
Kita sebagai umat manusia haruslah berbuat dan menyebarkan kebaikan. Berbuat baik kepada seseorang itu hukumnya wajib. Karena ketika kita berbuat baik kepada seseorang maka kebaikan itu akan berbalik kepada diri kita sendiri.
Setiap kebaikan, meskipun kecil bentuknya, akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Begitu pula dengan keburukan, seremeh apa pun bentuknya juga akan mendapat ganjaran.
Kebaikan adalah perilaku yang membawa dampak positif bagi orang lain, entah mereka yang ada di sekeliling kita atau masyarakat luas.
"Maukah kau melantunkan ayat suci Alqur'an untukku?" pinta Jasmine sambil menahan langkah Atha.
Deg
Atha kaget dengan permintaan Jasmine padanya.
Atha berbalik melirik Jasmine sekilas lalu berganti menatap bi Narti yang sedikit bengong.
Atha masih berdiam dan masih memikirkan jawaban apa yang akan dia beri pada Jasmine.
"Aku lelah. Aku ingin tidur. Jadi bisakah kau temani aku di sini sambil melantunkan ayat suci Al-Qur'an agar hatiku tenang hingga aku tertidur?" tanya Jasmine dengan pintanya. Berharap Atha menerima permintaannya.
Atha menjadi gugup, jantungnya tiba-tiba berdegup cukup kencang. Dia pun bingung, sebenarnya dia tidak pernah melakukan apa yang dipinta oleh Jasmine sebelumnya.
Atha sangat terkenal dengan kebaikannya dan jiwa penolongnya, maka Atha menyetujui permintaan Jasmine selama permintaan itu berguna dan membawa dampak positif bagi Jasmine.
"Baiklah, aku akan membacakan surah Maryam untukmu," ujar Atha menerima permintaan Jasmine.
Jasmine tersenyum senang kala mendengarnya.
__ADS_1
Bergegas Atha mengambil tempat untuk duduk di kursi di samping kanan Jasmine, lalu dia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi yang berisi bacaan ayat-ayat Al-Qur'an.
Sebelumnya, Atha menarik nafasnya pelan untuk menetralkan kegugupannya. Ini pertama kalinya Atha membacakan ayat suci Al-Qur'an di depan orang lain, apalagi seorang wanita yang akhir-akhir ini membuat pikiran dan hatinya tidak karuan.
"A'uudzubillahiminassyaithoonirrajiim, Bismillaahirrahmaanirrahiim," Atha membaca dengan didahului bacaan ta'awudz dan basmalah.
Kemudian Atha melanjutkan membaca surah Maryam dari ayat pertama penuh penghayatan.
Lalu, sambil mendengarkan lantunan Ayat suci Al-Qur'an dibacakan, Jasmine mulai merasakan ketenangan di hatinya begitu juga pikirannya.
"Masya Allah, merdu sekali suaranya, begitu menenangkan hati," batin Jasmine yang mendengarkan dan memperhatikan bacaannya dengan khusyuk.
Jasmine terharu hingga matanya berkaca-kaca, rasanya dia ingin menangis.
Atha sangat fokus dengan ayat-ayat suci yang dia bacakan. Semakin lama dilantunkan, semakin merdu pula suaranya bagai alunan lagu yang mengalun indah.
Namun Jasmine bagai anak kecil, yang apabila diperdengarkan bacaan Al-Qur'an atau sholawat, maka lama kelamaan akan mengantuk. Matanya mulai mengerjab-ngerjab.
"Aku menyukainya, sangat menyukainya...," batin Jasmine yang perlahan memejamkan matanya tertidur.
Apa yang dimaksud oleh Jasmine dengan kata 'menyukainya'? Apakah Jasmine menyukai suara lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh Atha, atau Jasmine malah menyukai orangnya, yakni Atha? Entahlah.
Bi Narti yang sejak tadi melihat Jasmine sembari mendengarkan Atha mengaji, kemudian membenarkan selimut yang menutupi tubuh Jasmine. Wanita paru baya itu senang akhirnya Jasmine bisa lebih tenang dengan tidurnya saat mendengarkan tuannya, Atha melantunkan ayat suci Al-Qur'an untuk Jasmine yang hatinya sedang buruk.
Atha mengistirahatkan sebentar nafasnya lalu melirik sekilas saat bi Narti yang menyelimuti Jasmine, bertanda wanita itu sudah tertidur.
__ADS_1
"Shadaqallahul'adzim," Atha menyudahi bacaan Al-Qur'an yang dia lantunkan setelah Jasmine dinyatakan sudah benar-benar tertidur.
Atha merasa lega karena Jasmine telah tertidur pulas. Setidaknya dia membantu Jasmine meringankan beban pikiran yang mungkin wanita itu rasakan selama ini. Walaupun Atha tidak mengetahui apa yang sedang melanda kesedihan Jasmine yang sesungguhnya.
"Bi, jaga Jasmine. Aku mau pulang ke rumah dulu. Kalau ada apa-apa, hubungi saja aku!" ucap Atha sambil memasukan ponselnya ke saku celananya.
Bi Narti tahu jika majikannya itu lelah sejak dini hari tidak tidur karena menjaga Jasmine sampai sekarang. Tapi di satu sisi, bi Narti bahagia karena majikannya itu begitu peduli pada Jasmine.
"Kenapa Tuan mau menolong Non Jasmine sampai saat ini? Bukankah Tuan belum tahu jelas asal usul Non Jasmine, Tuan?" tanya bi Narti dengan rasa penasarannya.
Atha menghela nafasnya perlahan, lalu menatap Jasmine yang terlelap di ranjang.
"Wanita ini pantas ditolong. Karena menolong sesama adalah tindakan sederhana yang membantu kita untuk tidak mengingkari nikmat dari Allah serta menjadi cerminan kebaikan yang datang dari Allah," tutur Atha dengan bijak.
Bi Narti tersenyum mendengar penuturan Atha.
"Semoga Tuan mendapatkan istri yang seakhlak dan sebaik dirimu, Tuan!" ujar bi Narti mndo'akan.
Atha tersenyum kecil, merasa senang dido'akan oleh wanita paru baya seperti bi Narti yang sudah bertahun-tahun bekerja untuknya.
"Aamiin, terima kasih atas do'anya, Bi. Aku pulang sekarang, ya. Jaga Jasmine dengan baik. Hubungi aku jika butuh bantuan. Assalamu'alaikum," ujar Atha yang kemudian beranjak berdiri dari kursi.
"Wa'alaikumussalam, hati-hati Tuan."
Atha melangkah pergi dari ruang rawat inap Jasmine. Rasa kantuknya yang sejak dini hari tadi dia tahan seakan hilang saat dia melantunkan ayat suci Al-qur'an atas permintaan Jasmine. Atha juga merasa senang karena dia bisa membantu orang lain.
__ADS_1