Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Satu Anak Lagi?


__ADS_3

Waktu terus berlanjut. Keharmonisan rumah tangga Jasmine dan Atha semakin lama semakin rukun. Jasmine selaku sebagai istri, begitu berbakti pada Atha. Dia telah berubah menjadi wanita yang lebih baik. Atha pun membekalinya dengan mengajarkan tuntunan agama yang baik pada Jasmine, sehingga Jasmine mampu menjadi istri sekaligus ibu yang baik bagi suami dan anaknya.


Di satu malam, ketika Atha memasuki kamarnya, yang dilihatnya Jasmine tengah berbaring menidurkan Sakha. Atha pun mendekati mereka. Dilihatnya Sakha yang semakin besar. Atha tersenyum melihatnya.


"Jes...," sapa Atha yang duduk di sebelah Sakha.


Jasmine pun menoleh ke arah suaminya.


"Iya, Mas!" Jasmine bangkit duduk saat melihat Atha naik ke ranjang bersebelahan dengan Sakha yang berada ditengah-tengah mereka.


Atha membelai rambut Sakha dengan lembut yang tengah tertidur itu.


"Aku tidak menyangka bahwa Sakha sudah sebesar ini. Pernikahan kita juga hampir seumur dengan Sakha, hanya beda beberapa bulan saja," ujar Atha masih menatap lekat dan membelai rambut Sakha.


"Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Aku juga tidak pernah mempermasalahkan statusmu yang dulu, apalagi peduli pada masa lalumu," sambung Atha beralih menatap Jasmine yang sedang mendengarkannya itu.


Hening sejenak, kemudian Atha mengambil nafas dan membuangnya perlahan.


"Boleh aku menanyakan sesuatu padamu?" tanya Atha sedikit ragu.


"Ya tentu saja boleh," sahut Jasmine.

__ADS_1


Atha mulai mengedarkan pandangan matanya kembali melihat Sakha yang tengah tidur.


"Aku tidak pernah memaksakan sesuatu kepadamu, bukan?" tanya Atha serius tanpa menatap Jasmine.


"I-ya, lalu?" Jasmine mulai bingung dengan pertanyaan Atha.


Atha pun terlihat bingung ingin mengatakannya di mulai dari mana. Tapi kali ini dia harus jujur untuk mengungkapkan semua apa yang membuatnya tidak tenang selama ini.


"Sekarang sudah waktunya. Aku tidak ingin menjadi suami yang munafik, di samping itu juga aku tidak mau egois," ucap Atha yang memandang lekat Jasmine.


"Selama ini aku tidak pernah memaksamu untuk meminta hakku sebagai suami. Itu karena aku pikir kau belum mampu untuk melakukannya, apalagi saat itu Sakha masih bayi," sambung Atha.


"Aku sadar bahwa selama ini aku salah. Aku salah karena selalu menutupinya darimu. Jujur, aku sangat menginginkannya. Menginginkan hakku sebagai suami," ungkap Atha yang sangat jelas penuh harap pada Jasmine.


Jasmine sungguh terkejut, jantungnya seketika berdetak cukup keras. Dia tahu apa maksud dari perkataan suaminya barusan.


Jasmine mengakui bahwa selama ini juga dia tidak pernah memberikan haknya pada Atha, itu karena Jasmine lakukan bukan disengaja ataupun belum siap, melainkan Jasmine belum percaya diri dengan keadaannya saat itu.


Nyatanya selama pernikahan mereka terjadi, belum ada hubungan suami istri pada Jasmine dan Atha. Mereka hanya sebatas tidur bersama bertiga dengan Sakha. Bahkan berciuman pun belum mereka lakukan, itu pun Atha lakukan hanya sebatas mencium kening Jasmine saat akan berangkat bekerja. Itu karena Jasmine dan Atha mempunyai pemikiran masing-masing.


Atha menganggap bahwa Jasmine belum mampu untuk melakukan hubungan intens karena adanya Sakha yang baru saja dilahirkan. Sedangkan Jasmine beranggapan bahwa dirinya seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya dan tidak pantas mendapatkan seorang Atha yang dinikahinya atas permintaan dirinya secara paksa dan Jasmine takut jika Atha malah akan membencinya.

__ADS_1


Padahal di antara keduanya sama-sama merasakan gejolak hasrat apabila berdekatan. Tapi nyatanya selama ini mereka menahan hasrat itu. Sungguh miris.


"Maafkan aku, karena selama ini aku selalu...," jawab Jasmine yang belum terselesaikan.


"Sssttttt, jangan diteruskan!" seru Atha langsung memberi kode dengan gelengan kepala dan jari telunjuknya diangkat ke mulutnya, agar Jasmine berhenti melanjutkan kalimat yang akan diucapkannya.


Jasmine pun menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Usia Sakha sudah setahun, apa kau tidak menginginkan satu anak lagi?" tanya Atha yang mencoba mencairkan suasana.


Perlahan Jasmine mendongak menatap Atha dengan salah tingkah.


"Satu anak lagi, bagaimana?" tanya Atha kembali sambil memainkan matanya dan tersenyum manis.


Jasmine yang melihat itu sontak menutup mulutnya menahan tawanya.


Atha beralih posisi di sebelah Jasmine dengan pelan agar tidak terjadi pergerakan di ranjang yang akan membuat Sakha bangun.


"Bagaimana jika kita melakukannya malam ini, hem?" Atha mendekap Jasmine ke dalam pelukannya tidak ada keraguan sama sekali.


Jasmine pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah," sahut Jasmine dengan penuh semangat.


__ADS_2