Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Detik-detik Terungkap


__ADS_3

Kebohongan itu ibarat bangkai yang lambat laun akan tercium busuknya. Sesuatu yang kita tutupi suatu saat akan terungkap. Sama halnya dengan sepandai pandai apapun menyimpan kebohongan, pasti akan terbongkar juga. Cepat atau lambat pasti akan terbongkar, hanya menunggu waktu saja. Entah kebohongan itu terungkap lewat dirinya sendiri atau orang lain.


Dan saat ini, beginilah apa yang dialami oleh Jasmine. Wanita berparas cantik itu, tidak menutup kemungkinan bahwa dirinya sudah banyak membuat kesalahan pada orang lain termasuk membohongi suaminya sendiri. Ada rahasia yang dia tutupi selama ini.


Dan kali ini, Jasmine tidak bisa menyembunyikan rahasia besarnya kepada semua orang termasuk keluarganya, bahkan Atha sekalipun yang tidak tahu status terdahulu tentang dirinya.


Status yang Jasmine merupakan adik tirinya Felix saja, Atha sudah sangat kecewa atas rahasia yang Jasmine tutupi. Apalagi tentang statusnya saat ini yang merupakan mantan istri dari saudara sepupunya sendiri, yakni Abyan. Sekaligus ayah kandung dari Sakha. Lalu bagaimana nanti reaksi Atha bila dia mengetahui semuanya? Akankah dia kali ini begitu marah besar pada Jasmine dan juga Abyan yang sama-sama saling menutupi status mereka masing-masing?


"Sekaranglah waktunya. Kita tidak bisa merahasiakan ini terlalu lama, Jasmine!" gumam Atha setengah berbisik kepada Jasmine.


Jasmine masih diam tak menjawab perkataan Atha. Dia hanya meremas kedua tangannya dengan hati yang was-was bercampur ketakutan.


"Mas? Aku ingin tahu kenapa darah kalian tidak cocok sebagai pendonor untuk Sakha?" tanya Byan pada Atha sekali lagi. Dia semakin penasaran.


Atha melihat Jasmine dengan rasa iba. Dia tahu kalau istrinya itu sekarang ketakutan. Atha pun menggenggam tangan Jasmine untuk menenangkannya. Dan mau tidak mau Atha harus mengungkapkan sebuah kebenaran tentang dirinya dan Sakha.


Sudah terlalu lama Atha menutupi rahasia besar pada keluarganya. Atha juga tidak ingin membuat semuanya marah terutama pada Darwish, pamannya. Pernikahan Atha bersama Jasmine yang tersembunyi saja membuat Darwish marah, apalagi kebenaran saat ini.


"Sebenarnya aku bukan papa kandungnya Sakha," ungkap Atha dengan sekali tarikan nafas, mencoba setenang mungkin menjawab pertanyaan Byan beberapa menit lalu.


Deg


Jasmine meremas kedua tangannya setelah dia melepaskan genggaman tangan Atha darinya. Tubuhnya gemetar lemas, hatinya tak karuan dan jantungnya mulai berdetak cukup kuat. Sakit, sungguh sakit sekali jika mendengar Atha telah mengungkap kebenaran yang selama ini mereka jaga rahasianya. Bagaimana jika status Sakha terbongkar, apalagi mengingat Byan yang mungkin saja akan terus bertanya dan bertanya lagi.


Sedangkan Byan terkejut akan hal itu. Tidak menyangka bahwa Sakha tidak ada hubungan darah dengan Atha, sepupunya. Lalu kemiripan antara dirinya dan Sakha dari mana, jika Atha bukan orang tuanya? Apakah ini semua kebetulan? Tidak mungkin, pikir Byan.


"Jadi kalian selama ini berbohong soal hubunganmu dengan Sakha. Lalu siapa ayah kandung Sakha? Dimana dia?" tanya Byan antusias, seakan memaksa.


Atha diam, dia tidak bisa menjawab. Karena jawaban dari pertanyaan Byan hanya Jasmine lah yang tahu.


"Siapa ayah kandung Sakha, Mas?" tanya Byan kembali yang nampak tidak sabar.


Atha kali ini melirik ke arah Jasmine. Seolah meminta jawaban dari isterinya itu.


Byan pun menoleh ke arah dimana mata Atha menatap seseorang, yaitu Jasmine.


"Kenapa kalian diam? Siapa ayah kandung Sakha?" tanya Byan yang kesekian kalinya menatap Atha dan Jasmine bergantian.


Degup jantung Jasmine cukup kuat, dia takut, takut sekali kalau rahasianya selama ini terbongkar. Tapi Jasmine sebisa mungkin dia mencoba untuk tetap tenang menghadapi situasi saat ini.


"Sakha anakku!" tegas Jasmine terdengar jelas dan tenang.

__ADS_1


"Permisi, aku mau lihat Sakha," lanjut Jasmine yang langsung berjalan ke ruang perawatan Sakha.


Byan heran, bukan itu yang seharusnya Jasmine jawab. Dia semakin yakin, ada sesuatu yang Jasmine rahasiakan tentunya. Hatinya menjadi tidak tenang.


"Tunggu!" cegat Byan pada Jasmine yang hendak membuka gagang pintu.


Byan mendekati Jasmine.


"Kau belum menjawab pertanyaanku," ucap Byan.


"Tidak ada urusannya denganmu," cuek Jasmine dan langsung membuka pintu itu.


Namun Byan langsung menarik tangan Jasmine yang hendak masuk kamar perawatan Sakha.


"Kau harus menjawabnya!" kali ini ucapan Byan terdengar memaksa.


