Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Mencoba Menggoda


__ADS_3

Bagaimana mungkin status pria dan wanita yang bukan mahrom bisa satu rumah, walaupun ada pelayan rumah tangga berada di antara mereka, walaupun tidak terjadi apa-apa di antara Jasmine dan Atha, tetapi tetap saja itu adalah hal yang dilarang.


Atha pun mengerti tentang bagaimana ajaran agama yang dianutnya selama ini. Tentunya jika Atha adalah lelaki yang baik maka dia akan menolaknya. Tapi tidak bagi Jasmine. Wanita itu tidak akan diam begitu saja. Tentu Jasmine pun sama halnya dengan Atha. Jasmine juga tahu batasan dan ajaran agama yang telah dia pelajari selama ini.


Yang jadi permasalahannya adalah seorang Jasmine tidak akan tinggal diam bila sesuatu yang membuatnya terancam maka dia akan menghindari bahaya itu. Dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuatnya aman. Salah satunya yang pernah dia lakukan pada Byan. Membuat dirinya diuntungkan dan memanfaatkan situasi.


"Apakah boleh aku menginap sementara di rumahmu Pak ... eh Tuan Atha?" tanya Jasmine yang kedua kalinya pada Atha dengan suara lemah lembut dan wajah memelasnya supaya dapat meyakinkan Atha.


Atha tersenyum tipis dan menatap nanar ruangan di sana.


"Aku pria lajang, sedangkan kau ... maaf, statusmu nggak jelas. Kau sedang hamil tapi nggak punya suami. Apa tanggapan orang-orang nanti? Mereka akan menuduhku yang bukan-bukan jika kita satu rumah," kata Atha sedikit kesal lalu berjalan duduk di sofa sambil memijat keningnya dengan perasaan bingungnya.


Jasmine merasa bersalah, tapi dia tetap harus bisa meyakinkan Atha dengan ucapannya supaya mendapatkan tempat tinggal baru untuknya juga calon anaknya.


"Aku bisa menjamin kalau aku wanita baik-baik kok, sungguh!" ucap Jasmine dengan teguh.


Atha tak menanggapi perkataan Jasmine. Lelaki itu hanya memejamkan matanya sambil menahan keningnya dengan tangannya.


"Sebenarnya aku punya suami tapi kami sudah bercerai, entah kenapa aku bisa memiliki anak darinya. Aku benar-benar tidak menduga jika aku akan hamil seperti ini. Percayalah padaku, aku berkata jujur," ucap Jasmine dengan sungguh-sungguh berharap Atha mempercayainya.


Tapi Atha tetap diam tak menanggapi Jasmine. Pikiran Atha sedang rumit sekarang.


"Emm ... bagaimana jika aku menjadi pelayanmu seperti bi Narti? Aku akan bekerja sebagai pembantu tidak apa-apa, kok!" ujar Jasmine masih mempertahankan permintaannya pada Atha.


Atha sekejab mendongak ke arah Jasmine yang cukup jauh, lalu tersenyum miring.

__ADS_1


"Pelayan? Kakimu saja masih sulit berjalan, bagaimana bisa kau mondar-mandir melakukan pekerjaan rumah, ditambah kau sedang hamil," kata Atha mempertegas.


Jasmine pun menelan ludahnya merasa bodoh karena ucapannya sendiri.


"Astaga, kenapa aku bisa lupa dengan kondisiku? Dasar bodoh. Memalukan sekali kau Jasmine!" batin Jasmine dengan menundukkan pandangannya menahan malu.


Jasmine menggigit bibirnya dengan pikiran bingungnya.


"Tapi aku butuh tempat tinggal sementara. Aku janji setelah kakiku sembuh aku bakal keluar dari rumahmu. Lagi pula kau juga yang menabrakku, jadi bantu aku sekali lagi ya, please!" Jasmine meminta dengan begitu cerewetnya dan mengungkit kecelakaan yang terjadi beberapa waktu lalu.


Atha menghela nafasnya dengan sabar. Dia paling tidak suka dengan wanita yang selalu mengungkit-ungkit kejadian masa lalu.


Atha sangat dilema, niat Atha ingin bertangung jawab pada Jasmine dengan membawa pulang Jasmine kepada keluarganya sekaligus meminta maaf. Tapi nyatanya malah Jasmine seolah mengusiknya dengan sebuah ancaman yang mengungkit dengan kesalahannya.


"Baiklah, kau akan tinggal di apartemenku sementara ini," ujar Atha menyetujui, tetapi Atha menempatkan Jasmine jauh darinya.


"Tidak bisa. Aku akan menyuruh bi Narti untuk menjagamu, kau tenang saja," sahut Atha.


"Tidak, aku tidak mau. Anggap saja aku pelayan di rumahmu bila ada orang yang bertanya, itu tidak jadi masalah kok!" Jasmine tersenyum semanis mungkin menatap Atha penuh harap.


Atha begitu heran dengan sikap Jasmine. Yang diawal perkenalan mereka, Jasmine begitu ketus, tapi saat ini Jasmine berubah menjadi wanita yang selalu tersenyum.


"Tapi itu yang jadi masalah buatku!" seru Atha dengan pendiriannya.


"Ayolah, please! Di rumahmu jauh lebih aman, lagi pula bantulah aku sekali ini saja. Bukankah aku menjadi tanggung jawabmu sebelum aku sembuh? Iya kan? Kalau di rumahmu, aku akan selalu bersamamu," Jasmine kembali tersenyum manis semanis mungkin sembari mengedipkan mata genitnya kepada Atha.

__ADS_1


"Hei kau ... astagfirullahal'adzim," Atha yang kaget, langsung beristigfar.


Jasmine tersentak saat Atha beristigfar, Jasmine pun menyadari bahwa dia melakukan kesalahan yang buruk.


Atha mengalihkan pandangan matanya ke arah lain. Atha pikir bahwa Jasmine mencoba menggodanya dengan hal yang sangat menjijikkan.


"Astagfirullahal'adzim, kenapa dia senyum-senyum gitu? Apa dia mencoba menggodaku? Ya Allah, semoga Jasmine bukanlah wanita yang buruk," batin Atha dengan rasa ketakutannya akan godaan wanita yang selama ini dia hindari.


Atha memejamkan matanya dengan tarikan nafas yang cukup berat.


"Bagaimana, Pak ... eh Tuan Atha? Boleh ya aku bersamamu, eh maksudnya menginap di rumahmu untuk sementara?" tanya Jasmine kesekian kalinya dengan salah tingkah dan ragu.


Atha masih memalingkan wajahnya ke arah lain, dia tak akan pernah menatap Jasmine yang masih saja bertingkah aneh.


"Ok, tapi dengan satu syarat. Kau harus jaga sikap dan batasanmu!" tegas Atha seolah menyinggungnya.


"Sikap dan batasan? Ma-maksudnya?" tanya Jasmine bingung.


Kali ini Atha bangkit berdiri dan menoleh ke arah Jasmine, tapi dengan pandangan sedikit menuduk.


"Tunjukkan bahwa kamu itu adalah WANITA BAIK-BAIK," tegas Atha dengan menekan kata-kata di akhir kalimatnya.


Deg


Jasmine seperti tertampar oleh ucapan Atha yang menyinggungnya. Jasmine akui bahwa dirinya memang sengaja menggoda Atha untuk tujuannya.

__ADS_1


"I-iya, baiklah!" sahut Jasmine gugup dengan perasaan malu..


Kemudian Atha keluar meninggalkan Jasmine dengan rasa kecewa. Sedangkan Jasmine seketika menutupi wajahnya dengan kedua tangannya penuh sesal.


__ADS_2