
Siapa yang tidak hancur hatinya bila seseorang yang kita sayangi dan cintai nyatanya sudah mendapatkan kebahagiaan bersama orang lain. Harapan untuk hidup bersamanya musnah, hilang begitu saja. Sungguh sakit yang teramat dalam dirasakan.
Felix Anderson merupakan pengusaha sukses yang kaya dan memiliki wajah tampan. Usianya sama seperti Atha. Felix nyatanya adalah kakak tiri dari Jasmine. Selama ini Felix mencari Jasmine kemana-mana, tapi hasilnya nihil.
Tapi kenyataannya sekarang dia malah mendapatkan Jasmine dalam keadaan wanita itu sudah menikah, dan yang paling mirisnya adalah Jasmine menikah dengan sahabatnya sendiri, yakni Atha.
"Arghhhhh, jauh-jauh aku mencarinya sampai ke Eropa, tapi nyatanya sia-sia, betapa bodohnya aku, hahaha!" Felix tertawa sendiri sambil menyesap minuman beralkohol. Pikirannya kacau hingga memecahkan gelas di lantai.
"Bisa-bisanya gadis kecilku menikah tanpa seizinku, apalagi dengan sahabatku sendiri, hahahaaaa. Dasar gadis nakal kamu, Jasmine, hahahaaa!" Felix tertawa tanpa henti seperti orang gila.
Beberapa pelayan restoran melihat sikap Felix dengan aneh, ada juga yang menatapnya dengan lirih. Tapi semua pelayan di sana membiarkan Felix dengan segala tingkahnya itu.
Di lain sisi, sejak diperjalanan menuju rumah, Atha dan Byan serta Jasmine hanya diam, tidak ada yang bersuara di dalam mobil. Mereka tampak tenang tapi pikirannya entah kemana. Apalagi Jasmine yang saat ini terlihat sekali gelisah. Atha sesekali melirik Jasmine dari kaca spion sedang menangkap istrinya itu meremas kedua tangannya berkali-kali.
"Kenapa Jasmine tidak pernah memberitahuku sebelumnya tentang dirinya dan keluarganya? Kenapa selama ini dia menutupi rapat-rapat tentang kehidupannya? Aku pernah bertanya, tapi dia tidak pernah menyinggung soal Felix. Apa yang sebenarnya terjadi?" Batin Atha penasaran, sambil fokus dirinya menyetir. Ingin sekali bertanya pada Jasmine, tapi sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat.
Atha juga tidak ingin mempertanyakan bagaimana kehidupan Jasmine selama Jasmine tidak memberitahukan sendiri padanya. Karena Atha tidak mempermasalahkan masa lalu Jasmine selama Jasmine tidak berulah dan bisa dituntun kejalan yang benar serta menjadi wanita yang lebih baik dari sebelumnya.
Sedangkan Byan, lelaki itu juga diam saja sejak dirinya berada di mobil. Dia memejamkan matanya pura-pura tidur, menyamakan Sakha yang tertidur dipangkuannya.
Sebenarnya juga Byan tidak nyaman dengan keberadaannya di antara Jasmine dan Atha. Apalagi hatinya sekarang sedang kesal karena sebuah kebenaran yang selama ini tidak diketahui olehnya terbongkar dengan kedatangan Felix. Tapi sejauh ini Byan belum sepenuhnya mengetahui tentang Jasmine.
Tapi bagaimana nanti selanjutnya? Apakah dia harus meminta penjelasan dari Jasmine mengenai dirinya dan Felix? Tapi bukankah hubungan di antara Byan dan Jasmine sudah lama usai?
Byan kembali mengingat tentang pertemuan dia dulu bersama Jasmine. Bagaimana dia dulu mendapati Jasmine yang ketakutan dan memohon untuk tinggal di apartemen milik Byan. Ternyata itu hanya kebohongan semata. Byan kesal karena merasa dirinya dibodohi oleh wanita seperti Jasmine. Padahal Byan bisa saja melakukan lebih dari yang Jasmine sudah lakukan padanya.
__ADS_1
"Kebohongan apalagi yang kamu tutupi Jasmine? Selama ini aku percaya tentang semua ucapanmu, walaupun sedari awal pertemuan kita, aku sudah curiga dengan pengakuanmu dulu," batin Byan sangat kesal dan tidak terima atas kebohongan Jasmine selama ini padanya.
"Bukan hanya aku yang jadi korban, tapi mas Atha juga telah kau bohongi. Dasar wanita menyebalkan!" umpat Byan dalam hati sambil mengepalkan tangannya dengan matanya yang masih terpejam.
