Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Menyayangiku?


__ADS_3

"Emm begini, sebenarnya maksudku kemari ... aku berencana untuk membuat syukuran 4 bulanan kehamilanmu," ujar Atha dengan perlahan dan sopan.


Jleb


Jasmine kaget apalagi dengan bi Narti yang sangat sangat tidak menyangka sang majikannya berkata seperti itu. Sungguh diluar dugaan.


"Hah, syukuran 4 bulanan? Emm, aku...," Jasmine kebingungan.


Jasmine pun terdiam, dia bingung apa yang harus dia jawab pada Atha karena dia sendiri tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Atha.


Sedangkan bi Narti, sebenarnya dia ingin mempertanyakan tujuan majikannya mengadakan syukuran 4 bulanan untuk seorang Jasmine. Karena sebelumnya Atha tidak memberitahukan kepada bi Narti tentang niat baik tuannya itu.


"Bagaimana Jasmine, kamu setuju?" tanya Atha memecahkan keheningan serta lamunan Jasmine.


"Hah? Emm ... apa? Maksudnya bagaimana? Maaf aku belum mengerti," bingung Jasmine menatap ke arah Atha lalu berganti menatap bi Narti.


Atha dan bi Narti saling pandang. Rupanya kebingungan Jasmine membuktikan bahwa dia belum mengetahui tentang apa arti syukuran 4 bulanan tersebut.


"Kamu tidak tahu arti syukuran 4 bulanan?" tanya Atha memastikan pada Jasmine.


Jasmine menggelengkan kepalanya tidak tahu.


"Begini, kita sebagai umat islam, usia kehamilan 4 bulan adalah waktu dimana ruh ditiupkan ke dalam janin. Maka dari itu diperbolehkan menggelar syukuran untuk do'a bersama sebagai rasa syukur atas amanah besar dan berharga yang diberikan Allah kepada pasangan suami isteri serta meminta perlindungan pada Allah agar sang bayi di dalam kandungan selalu diberi keselamatan sekaligus sebagai pendidikan sebelum lahir bagi janin agar menjadi anak yang shaleh atau shalehah," ujar Atha menjelaskan dengan sepengetahuannya.


Jasmine mendengarkan dengan seksama dan dia paham sekarang.


"Nanti akan digelar dimana syukurannya?" tanya Jasmine.


"Di masjid dekat sini. Nanti bi Narti dan pelayan lainnya akan membantu kamu mengadakan do'a bersama dengan ibu-ibu pengajian di sana," ujar Atha.

__ADS_1


Jasmine merasa takut karena bila dia pergi ke masjid itu berarti dia harus ke luar dari rumah. Dan itu kemungkinan banyak warga yang akan bertanya-tanya soal kehadirannya.


"A-ku harus ikut, ya?" tanya Jasmine ragu-ragu.


"Ya tentu, masjidnya hanya 300 meter dari rumah ini. Tenang saja, nanti supir akan nganter kamu kok agar kaki kamu nggak ngilu lagi, dan juga bi Narti akan menjelaskan tentang keberadaan kamu. Semuanya sudah aku atur. Jadi jangan cemas," jelas Atha membuat Jasmine tenang.


Jasmine menjadi lega mendengarnya. Ternyata Atha pengertian juga batinnya.


"Kapan syukurannya?" tanya Jasmine kembali.


"Besok, hari kamis. Lebih cepat lebih baik, bagaimana?" ucap Atha sekaligus bertanya.


Jasmine mengalihkan pandangannya pada bi Narti seolah bertanya.


Bi Narti pun mengangguk pertanda Jasmine harus menyetujui tentang niat baik Atha Bamantara.


"Baiklah, aku setuju!" ujar Jasmine.


"Ok, kalau gitu ... nanti bi Narti tolong persiapkan semuanya, ya!" pinta Atha pada bi Narti.


"Baik Tuan," sahut bi Narti.


Atha bangkit berdiri hendak melangkah.


"Aku permisi," ujar Atha melangkah hendak ke luar dari kamar Jasmine.


Tiba-tiba Jasmine bertanya sesuatu pada Atha.


"Kenapa kau mau mengadakan syukuran kehamilanku?" tanya Jasmine yang begitu ingin tahu.

__ADS_1


Atha seketika berhenti.


"Aku hanya ingin calon anakmu dalam keadaan baik dan sehat untuk kedepannya nanti," ujar Atha berbalik lalu menatap perut Jasmine.


Begitu baiknya dan pedulinya Atha Bamantara terhadap orang lain apalagi terhadap wanita seperti Jasmine yang mengaku tidak mempunyai siapa-siapa lagi.


Jasmine berkaca-kaca, hatinya bergetar melihat sikap Atha yang begitu dermawan. Jasmine tak habis pikir jika Atha akan melakukan hal yang terpuji seperti itu padahal sebelumnya Jasmine telah berburuk sangka pada Atha.


"Terima kasih," ucap Jasmine bersuara lembut.


"Tidak usah terima kasih, karena ini memang sudah tugasku sebagai umat muslim, saling membantu," ujar Atha rendah diri, kemudian dia berbalik dan berjalan ke luar dari kamar Jasmine.


Hiks hiks hiks


Jasmine menangis tersedu-sedu setelah kepergian Atha. Hatinya menjadi cengeng saat ada orang yang begitu perhatian padanya terutama calon anaknya, padahal Atha bukanlah suaminya, lelaki itu hanyalah orang asing.


"Loh kok nangis sih, Non?" tanya bi Narti menjadi cemas. Bi Narti masih menemani Jasmine di kamarnya.


"Aku hanya tersentuh, Bi. Atha sangat perhatian pada calon bayiku, sedangkan ayah kandungnya saja tidak peduli sama sekali, hiks...hiks...hiks," kata Jasmine sekejab mengingat Byan.


Bi Narti memeluk Jasmine menenangkannya.


"Sudah, yang sabar, ikhlas dan jangan nangis lagi. Semakin banyak orang yang bantu kamu, itu tandanya Allah sayang sama kamu, Non!" ujar bi Narti.


"Benarkah, Bi?"


"Iya, Non!" ucap bi Narti sembari mengangguk.


Jasmine mulai berpikir.

__ADS_1


"Apa Atha menyayangiku juga?" batin Jasmine.


__ADS_2