
Tidak terasa hari telah terlewati cukup lama hingga berganti bulan ke bulan berikutnya. Kini kandungan Jasmine sudah berusia 4 bulan. Yang sangat menarik adalah seorang Jasmine kini berubah menjadi sosok wanita yang pendiam dan penurut. Dia tidak lagi banyak bertanya atau sok pemberani seperti wonder women.
Atha sudah memperhatikan sikap Jasmine beberapa bulan ini. Hingga Atha tidak mempermasalahkan dirinya untuk meminta Jasmine pindah ke apartemennya. Toh sekarang Jasmine wanita yang tidak pernah membuat ulah seperti dulu saat pertemuan pertama mereka.
Tok tok tok
"Non Jasmine!" panggil bi Narti dari balik pintu.
"Iya Bi sebentar," sahut Jasmine dari dalam kamar.
Ceklek
Jasmine membuka pintu kamarnya. Seperti yang sudah terjadi sebelumnya. Jasmine selalu mengunci pintu kamarnya saat Atha menyinggungnya soal perpindahan ke apartemen. Sejak saat itu lah Jasmine menjadi takut jika memang nantinya perkataan Atha benar terjadi. Padahal Atha hanya sekedar menjahili Jasmine saja waktu itu. Tapi wanita itu menganggapnya sungguhan.
Saat pintu telah terbuka, Jasmine terpaku sejenak, wanita itu tercengang seketika, bingung mau mengatakan apa. Mulutnya terasa dikunci saat itu.
"Eh, ka-lian ber-dua...," ujar Jasmine gelagapan hingga menggantungkan ucapanya.
Jasmine cukup kaget saat dia membuka pintu ternyata bukan hanya bi Narti yang berada di sana, melainkan Atha Bamantara sang pemilik rumah sesungguhnya. Tubuh Jasmine gemetaran. Tapi sebisa mungkin dia bersikap tenang.
Sebenarnya tujuan Atha mengajak bi Narti agar tidak terjadi salah paham, lagi pula ada sesuatu yang ingin Atha katakan pada Jasmine.
"Iya Non, Tuan Atha menyuruh Bibi untuk memanggil Non Jasmine," jelas bi Narti.
"Oh, emm ... i-ya Bi, aku ngerti kok!" ujar Jasmine seolah dia paham dan diselimuti sedikit rasa was-was.
Jasmine pun terdiam kembali saat itu.
"Boleh kami masuk?" tanya Atha kali ini.
__ADS_1
Jasmine tersentak kaget.
"Oh, bo-boleh ... silahkan masuk," gugup Jasmine.
Jasmine bingung dan mulai sedikit panik. Dia pun memberikan ruang untuk Atha dan bi Narti masuk ke dalam kamarnya.
"Aduh, kenapa si Atha tumben banget nyamperin aku di kamar sama bi Narti? Apa jangan-jangan dia akan bawa aku ke apartemennya dengan bi Narti? Oh, please jangan sekarang," batin Jasmine berharap.
Atha masuk perlahan dengan bi Narti yang telah mempersiapkan kursi untuk sang majikan. Sedangkan Jasmine duduk di pinggir ranjang bersampingan dengan bi Narti.
Suasana hening sejenak. Pandangan Jasmine tertunduk saat Atha sudah terduduk di sana.
Ekhem
Atha menetralkan suasana agar tak begitu tegang.
"Jasmine, aku dengar kehamilanmu sudah memasuki usia 4 bulan, apa itu benar?" tanya Atha memastikan.
"Apa ada keluhan pada kehamilanmu saat ini?" tanya Atha lagi dengan canggung.
"Tidak!" sahut Jasmine.
"Seperti morning sickness?" lanjut Atha bertanya.
"Tidak!" sahut Jasmine kembali.
"Kau menginginkan sesuatu saat ini?" tanya Atha tak hentinya.
"Tidak!!!" bentak Jasmine kali ini. Sebenarnya Jasmine pusing dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan oleh Atha, membuat Jasmine begitu heran hingga kesal.
__ADS_1
Atha cukup kaget mendengarnya karena baru kali ini ada wanita yang berani membentaknya.
Jasmine pun menyesal tanpa sadar telah membentak sang pemilik rumah.
"Maaf, bukan maksudku membentakmu. Aku hanya sedikit ... merasa gerah saja," ucap Jasmine beralasan sambil mengipas-ngipaskan tangannya pada tubuhnya, padahal di kamarnya tidak begitu panas karena ada AC di dalamnya. Jasmine jadi tidak enak hati pada Atha.
"Tidak masalah, aku yang salah kok!" ujar Atha merendah.
Bi Narti sangat heran dengan pertanyaan majikannya itu yang cukup mengintrogasi. Padahal selama ini Atha tidak pernah seperhatian itu pada wanita, tapi kenapa tuannya itu tampak perhatian pada kondisi Jasmine.
Bi Narti menarik bibirnya tersenyum kecil melihat perhatian Atha yang terbilang baik pada Jasmine.
Atha pun tersadar bahwa apa yang dilakukannya membuat orang akan salah paham, padahal sebenarnya apa yang akan dikatakan oleh Atha bertolak belakang sama sekali. Atha jadi lupa sendiri apa tujuannya saat ini pada Jasmine hingga dia berbasa-basi seperti itu.
Suasana hening kembali. Tapi kali ini Jasmine membuka suaranya karena ia tak ingin suasana menjadi canggung karena hal sepele.
Ekhem
"Sebenarnya apa yang membuatmu kemari? Tidak biasanya kamu banyak bertanya padaku? Sekarang ke intinya saja," ucap Jasmine yang tak ingin berlama-lama Atha berada di dekatnya karena itu membuat dirinya salah tingkah.
Deg
Atha mulai menegakkan tubuhnya sedikit lebih relax.
"Emm begini, sebenarnya maksudku kemari ... aku berencana untuk membuat syukuran 4 bulanan kehamilanmu," ujar Atha dengan perlahan dan sopan.
Jleb
Jasmine kaget apalagi dengan bi Narti yang sangat sangat tidak menyangka sang majikannya berkata seperti itu. Sungguh diluar dugaan.
__ADS_1
"Hah, syukuran 4 bulanan? Emm, aku ... aku...," Jasmine kebingungan.