
Menjelang magrib, Jasmine mulai melangkah menuju kamar Atha. Dan tak lupa Jasmine menggendong Sakha dalam pelukannya. Jasmine berjalan dengan sangat pelan dan gugup, jantungnya berdegup cukup keras, karena jujur saja wanita itu masih gugup dan malu untuk memasuki kamar Atha apalagi saat ini dirinya yang sudah memakai pakaian panjang dan berjilbab sesuai permintaan Atha.
"Aduh bagaimana ini, aku belum siap untuk bertemu Atha sekarang. Aku sangat gugup dan malu. Apa nanti saja aku masuknya, ya?" gumam ragu Jasmine dengan bergetar saat dia berada tepat di depan pintu kamar Atha.
Jasmine pun mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu, dan beralih membalikan badan hendak melangkah meninggalkan kamar Atha, namun tiba-tiba saja Sakha menangis dengan suara yang cukup nyaring.
"Oekkk, oekkk, oekkk," tangisan Sakha.
"Aduh, kenapa kamu nangis Sakha. Cup cup cup, berhenti menangisnya ya sayang," bisik Jasmine bersuara sangat pelan.
Tangisan Sakha pun terdengar menggema di sekeliling rumah itu, begitupun dengan Atha yang berada di dalam kamarnya.
"Jasmine, ada apa dengan Sakha?" tanya Atha yang dia bergegas membuka pintu kamarnya saat mendengar tangisan Sakha.
"Aduh, dia keluar deh!" batin Jasmine sedikit bingung.
Atha menjadi heran dengan kediaman Jasmine yang tak menjawab pertanyaannya.
"Jasmine!" seru Atha menyadarkan kediaman Jasmine.
__ADS_1
"Eh, iya ... emm ... mungkin Sakha sedang lapar. Aku akan memberikan dia ASI dulu," sahut Jasmine tanpa menoleh ke arah Atha.
"Permisi," Jasmine hendak melangkah turun dari tangga.
"Hei, Jasmine masuklah ke kamarku. Kau tidak perlu ke bawah lagi. Kamarmu sekarang di sini, di kamarku!" cegat Atha yang menyuruh Jasmine untuk memasuki kamarnya.
Jasmine pun ragu-ragu berbalik ke hadapan Atha. Dia pun hanya menundukkan kepalanya.
"Hei, ayo masuklah. Jangan sungkan. Kau tetap beri Sakha ASI, aku tidak akan melihatnya!" ujar Atha agar Jasmine merasa tidak risih saat ke kamarnya.
Atha tahu jika Jasmine mungkin tidak enak dengan kehadirannya jika memberi ASI saat berada di dekatnya. Walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri, tapi tetap saja belum ada kedekatan intim dari keduanya.
Jasmine pun berbalik dengan cepat ke arah Atha
"Ah, bukan seperti itu, aku hanya...," ujar Jasmine yang belum terselesaikan.
"Sudah, ayo silahkan masuk. Aku akan mengambil wudhu dulu. Kita akan sholat magrib berjama'ah," ucap Atha sambil memberi perintah.
"Baiklah," sahut Jasmine.
__ADS_1
Atha pun melangkah ke arah kamar mandi, sedangkan Jasmine, dia melangkah dengan pelan memasuki kamar Atha lalu duduk di sisi ranjang menghadap dinding dan mulai memberi ASI pada Sakha.
Tak lama kemudian, Atha yang telah selesai dari mengambil wudhu pun menghampiri Jasmine yang saat dilihatnya Sakha sudah tenang dan bahkan sudah tidur digendongan Jasmine setelah diberikan ASI sebentar.
"Ambillah wudhu, biar aku yang menjaga Sakha," ucap Atha yang telah duduk di sisi ranjang berseberangan dengan Jasmine.
"Ya, baiklah," Jasmine pun meletakkan Sakha di ranjang.
Sekilas Atha menyadari saat melihat Jasmine yang penampilannya sekarang berbeda dengan pakaian panjang dan berjilbab. Atha pun mengulas senyumannya.
"Kau terlihat seperti wanita sholehah dengan jilbab itu dan kau sangat pantas memakainya, sangat cantik. Percayalah, hijrahmu ini akan membawa berkah untukmu dan tetaplah sabar dalam menjalani prosesnya," ujar Atha memuji dan menjelaskan sembari memberi senyuman kecil lalu beralih menatap Sakha.
Jasmine tersipu malu saat dipuji oleh Atha. Ada desiran hebat yang menggetarkan tubuhnya kala Atha memujinya. Dengan menundukkan kepalanya, bergegas Jasmine melangkah memasuki kamar mandi.
Jasmine melihat pantulan dirinya ke arah cermin dan menatap dengan seksama.
"Apakah benar aku terlihat cantik dengan memakai pakaian panjang dan jilbab ini?" gumam Jasmine tersenyum.
Jasmine seakan tersihir oleh penampilnnya yang baru itu, sampai-sampai dia lupa dengan apa yang akan dia kerjakan saat ini.
__ADS_1
"Astagfirullahal'adzim, mikir apa aku ini. Bahkan aku hampir lupa mengambil wudhu," Jasmine pun tersadar dan bergegas mengambil wudhu.