Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Nyaris Terpeleset


__ADS_3

"Arghhhhh...!" Jasmine berteriak kembali untuk kedua kalinya.


Tak lama kemudian, Jasmine berbalik dan berjalan cukup cepat ke arah kamarnya meninggalkan Atha dan bi Narti yang mematung di ruang tamu.


Setelah itu, Jasmine menutup dan mengunci pintu kamarnya kemudian dia naik ke ranjang dan duduk melipat kedua kakinya sembari masih menutupi wajahnya.


"Aghhhh, bodoh, bodoh, bodoh. Jelas-jelas dia itu Atha, kenapa bisa-bisanya gue main peluk saja," umpat Jasmine dengan dirinya sendiri.


"Lagian kenapa gue ngebayangin si Atha itu adalah Byan? Padahal mereka dua orang yang berbeda walau sedikit ada kemiripan," Jasmine membayangkan Byan dan Atha sambil mendongak ke atas.


"Aghhh, tetap aja gue yang salah. Sekarang mau ditaruh dimana muka gue? Gue malu sama Atha, hiks...hiks...," ungkap Jasmine penuh sesal dan dia menangis.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Jasmine.


"Non, mandi dulu. Ini sudah mau magrib loh!" ucap bi Narti mengingatkan.


Bergegas Jasmine mengusap air matanya.


"Iya, kali ini biar aku mandi sendiri," sahut Jasmine dengan suara nyaring.


Biasanya apabila Jasmine ingin mandi, pasti bi Narti yang mempersiapkan kebutuhannya dan bi Narti akan menunggu Jasmine di luar kamar mandi ketika wanita itu sedang mandi dan selesai mandi.

__ADS_1


Jasmine diperlakukan bak ratu di sana oleh Atha. Bukan apa-apa, hanya Atha takut bila kaki Jasmine mendadak sakit dan terjatuh apalagi dalam keadaan Jasmine sedang hamil. Jadi Atha harus memberikan keamanan ekstra buat Jasmine melalu bi Narti agar tak terjadi hal yang buruk nantinya.


Tapi saat ini Jasmine menolak, dia ingin mandi sendiri tanpa didampingi orang lain, karena dia mengingat betapa malunya dia dengan kejadian beberap menit yang lalu yang memeluk Atha dengan gampangnya. Padahal itu hal yang tidak disadari dan tidak disengaja oleh Jasmine.


Sedangkan di sisi lain, di dalam kamarnya, Atha masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Baru pertama kali ini dia dipeluk oleh seorang wanita yang bukan mahromnya, wanita asing yang bukan siapa-siapa baginya. Wanita yang memaksanya untuk tetap tinggal di rumahnya walau itu berat bagi Atha. Tapi saat ini Atha tak berhenti mengingat bagaimana jantungnya berdegup cukup kencang kala dipeluk oleh Jasmine.


Atha berusaha menepis pikiran buruknya yang sedari tadi melayang-layang seolah ia berimajinasi dengan hal-hal yang buruk. Atha tak ingin masuk dalam jurang imajinasi kotor yang membuat dirinya berdosa karena hanya hal yang tidak disengaja oleh Jasmine itu.


"Astagfirullahal'adzim, astagfirullahal'adzim, astagfirullahal'adzim," tak henti-hentinya Atha beristigfar memohon ampun pada Sang Yang Maha Kuasa.


Sejenak Atha merasa sesak, dadanya terasa begitu lambat bernafas hingga dia membuka dasi kerjanya, kemudian dia mengambil handuk, lalu berjalan masuk ke kamar mandi. Disadari oleh Atha bahwa dia tidak ingin berlama-lama mencium aroma bau parfum Jasmine yang melekat di bajunya, karena itu akan mengundang pikiran-pikiran nakal yang buruk.


"Sekarang lebih baik aku mandi lalu sholat magrib, agar hatiku tenang," gumam Atha dengan dirinya sendiri.


"Bi, aku ke kantor sekarang!" ujar Atha.


"Oh ya, Tuan hati-hati," sahut bi Narti.


Atha hanya menganggukan kepalanya.


Setelah itu, Atha bangkit berdiri lalu berjalan terburu-buru hendak ke halaman depan menuju mobilnya. Baru saja dia melewati pintu, tiba-tiba saja ada yang menghentikan langkahnya.


Brakkk

__ADS_1


"Arghhhh," teriak Jasmine.


Ternyata Jasmine baru saja berjalan-jalan pagi di sekitar taman di rumah Atha. Saat merasa lelah dia kembali ke dalam rumah dan nyatanya malah tertabrak oleh Atha.


Tanpa sengaja dua anak manusia itu beradu bahu saat berpapasan hingga Jasmine nyaris terpeleset.


Dengan cepat Atha langsung menarik tangan Jasmine kehadapannya. Tanpa sengaja, tanpa dia duga, tanpa dibuat-buat dan tanpa aba-aba. Seketika dua pasang mata terpaku satu sama lain, tanpa berkedip, lalu terdiam membisu.


Suasana menjadi hening seketika.


Derttt derttt derttt


Tiba-tiba dering ponsel membuyarkan pandangan mata mereka berdua.


"Astagfirullahal'adzim," gumam Atha yang dengan cepat melepaskan tangan Jasmine.


Kemudian Atha mengalihkan pandangan matanya ke arah saku celananya untuk mengambil ponselnya hendak menjawab panggilan telepon tersebut.


Lalu dengan cepat Jasmine meminta maaf pada Atha.


"Ma-maaf, aku tidak sengaja!" ujar Jasmine gugup dengan tertunduk takut dan malu, kemudian Jasmine berlalu meninggalkan Atha begitu saja.


Atha terpaku sejenak lalu melirik Jasmine yang berjalan masuk ke rumahnya hingga punggung wanita itu tidak tampak dari penglihatannya. Atha pun mulai merutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ya Allah, ada apa denganku? Kenapa aku jadi sering berbuat dosa akhir-akhir ini? Maafkan aku Ya Allah," gumam Atha dengan sesalnya.


__ADS_2