Tak berapa lama, mobil pun telah sampai di kediaman Atha. Mereka turun dari mobil. Byan duluan masuk ke dalam rumah karena dia ingin segera membawa Sakha ke sofa, lalu disusul dengan Jasmine yang membawa Ziva. Mereka berdua masih menunggu di ruang tamu. Mereka saling diam dan sesekali melirik.
Setelah itu datanglah Atha memasuki rumah. Dia memandang Jasmine dengan wajah datar, lalu beralih menatap Byan.
"Abi, kau tidurlah di sini bersama Sakha!" ucap Atha pada Byan.
"Tidak, Mas. Aku pulang saja. Aku pinjam mobil, ya. Besok pagi aku jemput kamu di sini, Mas!" kata Byan menolak tawaran Atha tidur di rumahnya.
"Baiklah, tapi jangan telat. Besok aku ada meeting," Atha menyerahkan kunci mobil kepada Byan.
"Ok, aku langsung pulang. Mas saja yang bawa Sakha ke atas. Badan Sakha berat sekali, sampai-sampai pinggangku sakit," Byan pun langsung melangkah pergi dengan pelan, terlihat sekali bahwa Byan sangat lelah.
"Mas," sapa Jasmine yang merasa dirinya sejak tadi diabaikan oleh suaminya dan juga Byan.
Langkah Atha terhenti sejenak.
"Jika kau lelah, biar aku saja yang membawa Ziva ke kamar!" ucap Atha tanpa menatap istrinya, lalu kembali Atha melanjutkan langkahnya.
Sungguh hati Jasmine merasa sedih karena sejak kejadian di restoran tadi, semua mengabaikannya. Matanya berkaca-kaca. Ingin sekali dia menangis tapi dia tahan.
Sudah 15 menit Jasmine berada di kamarnya saat dia membawa Ziva di ranjang, tapi sampai saat ini Atha masih belum memasuki kamarnya. Jasmine jadi heran. Dia pun langsung beranjak pergi ke kamar Sakha. Dan benar saja, Atha yang masih memakai pakaian kemeja kerjanya sudah terbaring di samping Sakha.
__ADS_1
Jasmine pun mendekati Atha, lalu mencoba membangunkan suaminya itu.
"Mas, Mas Atha!" Lengan Atha digoyang-goyangkan pelan oleh Jasmine.
"Aku lelah sekali, biarkan aku malam ini tidur bersama Sakha," ujar Atha pelan dengan matanya terpejam.
Deg
Kini Jasmine begitu sangat sedih hingga air matanya terjatuh di pipi.
"Bahkan Mas Atha tidak ingin tidur denganku gara-gara kebohonganku," batin Jasmine lirih. Kemudian dia pergi ke kamarnya menemani Ziva tidur.
Keesokan harinya, seperti biasa Jasmine melayani suaminya dengan mempersiapkan segala kebutuhan Atha, mulai dari menyiapkan pakaian kerja dan sarapan serta menunggu kepulangan Atha dari kantor.
Jasmine berusaha untuk berbicara jujur pada Atha. Tapi suaminya itu menolak untuk mendengarkan hingga kedatangan Felix memberikan kejelasan. Bukan berarti Atha tidak percaya pada Jasmine. Tapi Atha tidak ingin mendengarkan penjelasan Jasmine jika hati istrinya itu masih ragu dan ketakutan untuk mengatakan.
Malam harinya pukul 19.00, saat Atha bersama keluarga selesai makan malam, terdengar suara ketukan pintu di depan rumah. Dengan cepat bi Narti membuka pintu itu, kemudian menghampiri Atha yang masih duduk di ruang makan sedang memakan buah apel.
"Tuan Atha, ada tuan Felix berkunjung. Dia menunggu di ruang tamu," ucap bi Narti.
"Iya, saya akan ke sana!" sahut Atha.
Jasmine terpaku saat mendengar Felix berada di rumahnya saat ini. Jantungnya mulai berdebar ketakutan. Dia jadi gelisah dan salah tingkah. Atha pun mengetahui itu.
"Masuklah ke kamar, aku akan menemui Felix. Setelah urusanku dan Felix selesai, aku akan memanggilmu. Aku akan memberikan waktu untuk kalian berdua bicara nanti," ujar Atha pada Jasmine, kemudian Atha segera menemui Felix di ruang tamu.
__ADS_1
Kini Jasmine tidak bisa mengelak atau menghindar. Kunjungan Felix ke rumahnya membuat Jasmine was-was. Jamine berharap Felix tidak berkata yang aneh-aneh pada suaminya.