"Bukan urusanmu," tekan Jasmine dengan nada sedikit bergetar.


"Tapi aku harus tahu!" tekan Byan pula.


"Sudah aku katakan, Sakha ANAKKU, dia ANAKKU!" tekan Jasmine tetap dengan pendiriannya sambil menatap tajam Byan.


Dari ucapan Jasmine barusan, Byan sudah sangat yakin bahwa ada ketakutan yang dilihatnya pada wanita di depannya itu. Wanita yang pernah menjadi istri sirinya dulu. Jadi apalagi alasannya selain menutupi kebenaran darinya. Bahwa besar kemungkinan Sakha adalah anaknya.


Atha sangat heran dengan tontonan yang ada di depannya. Apalagi Byan begitu berani menyentuh tangan istrinya, Jasmine.


"Apa yang kalian ributkan? Sudahlah, sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas masalah ini," ujar Atha menengahi perdebatan antara istrinya dan saudaranya itu.


"Atha benar, Byan. Biarkan Jasmine melihat Sakha," Darwish angkat bicara kali ini.


Darwish pun curiga dengan sikap Byan yang diperlihatkannya terhadap Jasmine. Seperti hubungan mereka begitu akrab.


Tapi emosi Byan begitu sudah membara. Dia tidak bisa diam saja saat hati dan pikirannya tidak tenang. Seakan dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang kesekian kalinya seperti saat dia meninggalkan Jasmine dulu. Entah mengapa dia ingin sekali tahu tentang status Sakha yang sudah sangat dia sayangi seperti anaknya sendiri.


"Tidak bisa, kau harus katakan. Siapa ayah kandung Sakha?" lagi-lagi Byan menarik tangan Jasmine dengan kesal.


"Lepaskan, kau menyakitiku!" Jasmine mengadu kesakitan.


"Katakan siapa ayah kandung Sakha?" tekan Byan tak peduli dengan rintihan Jasmine.


"Sudah aku katakan, Sakha anakku!" bantah Jasmine tak mau mengaku, sekuat tenaga dia menepis tangan Byan darinya.

__ADS_1


"Pembohong! Memangnya berapa kali kau menikah? Tiga kali atau empat kali, hah? Sehingga kau melahirkan Sakha? Suamimu yang ke berapa yang telah membuat dirimu hamil Sakha, hah?" desak Byan hingga tak hentinya memojokkan Jasmine.


"Tutup mulutmu, Abyan! Kamu tidak berhak bertanya tentang Sakha, mengerti?" ucap Jasmine yang sudah tak bisa menahan diri untuk marah pada Byan.


Atha dan Wandi saling melerai kedua orang yang sedang berdebat itu. Wandi menarik tangan Byan untuk menyudahi debatnya pada Jasmine. Sedangkan Atha memegang pundak Jasmine lalu menuntun isterinya itu ke dalam melihat Sakha.


Tapi tidak sampai di situ, Byan tetap kekeuh mempertanyakan kebenaran status Sakha.


"Sakha anakku, bukan?" tanya Byan penuh percaya diri.


Duarrr


Seketika langkah kaki Jasmine dan Atha berhenti. Dan semua orang yang berada di sana sangat terkejut mendengarnya.


Jane mendekati Byan dengan wajah paniknya.


"Sayang, apa maksudmu Sakha anakmu? Jangan membuat lelucon konyol sayang," Jane angkat bicara. Dia juga sempat kaget. Tapi dia pikir Byan hanya membual.


Byan tak mempedulikan pertanyaan Jane. Byan malah bertanya kembali pada Jasmine dengan tatapan yang tajam dan muka memerah menahan marah.


"Sakha anakku, kan? Sudah jelas terbukti kemiripannya denganku. Ditambah lagi kau tidak mengatakan sebenarnya siapa ayah kandung Sakha. Aku sudah kenal sifatmu sejak dulu. Kau hanya bisa mengatakan kebohongan dan mengarang cerita sejak dulu, Jasmine!" ujar Byan tanpa peduli janjinya dengan Jasmine tentang rahasia besar mereka yang pernah menikah siri.


Jasmine melirik pada Atha, dia tidak bisa berkilah lagi bahwa apa yang disampaikan oleh Byan adalah benar adanya.


Sedangkan Atha sontak melepaskan tangannya dari pundak Jasmine dengan lemas.


"Apa maksud ucapan Abi itu, Jasmine?" tanya Atha bersuara pelan. Dia serasa mendapatkan suatu kenyataan yang pahit. Tapi dia berharap semua itu tidak benar.


Jasmine tidak menjawab, hanya diam lalu menundukkan pandangannya ke bawah.


Wandi sebagai sahabat menjadi gelisah. Dia yakin semuanya akan terbongkar termasuk dirinya akan terbawa-bawa dalam masalah ini.


"Aduh, Byan bodoh. Bisa kacau ini masalahnya. Kalau ngomong nggak dipikir dulu sih," batin Wandi mengumpat.


Byan masih menatap Jasmine yang hanya diam saja itu.


"Jawab Jasmine!" seru Byan sudah tak sabaran lagi.


Jasmine lagi-lagi bungkam.


"Sudah jelas dari kebungkaman kamu itu, bahwa Sakha memang benar kalau dia adalah....," ujar Byan yang belum terselesaikan.

__ADS_1


"Mamaaaa," sapa Sakha yang rupanya telah terbangun, membuat ucapan Byan terpotong.


Semua mata tertuju ke arah Sakha, begitu juga dengan Darwish yang sedari tadi bersikap tenang, berharap apa yang diributkan saat ini segera selesai.


__ADS_2