelaki yang berstatus suamiku ini, karena aku sekarang sudah menjadi istri halalnya.


Yang pasti, aku merasa nyaman berada di dekat Byan. Dan jujur aku benar-benar menikmati permainannya walau dia membuatku menangis.

__ADS_1


Ketampanannya, kegagahannya, cara dia bermain di atasku membuatku terhipnotis seakan membiarkan dia bermain di sana.


Aku ingin menyudahinya, tapi di sisi lain aku tidak ingin dia berhenti melakukannya. Ah, jujur aku malu pada diriku sendiri.


Hingga tak kusadari, Byan menghentikan permainannya setelah dia merasa puas. Namun sialnya, kenapa aku begitu kecewa?


Tak lama kemudian, Byan meraih wajahku kehadapannya lalu menciumku dengan lembut sebagai akhir dari permainannya malam itu.


"Tidurlah, ini sudah malam!" ucap Byan memberi perhatian padaku dengan mengelus rambutku lembut.


Tatapan matanya membuatku tenang, tidak seperti pertama kali aku bertemu dengan Byan yang terpancar dengan lirikan matanya yang begitu liar.


Aku suka dengan tatapan mata Byan malam itu, sehingga hati nuraniku berkata dengan tulus.


"Terima kasih, Byan. Aku yakin bahwa aku akan aman berada di sini di dekatmu," batinku lega.


Dengan perhatiannya pula, Byan menyelimuti tubuhku hingga aku merasa hangat.

__ADS_1


Kisahku menjadi istri seorang Byan telah dimulai sekarang, dan semoga esok hari aku menjalani kehidupanku dengan tenang tanpa gangguan dari orang luar sampai hari perpisahanku dengan Byan tiba.


__ADS_2